
Dion melihat jadwal yang akan di jalankan siang ini, membuat Dion langsung membuat pidato yang akan disampaikan didepan mahasiswa di kampusnya Dion kuliah.
“ Bearti hari ini tidak ke kantor, setelah pulang kuliah bisa kerjain pekerjaan kantor di kampus, dan om Bowo yang akan ke kampus anterin berkas berkas yang harus dikerjakan oleh saya nanti” Ucap Dion, Dion langsung buat pidato yang akan dibacakan didepan temen temen kampusnya
Dilain sisi, Fika akhirnya tahu masalah orang tuanya yang selama ini disembunyikan oleh Gea dan Yono, Fika berusaha ikhlas dan menerima kenyataan pahit jika Yono merebut Gea saat Gea masih menjadi istrinya Tomi, Fika berusaha menghargai Yono sebagai ayah tirinya Fika, Fika jalan ke ruang makan untuk sarapan bersama Gea dan Yono.
“ Hari ini sarapan udang goreng, sambal hijau dan sayur sop isi daging sapi” Ucap Gea, Gea ambilin nasi kedalam piring, udang, sambal hijau, dan sayur sop. Untuk Fika sarapan pagi
“ Yey udang goreng mantap, terimakasih bunda sudah masakin udang goreng hari ini.” Ucap Fika bahagia, menerima udang goreng buatan Gea.
“ Sama sama sayang, hayo di makan yang banyak yah, Fika kan sibuk harus banyak makan sayang biar tidak sakit yah” Lanjut Gea, Gea ambilin nasi untuk Yono sarapan bareng
“ Fika, ayah anterin ke kampus mau tidak? Atau ajak bunda sekalian? Soalnya ayah mau melihat anak ayah yang cantic ini ke kampus dan pulangnya ayah anterin ke kantor mau kan?” Tanya Yono yang ingin anterin Fika ke kampus dan kantornya
“ Tidak usah ayah, masa merepotkan ayah sih untuk anterin Fika ke kampus dan siangnya ke kantor, tidak mau merepotkan ayah terus ah” Lanjut Fika yang tidak ingin dianggap anak manja, karena setiap hari dianterin ke kampus dan ke kantor oleh orang tuanya
__ADS_1
“ Yah sudah, tidak masalah jika Fika ingin berangkat sendiri, tapi hati hati bawa mobil yah sayang, bunda bahagia sekali karena papi memberikan Fika mobil sendiri membuat Fika bisa mandiri kemana pun bisa pergi sendiri” Lanjut Gea bahagia, karena Tomi memberikan mobil untuk Fika beraktifitas dan tidak kehujanan setiap kali ke kampus dan ke kantor sendiri.
Dilain sisi, Intan,Anggun,dan Tomi.sarapan bareng sebelum Tomi berangkat ke kantor dan Intan berangkat ke sekolah.
“ Papi, hari ini jadwal service mobilnya Intan, Intan minta tambahan uang jajan yah supaya bisa ke bengkel bersama Sarah setelah pulang sekolah, supaya tidak bosan Intan ajak Sarah setelah itu kita mau ke salon papi, boleh kan minta tambahan uang jajan?” Tanya Intan yang paling seneng ke bengkel mobil, karena didepannya ada salon membuat Intan bisa ajak Sarah ke salon, sambil nunggu mobil selesai diperiksa.
“ Boleh saja sayang, nanti papi kirim yah ke rekening Intan,bagus sekali kamu hafal jadwal ke bengkel supaya mobilnya tidak rusak dan harus selalu iingat jadwal service mobil kamu” Lanjut Tomi setuju karena Intan, selalu ingat jadwal service mobil dan tidak pernah telat sama sekali
“ Sayang, apa di sekolah ada yang suka dengan Intan? Apa lagi sekarang kan Intan bawa mobil sendiri ke sekolah apa ada yang suka dengan Intan dan puji Intan keren?” Tanya Anggun, karena waktu SMU Anggun pun sama seperti Intan bawa mobil sendiri setelah punya KTP dan banyak temen temen Anggun bilang keren dan puji Anggun setiap kali datang ke sekolah.
“ Papi setuju sayang, jangan pacaran masih SMU sayang, takut tidak konsentrasi belajar jika Intan lagi berantem dengan pacar kan, sekarang focus saja sama pelajaran biar selalu berprestasi saja” Lanjut Tomi berharap jika Intan sampai lulus SMU, tidak berpacaran dulu takut Intan kebanyakan pacaran dan jalan jalan akhirnya prestasi Intan menurun di kelas.
Dilain sisi, Tasya melihat Dion yang di deketin oleh temen temen sekelasnya, karena sebentar lagi Dion akan mengisi materi bagaimana bisa sukses di usia muda, tidak ada niat sama sekali mau deketin Dion juga untuk sekedar cari perhatian Dion.
“ Tasya, kamu tidak ingin deketin Dion sama sekali? Lumayan loh jadi terkenal dan eksis lagi di kampus ini, siapa sih yang tidak kenal Dion pembisnis sukses dan hari ini mengisi seminar lagi yang diundang oleh Rektor kampus, keren sekali yah Dion, sudah tampan, terkenal, dan bos besar lagi, mau sekali jadi pacar cowok sempurna seperti Dion.” Ucap Raisa kagum melihat Dion, tidak disangka temen yang jarang ikut main bersama temen temen di kelas, tertanyata seorang bos dan karirnya sangat bagus sekali.
__ADS_1
“ Malas sekali, saya tidak ingin kecentilan deketin cowok seperti Dion, sudah sana deketin dia saja awas kecentilan takut dipermainkan oleh dia loh, cowok yang kamu kagum kagumi secara berlebihan!” Ancam Tasya pura pura serius, supaya Raisa sahabatnya tidak ikut ikutan, kecentilan didepan cowok seperti Dion
“ Ih apaan sih kamu Tasya, awas cuek cuek ternyata diam diam kagum juga dengan cowok sempurna seperti Dion” Tegas Raisa yang kesel dengan ucapannya Tasya yang nakut nakutin Raisa.
“ Idih malas” Lanjut Tasya, Tasya tidak ingin suka dengan cowok yang terkenal, takutnya dimanfaatin karena kelihatan kecentilan dan terlihat sukanya.
Dilain sisi, Dion yang akhirnya ketahuan seorang bos besar, membuat temen temennya minta magang di kantornya, padahal Dion tidak ingin ketahuan secepat ini.
“ Ternyata temen sendiri, yang punya perusahaan terkenal, kenapa tidak kasih tahu kita Dion jika kamu adalah seorang bos, keren sekali sih masih semester pertama sudah menjadi wakil CEO lagi” Puji Puspa yang salut dengan Dion, yang baru lulus SMU sudah memimpin perusahaan ayah nya
“ Iyah sengaja Puspa, saya tidak ingin pamer ke kalian soal karir saya, soal magang kan sudah ada ketentuan dari perusahaan yang menerima semester enam sampai delapan kan, yang mendapatkan kesempatan magang” Ucap Dion yang jadi merasa bersalah, dengerin protes temennya yang tidak mendapatkan kesempatan magang.
“ Iyah sih bener, tapi kan khusus temen sendiri seharusnya dapat kesempatan lah untuk mendapatkan kerja dari semester satu, apa lagi katanya dari perusahaan kamu kan mendapatkan honor jika magang kan Dion,jadi kasih kesempatan kita untuk merasakan magang juga yah” Tegas Azam yang ingin merasakan magang, walaupun pemula supaya bisa mendapatkan uang jajan tambahan, dari hasil sendiri
“ Astaga, nih orang wajahnya serius sekali bahaya jika ditolak tapi jika diterima kasih dari kelas lainnya yang akan merasa iri melihatnya” Batin Dion bingung setelah mendengar keinginannya Azam, yang ingin merasakan magang juga.
__ADS_1
“ Baik lah Azam akan saya bahas bersama orang orang kantor dulu yah soal kriteria penerimaan magang dari mahasiswa semester satu” Lanjut Dion yang tidak ingin seenaknya, menerima temen sekelasnya untuk magang jika tidak sesuai kriteria syarat mahasiswa yang diperbolehkan untuk magang.