
Dion jalan masuk aula bersama Tomi, Anggun, Fika, Intan. Membuat semua tamu melihat kedatangan Dion dan keluarga. Membuat acara ulangannya Dion dimulai.
" Dion, potongan kue pertama, mau kamu berikan ke siapa?" Tanya Indra, melihat Dion yang sudah selesai baca doa, kata sammbutan, dan nyanyi ulang tahun bersama sama.
" Bagaimana ini, apa serius dengan Tasya dan tidak bisa lagi modus ke siapa siapa jika sudah komitmen, tapi jika tidak komitmen mau sampai kapan seperti ini terus." Batin Dion bingung, Dion masih mau bebas tebar pesona dan mau juga jadian dengan Tasya.
" Hayo Dion, mau dikasih ke siapa?" Tanya Tomi melihat anaknya diam saja, membuat tamu undangan yang hadir dibuat penasaran.
" Potongan kue pertama, diberikan untuk." Ucap Dion, yang membuat tamu undangan penasaran.
" Sekretaris cuek paling cantik ini" Sambung Dion, Dion yakin memantapkan hati untuk serius dengan Tasya, karena cuman Tasya temen yang bikin Dion penasaran dan kesel karena Tasya yang bisa bersikap biasa biasa saja setiap bicara dengan Dion.
" Kok Tasya? ini tidak mungkin kan dion?" Tanya Vivi tidak percaya, mata Vivi mulai berkaca kaca, melihat orang yang dikagumi selama ini memberikan kue pertama untuk Tasya.
" Dia kan cuek dengan kamu Dion, yang suka dan kagum dengan kamu kan kita kita." Ucap Violet tidak percaya kalo Dion, suka dengan Tasya
" Hari patah hati temen kampus nih, akhirnya abang buaya memantapkan hati juga dan bagus juga selama Ini selalu tidak suka melihat abang selalu mempermainkan perasaan orang lain terus." Batin Intan, Intan senang melihat Dion dengan berani menyatakan cinta ke Tasya didepan temen temen sekelasnya
__ADS_1
" Jatuh cinta itu tidak memandang bagaimana sikap dia ke saya, tapi saya kagum melihat dia apa adanya dia setiap ketemu dengan saya, I love you Tasya, walaupun kita baru kenal beberapa bulan tapi saya kagum dan senang dideket kamu ijinkan saya untuk bisa membahagiakan kamu." Lanjut Dion memberikan kue yang dibawanya ke Tasya, membuat temen temen perempuan satu kelas sedih dan bahagia melihat Dion sudah memantapkan hati.
" Astaga Dion, apa apaan sih dia itu, bikin tidak enak saja ke temen temen deh. tapi saya juga mulai ada rasa dengan Dion." Batin Tasya, tidak enak membuat temen teman sekelas patah hati tapi Tasya juga mulai kagum dengan Dion.
" Hayo ka, terima saja bang Dion." Ucap Intan, yang setuju Tasya bisa menjadi pacarnya Dion, Supaya Tasya bisa selalu temani Dion setiap hari.
" Iyah mau menerima cintanya Dion dan mau menjadi pacarnya Dion." Ucap Tasya sejujurnya malu, pengalaman pertama kali jadian didepan banyak orang bahkan didepan keluarganya Dion.
" Selamat Dion dan Tasya akhirnya jadian, walaupun kita patah hati tapi kita ikut bahagia karena kalian bisa bersatu. " Ucap Yuki ikut bahagia, melihat Dion dan Tasya jadian, walaupun sedih impiannya pudar karena Dion sudah memantapkan hati.
Dion berharap setelah jadian dengan Tasya, bisa mulai belajar setia sengan saru perempuan. Setelah Dion ajak Tasya jadian membuat Indra mempersilahkan tamu undangan untuk menikmati makanan yang sudah disajikan oleh Tomi untuk temen temannya Dion.
" Gea mau kemana? Sudah sih disini saja, ngapain kamu pergi pergi? " Tanya Yuli melihat Gea, yang mau keluar dari ruangan makeup
" Kenapa memangnya? saya mau melihat anak saya, sepertinya kamu lagi berusaha larang saya datang ke aula memangnya kenapa? jika saya kesana sekarang?" Tanya Gea menatap sinis, kearah Yuli yang Sepertinya berusaha membuat Gea jaga jarak dengan keluarganya Tomi.
" Sudah lah jangan bicara sembarangan, yang jelas disini saja." Tegas Yuli, yang tidak ingin dibantah oleh Gea sama sekali.
__ADS_1
Gea berusaha keluar dari ruangan makeup, dari pada harus turutin perintah Yuli yang semakin menguji kesabarannya Gea terus.
Dilain sisi, Dion setelah acara ulang tahunnya, langsung bicara serius berdua dengan Tasya soal hubungannya.
" Dion, kamu serius suka dengan saya? kasihan loh Vivi dan Violet suka dan kagum dengan kamu, masa kamu tidak pilih salah satu dari mereka sih?" Tanya Tasya, yang tidak enak dengan kedua sahabatnya, yang rela rela dari pagi sudah ke salon untuk memberikan penampilan terbaik demi bisa dipuji oleh Djon.
" Aku dari dulu, tidak suka dengan perempuan centil yang terang terangan bilang kagum, justru aku suka perempuan cuek, bisa menjaga sikap dan ucapannya ditempat umum. so kita jadian kan dan kamu mau kan jadi pacar aku?" Tanya Dion, berharap Tasya, bisa tulus mencintai Dion juga.
" Yah mau Dion, mau menjadi pacar kamu dan mau bahagia bersama Dion." Lanjut Tasya, yang berusaha mau mencintai Dion.
" Terimakasih sayang" Lannjut Dion, Dion janji akan berusaha menjadi pacar hangat baik untuk Tasya dan berusaha membahagiakan sekaligus setia dengan satu cinta.
Dilain sisi, Intan dan Fika, tidak tega melihat Sarah nangis karena patah hati melihat langsung Dion menyatakan cinta ke Tasya.
" Sarah, sudah jangan nangis dan harus menerima kenyataan kalo Dion, memang mencintai Tasya dan jangan seperti ini terus Sarah." Ucap Fika tidak tega, melihat Sarah yang bener bener mencintai Dion, tapi tidak pernah dihargai sama sekali oleh Dion.
" Dari dulu kan saya selalu bilang, lupakan perasaan kamu ke abang buaya karena dia anggap kamu sahabat kecil tidak lebih, maafin saya Sarah karena selalu gagal membuat abang buaya suka dengan kamu." Ucap Intan merasa bersalah, karena setiap hari selalu bujuk Dion untuk memberikan kesempatan buat Sarah menjadi pacarnya selalu Dion, tolak dengan berbagai alasan.
__ADS_1
" Iyah temen temn, maaf yah saya nangis karena patah hati, saya akan berusaha menerima kenyataan jika abang Dion sudah punya pacar, saya janji tidak akan menjadi orang ketiga dan membiarkan bang Dion, bahagia bersama pasangan barunya." Ucap Sarah janji tidak akan ganggu hubungannya Dion, dan tidak akan merusak hubungannya Dion bersama Tasya.
Intan berhadap Sarah, suatu saat mendapatkan pengganti nya Dion, dan bisa mendapatkan laki laki yang tulus mencintai Sarah