
Fika dan Intan setelah selesai anterin Tasya pulang ke rumahnya, langsung pulang ke rumahnya Dion untuk istirahat.
" Bagaiamana jalan jalan bersama Tasya tadi?" Tanya Anggun melihat Fika dan Intan, yang baru masuk kedalam rumah
" Seru mami kita diajak kuliner ke banyak tempat dan setelah selesai baru deh kita anterin pulang" Ucap Fika yang sejujurnya merasa lelah sekali, karna bawa mobil jarak jauh dan banyak tempat, Fika setuju anterin Tasya pulang karena merasa tidak tega membiarkan Tasya pulang sendirian habis kerja
" Mami abang buaya mana? Intan mau Bully habis habisan abang buaya, yang gagal antrrin ka Tasya pulang tadi?" Tanya Intan yang tidak sabar mau iseng ke Dion
" Mulai deh ya kalian ini, bang Dion lagi di ruang keluarga bersama papi, yuk kita susul mereka kesana." Lannjut Anggun yang sudah hafal apa saja yang akan dibahas oleh Intan ke Dion
" Dion pasti lupa kalo kita mau kesini dan akan susul dion kalo belum pulang kerja dan ketahuan deh lagi modusin temennya yang akhirnya jadi bahan ledekan Intan selama ada disini." Ucap Fika, yang sebenarnya tidak peduli Dion mau deket dengan siapa, tapi kasihan juga selalu jadi bahan bullyan Intan setiap kali ketemu
" Sepertinya lupa Fika, yah biarin saja lah kita dengerin saja perdebatan mereka, selama Dion tidak main fisik ke Intan biarin saja mereka berdebat hal hal yang tidak penting" Lanjut Anggun yang sebenernya tahu alasan Tasya pulang malam, tapi biarin lah itu jadi rahasia Dion tanpa diketahui oleh Intan dan Fika
Dilain sisi, Dion bahas ulang tahun nya bersama Tomi, Dion ingin sekali dirayakan ulang tahunnya masing masing, karena Dion tidak ingin penggemarnya kecewa melihat Dion merayakan ulang tahun bersama Fika juga.
__ADS_1
" Dion, kamu ulang tahunnya mau dirayain bersama Fika atsu tidak? biarin sekalian kita jalan keluarga dalam sehari? " Tanya Tomi yang ingin merayakan ulang tahun nya Dion dan Fika bersamaan, supaya tidak membiarkan Gea dan Yono merayakan ulang tahun Fika cuman berdua saja.
" Masing masing saja papi, karena kan Dion dan Fika sudah punya temen sendiri sendiri, apa lagi Dion punya banyak fans perempuan takut membuat mereka tidak nyaman deketin Dion karena ada Fika dalam satu acara bersama Dion" Ucap Dion yang tidak ingin momentum bahagianya, tidak seru karena tidak bisa membuat temen temennya tidak bisa modusin Dion, dihari ulang tahun dion.
" Baik lah, jika itu mau Dion, bearti ulang tahun Fika maju sehari supaya besoknya kita bisa merayakan ulang tahun kamu yah." Lanjut Tomi yang setuju ulang tahun Dion dan Fika dipisah, karena Dion punya temen temen sendiri yang butuh acara sendiri dan sudah sudah tidak bisa digabung bersama Fika terus.
" Iyah boleh papi" Lanjut Dion setuju, dari pada digabung bisa bisa temen temen kampus yang naksir dengan Dion bisa cemburu karena melihat Fika, yang sama sama merayakan ulang tahun
Dilain sisi, Tasya minta maaf ke orang tuanya karena pulang telat, karena tadi tiba tiba keluarganya Dion datang ke kantornya Dion.
" Wah beruntungnya anak bunda bisa dianter pulang oleh keluarga bos sendiri, Alhamdulillah yang anterin Tasya pulang perempuan yaa jadi aman dan lega juga bunda dengernya.
" Pengalaman hari ini jangan kamu ceritain ke temen temen kamu, dari pada heboh lagi kan dan dianggap pamer karena kamu lebih beruntung dari pada temen temen yang lain " Ucap Ayah nya Tasya, berharap anaknya tidak pamer karena bisa satu mobil dengan saudaranya Dion
" Ayah tenang saja, Tasya juga tidak akan pamer yang akhirnya bikin temen temen sekelas pada iri dengan Tasya, Tasya ke kamar dulu yah mau mandi dan tidur." Lanjut Tasya yang sudah nahan ngantuk dari tadi, tidak enak kalo minta langsung pulang, sudah dianterin masa tidak ajak jalan jalan sama sekali.
__ADS_1
Dilain sisi, Intan dengan puasnya ledekin Dion, saat Intan, Fika, dan Anggun. tiba diruang keluarga.
" Kasihannya buaya gagal moduus, sepertinya mangsanya cuek sekali yah ke Abang buaya sampai rayuannya tidak mempan sama sekali hahaha." Leedek Intan ketawa puas, melihat Dion tadi berusaha keras bujuk Tasya untuk pulang bareng..
" Dasar tikus kecil, sok tahu deh, Tasya itu pemalu sama seperti Fika dulu yang selalu tidak mau dideketin Abang ganteng ini, sekelas cuman Tasya yang pemalu sisanya sih urat malunya sudah hilang " Ucap Dion senyum melihat Fika, yang memilih buang muka.
" Yah modus rayu Kaka sendiri saja selalu gagal, apa lagi rayu perempuan lain, perempuan pemalu itu memang tidak mudah dirayu oleh buaya seperti Abang karena tahu tidak akan lama deketnya." Ledek Intan puas, apa lagi melihat Dion senyum melihat Fika tapi Fika justru buang muka saat tahu Dion senyum kearahnya.
" Tantangan Dion untuk menaklukan hati perempuan pemalu, tapi ingat jangan merebut milik orang lain yah karena kasihan cowok ny jika tahu pacarnya lagi dideketin buaya seperti kamu." Ledek Fika karena kesel, karena Dion lagi lagi senyum kearah Fika untuk tebar pesona
" Tuh Abang buaya dengerin, deketin perempuan boleh tapi awas kalo milik orang Abang deketin loh" Ledek Intan yang bener bener puas ledekin Dion, karena ada bahan langsung dijadikan alasan godain Abang nya
" Sudah malam anak anak, kalian mandi dan siap-siap tidur, karena besok kita akan jalan jalan dari pagi sampai malam, jadi jangan kurang tidur kalian" Ucap Tomi sengaja suruh Dion, Fika, dan Intan. untuk tidur biar istirahat dari pada ribut terus
" Selamat istirahat semua, untungnya tidur supaya tidak ladenin tikus kecil terus berisik sekali" Lanjut Dion langsung jalan sebelum dijawab oleh Intan dan Fika bersamaan.
__ADS_1
Intan dan Fika juga jalan ke kamarnya untuk mandi dan istirahat, karena sudah mulai ngantuk karena dari pagi sampai malam tidak ada istirahat sama sekali.