
Dion melihat keluarganya yang baru selesia jalan jalan, langsung menunjukan ekspresi keselnya dengan cemberut.
" Abang buaya, kenapa cemberut lihat kita baru pulang? " Tanya Intan merasa aneh melihat Dion seperti tidak seneng melihat Intan, Fika, dan orang tuanya baru pulang pergi.
" Kalian jalan jalan sendiri tidak ajak Dion sama sekali, menyebalkan sekali sih." Protes Dion kesel, karena keluarganya jalan jalan sendiri tanpa bareng Dion sama sekali.
" Kita kan jalan bersama temen abang buaya, kalo kita ajak Abang cuman ganggu kita dong selama jalan, ka Fika dan ka Tasya pasti tidak nyaman jalan ada abang ditengah tengah kita, apa lagi kalo abang modus otomatis membuat mereka semakin tidak nyaman." Tegas Intan, yang tidak ingin acara jalan jalannya ke ganggu karena adanya Dion.
" Bener apa kata Intan, jalan jalan ada cowok itu tidak selalu seru karena perempuan butuh private untuk ngobrol antar perempuan dan laki laki juga tidak akan nyaman lagi jalan ada perempuan yang ikut jalan walaupun adik sendiri. besok jalan jalan keluarga dan tidak usah ajak Tasya lagi supaya quality time kebersamaan kita, terasa dan tidak merasa tidak nyaman ajak orang lain yah" Ucap Anggun yang mengerti rasa kesel yang dirasakan Dion, tapi mau bagaimana lagi Fika dan Intan sudah berteman dengan Tasya.
" Iyah mami dan Dion istirahat deh kalo begitu, karrna kalian sudah pulang dengan lengkap." Lanjjt Dion tidak bisa bela diri sama sekali, karrna apa yang dibilang Intan bener, kalo Dion ikut pasti bakal modusin Tasya dan Fika, membuat nuansa jadi tidak nyaman sama sekali.
Dion langsung jalan ke kamarnya dengan perasaan kesel, tapi kali ini tidak bisa protes sama sekali
" Padahal tadi sudah jalan jalan puas dari pagi kan, lagian tadi diajak bareng kita tidak mau dan memilih untuk berenang, eh Sekarang tiba tiba ngambek seperti itu kan aneh jadinya." Ucap Tomi merassa aneh dengan Dion, yang diajak tidak mau eh sekarang tiba tiba ngambek seperti itu.
" Dion ngambek karena tidak diajak jalan jalan bersama Tasya, tapi biarin saja lah papi dan mami, lagian salah sendiri sering modus membuat kita juga Jadi tidak nyaman ada Dion juga." Ucap Fika terus terang, sejujurnya Fika selama ini juga tidak nyaman jalan jalan bersama Dion karena selalu modus, karena sudah menjadi saudara terpaksa harus betah jalan bersama Dion walaupun lelah dimodusin terus
" Biarin lah abang buaya, besok juga sudah biasa lagi, sudah yuk istirahat sudah malam juga dan besok kita lanjut jalan jalan lagi" Lanjut Inntan yang tidak ambil pusing dengan sikapnya Dion tadi
__ADS_1
Intan jalan duluan, untuk ke kamar mau istirahat, karena seharian jalan jalan full dan baru istirahat Sekarang.
Dilain sisi, Tasya yang ingat ucapan Fika tadi, merasa kesal sekali dengan Dion, yang minta Tasya magang sampai selesai magrib.
" Dion bener bener modusnya parah, tega sekali paksa saya magang sampai magrib, makan bareng dan nawarin pulang bareng, padahal yang modus kecentilan ke Dion siapa dan yang kena imbas modus dari Dion siapa menyebalkan sekali Dion itu" Protes Tasya kesel, karena nurut saja apa kata Dion selama magang
Tasya masukin cemilan yang tadi dibeli kedalam kulkas yang ada didalam kamarnya,setelah itu siap siap untuk tidur
.......................................................
Fika ajak Intan dan Anggun berenang, setelah bangun pagi olahraga bersama adik dan ibu tirinya.
" Boleh sayang, hayo kita berenang bertiga." Ucap Anggun yang ingin. berenang bersama kedua anaknya.
" Ikutan berenang yuk papi, kita berenang sekeluarga. " Ucap Dion sengaja, ajak Tomi supaya tidak dibilang modus karena ikut berenang bareng Anggun, Fika, dan Intan.
" Boleh juga sih, kita tidak pernah berenang sekeluarga kan." Ucap Tomi langsung buka baju dan langsung masuk kolam
" Dasar modus, sengaja sekali ajak papi berenang, supaya tidak dianggap modus berenang bareng." Batin Intan yang sebenernya tidak nyaman berenang ada Dion, tapi mau bagaimana lagi jika Dion, sudah ajak Tomi mana bisa ditolak
__ADS_1
Dion, Fika, Anggun, Intan, dan Tomi. langsung berenang menikmati olahraga renang bersama sama pertama kalinya, berenang sekeluarga.
Dilain sisi, Gea dan Yono siap siap buka warungnya, setelah beberes rumah dan masak, Yono rencananya seharian akan temani Gea untuk jaga warungnya.
" Ayah, aku rindu sekali ngajar sayang, apa sebaiknya kita buka bimbel disini yah sayang? buat ngisi waktu kita?" Tanya Gea yang ingjn sekali bisa ngajar lagi, setelah menikah Gea memutuskan untuk menjadi ibu rumah tangga biasa dan membiarkan Yono yang kerja.
" Kita bahas dulu dengan Fika, kalo dia setuju baru kita buka les disini sayang, kalo kita tidak bahas bersama Fika takutnya Fika sedih karena tidak diajak musyarawah untuk kita buka les disini sayang." Ucap Yono, selalu berusaha minta pendapat Fika, supaya bisa dengarkan pendapatnya Fika.
" Iyah sayang, semoga Fika setuju kalo kita ngajar lagi, walaupun tidak di kampus sayang" Lanjut Gea berharap Fika setuju kalo dirumah ada les untuk anak anak.
Dilain sisi, Dion bahagia sekali karena hari ini jalan jalan, tidak ajak Tasya jalan jalan bareng, karena Dion merasa tidak nyaman karena jalan jalan tidak full seharian.
"Alhamdulillah hari ini bisa menikmati jalan jalan keluarga dan tidak ketemu dengan temen sama sekali karena tidak seru sekali jalan jalan ke tunda karena ada temen kampus yang jalan bersama Fila dan Intan bersamaan." Batin Dion bersyukur karena jalan jalan kali ini tidak diganggu sama sekali.
" Fika, tidak masalah kan ulang tahun kamu dimajuin sehari, dan besoknya baru merayakan ulang tahunnya Dio, karena kalian sudah punya temen masing masing jadi papi rasa ulang tahun kalian dirayakan terpisah takut temen temen kalian tidak nyaman kalo dirayakan bersama sama, lagian jika dirayakan di Bandung kasihan temen temennya Dion merasa jauh untuk datang ke ulang tahunnya Dion, dan begitu juga jika dirayakan di Solo pasti temen temennya Fika merasa berat harus ke Solo untuk datang ke ulang tahun Fika." Ucap Tomi yang berusaha ambil jalan tengah, yang sebenernya atas permintaan Dion dirayakan terpisah
" Fika setuju papi, pasti akan merasa tidak nyaman temen temen kita nya dan pasti ada saja temen yang merassa berat ongkos ke Solo untuk datang ke ulang tahunnya Fika." Ucap Fika yang setuju ulang tahunnya dipisah dan Fika tidak merassa keberatan harus dimaju tanggal perayaan ulang tahunnya.
" Alhamdullah jika kalian setuju, ulang tahun kalian di pisah, demi menghargai temen temen kalian yang takut merasa berat diongkos untuk datang ke ulang tahun kalian, kalian bijaksana juga." Ucap Anggun bangga karena kedua anaknya mau ulang tahunnya dipisah dan tidak paksakan keinginan tetep bareng dirayakan nya
__ADS_1
" Iyah mami, kita tidak ingin menjadi alasan temen temen bingung, datang ke acara ulang tahun kita saja." Ucsp Dion setuju, dari pada temn temennya tidak bahagia, karema melihat Fika disampingnya Dion selama acara