Cantik Cantik Galak

Cantik Cantik Galak
S 30


__ADS_3

Denis melangkahkan kakinya untuk meninggalkan Sella. Ia tahu siapa orang yang ada di hati Sella saat ini. Ia sudah menebak dari awal, kalau Sella pasti masih punya rasa pada Elang.


"Tunggu Denis, kamu salah sangka sama aku. Tidak ada siapa pun di hatiku saat ini. Hanya saja, aku tidak yakin kalau kamu akan menerima aku setelah tahu bagaimana perilaku aku dulu," kata Sella menghentikan langkah Denis.


Denis berhenti, ia membalikkan badannya. Ia kembali menatap Sella dengan tatapan yang tidak mengertinya.


"Kamu tidak tahu bagaimana latar belakang keluarga aku saat ini. Kamu tidak tahu apa yang aku lakukan dulu Den," kata Sella kembali duduk di kursi sambil menundukkan wajahnya.


"Lupakan masa lalu kamu yang suram itu Sella. Kamu tidak perlu melihat kebelakang, yang harus kamu lakukan hanyalah melihat kedepan. Semua orang pernah melakukan kesalahan Sella. Tapi, bagaimana cara kamu berubah. Itu yang buat orang lain melupakan masalalu kamu," kata Denis panjang lebar.


"Beri aku waktu untuk mempertimbangkan apa yang kamu katakan. Aku butuh waktu untuk menjawab perasaanmu yang tiba-tiba itu Denis."


"Baiklah, kalau kamu ingin waktu untuk memikirkan semua ini. Aku kasih kamu waktu tiga hari, apa itu cukup untuk kamu?" kata Denis dengan penuh semangat.


"Iya, aku rasa tiga hari sudah cukup untuk aku memikirkan perasaanmu."


....


Elang dan Gea sibuk mempersiapkan rencana bulan madu yang mereka susun sedemikian rupa supaya perjalan kali ini tidak ada halangannya.


Elang sedang berada dikantornya, mengurus semua kebutuhan kantor yang akan ia tinggalkan selama satu minggu untuk perjalanan bulan madunya.


Saat ia sedang sibuk bicara dengan asisten kepercayaannya yaitu Herika. Seseorang mengetuk pintu ruangan Elang.


Herika pun bangun dari duduknya, setelah mengatakan pada Elang kalau dia yang akan melihat siapa orang yang berada diluar. Elang setuju dan Herika pun langsung menuju pintu untuk melihat siapa yang ada diluar.


Beberapa saat kemudian, Herika kembali dengan sebuah amplop ditangannya.


"Siapa Herika?" kata Elang saat melihat Herika kembali.


"Seorang karyawan bos, ia mengatakan ada yang menitipkan amplop ini padanya, dan meminta ia memberikan pada bos Elang."


Herika menyerahkan amplop itu pada Elang. Dengan engan, Elang menerima amplop yang Herika berikan. Lalu membuka amplop itu dengan cepat karna ia penasaran dengan isi dari amplop tersebut.


Saat Elang membuka, terlihatlah foto Gea dengan seorang laki-laki. Laki-laki yang tidak asing lagi bagi Elang, siapa lagi kalau bukan Dewa kakak dari istrinya. Yang bearti adalag kakak iparnya saat ini.

__ADS_1


Elang tersenyum geli saat melihat foto yang ada didalam amplop itu. Ia melihat sebuah kertas kecil, lalu membacanya.


Perlakuan istri anda, sunggu sangat memalukan dibelakang anda. Sayangnya, anda tidak tahu apa yang istri anda lakukan.


Begitulah bunyi pesan singkat yang tertulis di atas kertas putih yang dilipat menjadi persegi empat itu.


Elang kembali tersenyum, ia sangat geli saat melihat foto Dewa dan Gea. Yang paling membuat hatinya geli lagi, adalah pesan singkat yang sangat konyol itu.


Ketika melihat Elang senyum sambil geleng-geleng kepala. Herika tidak bisa membendung rasa penasaran yang ada dalam hatinya. Walau ia sedikit takut untuk bertanya, tapi pertanyaan meluncur juga keluar dari mulutnya.


"Ada apa sih bos ceo?" kata Herika dengan hati-hati.


"Tidak ada apa-apa, hanya ada seseorang yang sedang iseng saja. Mungkin dia tidak punya pekerjaan," kata Elang sambil memasukkan foto-foto itu kedalam lacinya.


"Oh begitu ya," kata Herika dengan rasa penasaran yang tak bisa hilang.


.....


Di sisi lain, Gea sedang berada dikantin bersama kedua temannya. Sedangkan kakaknya, sama seperti biasa. Ia tidak bisa ikut kekantin karna ada kelas melukis yang harus ia ikuti.


"Hmz, ada hawa cemburu yang sedang menyebar disekita Rika," kata Danu yang menjawab.


"Apaan sih Danu, aku gak ngomong sama kamu yah. Aku ngomong sama Gea," kata Rika.


Gea hanya senyum saat melihat kedua temannya. Apa lagi saat melihat Rika yang bukan hanya sekedar teman baginya, tapi juga calon kakak ipar Gea.


"Ge, kamu kok malah senyum aja sih. Aku ngomong sama kamu lho Ge," kata Rika cemberut.


"Iya, aku denger kok apa yang kamu omongin kakak ipar. Kak Dewa itu orangnya setia, gak akan pindah kelain hati. Dia disana memang sedang belajar," kata Gea.


"Iya aku tahu," kata Rika singkat.


"Udah tahu tapi kok cemburu," kata Danu.


"Aku gak cemburu, kamu gak lihat aku gak cemburu."

__ADS_1


"Kalo gak cemburu apa itu namanya," kata Dan.


Saat itu, ibu kantin mengantarkan pesanan mereka bertiga. Dengan lemah lembut dan ramah, ibu kantin itu mempersilakan mereka untuk meniknati makanan yang mereka pesan.


"Makasih banyak ibu," kata Gea.


"Sama-sama anak cantik. Oh ya, ibu punya sesuatu buat kamu. Kamu yang namanya Gea kan?" kata ibu kantin itu sambil mengeluarkan sepucuk surat dari sakunya.


"Iya, saya Gea bu. Ada apa yah?" kata Gea penasaran.


"Ini ada sebuah titipan dari orang yang sangat menganggumi kamu cantik. Pantas saja banyak yang suka sama kamu, kamu memang anak yang sangat cantik."


Ibu kantin itu menyerahkan sepucuk surat dan sebuah kotak kecil yang baru saja ia keluarkan dari sakunya.


Gea tidak mengerti apa yang ibu kantin itu katakan. Ia melihat bingung kepada kedua temannya yang tak kalah ikut merasa bingung dengan apa yang terjadi.


"Udah, gak usah bingung kamu cantik. Terima aja, ini anaknya baik banget kok. Jauh beda sama raja kampus," kata ibu kantin sambil memberikan kotak kecil warna merah dengan sepucuk surat.


"Jadi ini bukan dari raja kampus bu?" kata Rika tak percaya.


"Bukan, ini dari seseorang yang lain. Sifatnya jauh berbeda dengan raja kampus," kata ibu itu.


Mereka semua terdiam, sedangkan Gea dengan berat hati menerima kotak kecil beserta surat yang diikat pita merah itu.


"Ya sudah, tugas ibu sudah selesai. Ibu kembali dulu ya, silahkan menikmati makanan kalian," kata ibu kampus itu sambil senyum.


"Iy ... iya, makasih banyak bu," jawab ketiganya.


"Sama-sama," kata ibu kantin sambil melangkah pergi.


Rika dan Danu melihat kearah Gea, mereka tak habis pikir sama apa yang Gea terima beberapa hari ini.


"Apa lagi ini," kata Gea sambil melihat kotak kecil merah itu.


"Buka aja kalau mau tahu," kata Danu.

__ADS_1


"Huh, aku bosan dengan semua ini," kata Gea sambil melihat kedua temannya.


__ADS_2