CEO MUDA 2

CEO MUDA 2
Teganya


__ADS_3

Dion gandeng tangannya Tasya, masuk kedalam kelas membuat temn temen sekelas menatap iri melihat Dion gandeng tangannya Tasya dan kesel kenapa harus Tasya yang di cintai Dion.


" Teganya Tasya, kamu kenapa terima cintanya Dion dan tidak membiarkan kita saja yang menjadi pacarnya sih" Protes Violet kesel, karena usaha untuk deketin Dion, jadi sia sia.


" Maaf temen temen, namanya cinta mana bisa memilih sih, sudah ikhlas saja saya bersama Dion dan optomis kalian bisa mendapatkan laki laki yang baik dan sayang tulus ke kalian." Ucap Tasya, berharap kedua sahabatnya bisa terima kenyataannya jika Tasya dan Dion sudah jadian.


" Masalahnya laki laki hebat seperti Dion, itu tidak mudah didapat dan belum tentu sebaik Dion." Ucap Vivi sedih, karena harapan bisa hidup enak dan mendapatkan pacar hebat sirna sudah.


" Jangan karena rasa iri, membuat persahabatan kalian retak yah, kalian masih bisa jalan bersama saya untuk berangkat bareng ke kampus, tapi harus ada Tasya yah, karena saya tidak ingin ada salah faham karena saya ajak bareng ke kantor. saya yakin kalian berdua sahabat yang bisa menerima sahabatnya sudah punya pacar dan membiarkan sahabatnya bahagia bersama pasangannya tanpa ada niat merebut." Tegas Dion, berharap Violet dan Vivi bisa menerima hubungannya bersama Tasya.


" Iya tenang saja kok, saya tidak akan setega itu merusak hubungan temen sendri, semoga kalian selalu bahagia dan awas kamu Dion, jika kamu sakiti Tasya bakal kita sunat kamu biar tidak sakitin Tasya seenaknya dalam segala hal." Lanjut Vivi, yang tidak ingin sahabatnya disakitin oleh Dion selama pacaran.


Dion yang mendapatkan ancaman dari temen temennya, langsung merinding membayangkan disunat karena sakirin Tasya dan membuat Tasya sedih.


Dilain sisi, Intan kasih tahu Sarah, kalo Intan bakal belajar kerjain pekerjaan kantor setiap hari dan setiap harinya belajar selama sejam.


" Sarah, akhirnya saya merasakan yang dialami oleh bang Dion dan ka Fika dulu, menjelang kelulusan SMU dan sebelum masuk kuliah." Ucap Intan bahagia, karena waktunya tiba untuk belajar kerjain pekerjaan kantornya Tomi.

__ADS_1


" Sama dong Intan, kemarin ayah juga bilang begitu ke saya. karena saya sebentar lagi lulus sekolah dan bakal kerja temani ka Fika di Bandung. senangnya yah kita hitungan bulan bakal jadi wanita karir dan kerennya kita selama kuliah tapi sudah mendapatkan jabatan yang bagus dan tidak semua orang dapat." Ucap Sarah senang, karena sebentar lagi merasakan kerja sambil kuliah.


" Kita harus semangat belajar kerjain pekerjaan kantor, supaya kita bisa siap kerja saat kita lulus sekolah nanti." Lanjut Intan berharap, bisa sukses dan bisa bagi waktu antara kuliah dan kerja, tidak mudah sakit dengan kesibukan yang padat.


Dilain sisi, Dion ajak Tasya ke perpustakaan untuk baca buku, sekalian Dion kerjain pekerjaan kantor, karena tidak ada dosen selama satu jam.


" Sayang, terimakasih yah kacamatanya dipakai, aku senang sekali melihatnya dan kamu terlihat keren pakai kacamata itu." Ucap Tasya, Tasya melihat Dion yang betah pakai kacamata pemberiannya Tasya.


" Sama sama sayang, aku sengaja pakai kado ulangtahun pemberian kamu, papi, mami, Intan, bunda, dan Fika. sebagai tanda terimakasih aku atas pemberian kalian dihari ulang tahun aku kemarin. " Ucap Dion sengaja, sebagai bentuk menghargai pemberian keluarga dan orang yang dicintainya.


" Sama sama sayang, aku senang melihatnya sayang." Lanjut Tasya bahagia karena Dion, menghargai pemberiannya dan langsung dipakai setelah ulang tahunnya.


Dilain sisi, Tomi mengadakan rapat dengan Indra dan Bowo, Tomi ingin evaluasi pemasukan perusahaan selama tiga bulan.


" Laporan pemasukan perusahaan kapan kalian kirim?" Tanya Tomi, saat saluran telefon terhubung.


" Sudah dikirim bos, dilihat dong emailnya." Protes Indra diseberang telefon, Indra yang sudah kirim email sejam yang lalu.

__ADS_1


" Kalo saya nanti yah, karena saya mau ketemu dengan Fika, karena mau minta tanda tangan Fika, karena saya mau rapat soalnya." Ucap Bowo diseberang telefon, Bowo kasih lihat dokumen yang sudah siap dibawanya untuk ketemu dengan Fika.


" Yah sudah Bowo, silahkan lanjutin pekerjaan kamu dan Indra siap siap akan saya lihat yah terimakasih sudah bekerja dengan baik." Lanjut Tomi, senang karena asistennya bisa diandalkan dan mau kerja ekstra selama Dion dan Fika masih kuliah.


Dilain sisi, Anggun vidio call ke Gea, mau lihat apa saja yang dilakukan Gea dan Anggun kasih tahu rencana ke Bandung selama dua minggu.


" Hallo wanita malang, duh enaknya yah tidak melakukan apapun dirumah, betah sekali jadi benalu anak sendiri." Ucap Anggun saat saluran telefon terhubung, Anggun melihat Gea ada dirumah tidak melakukan apapun.


" Ada apa telefon saya? Jika tidak penting lebih baik tidak usah telefon, jangan merusak ketenangan orang dengan ucapan tidak penting?." Tanya Gea diseberang telefon, Gea malas bicara dengan Anggun yang akhirnya berakhir dengan ribut.


" Saya bilang ke kamu, Intan kan bakal libur selama dua minggu dari sekolahnya, Intan dan Sarah akan ke Bandung untuk kerja bersama Fika dan Bowo. terus saya ingin ajak Fika tinggal dirumah saya selama dua minggu dan selama ada Intan untuk kerjain pekerjaan kantor selama disana. saya dan mas Tomi risih nginep dirumah kamu dan Yono ngerti kan maksudnya saya kan. saya harap kamu dan Yono Jangan bikin masalah selama kita ada disana mengerti dan jangan bikin kita risih selama ada disana untuk ajarin Intan dan Sarah kerja selama ada disana mengerti!" Tegas Anggun berharap, Yono dan Gea tidak seenaknya selama Anggun dan keluarganya ada di Bandung.


" Iya iyah saya mengerti, kamu bicara seperti itu seperti ke siapa saja sih, yah saya tidak akan ganggu kalian sama sekali kok." Lanjut Gea kesel, karena Anggun telefon Gea untuk tidak ganggu kedatangan Anggun, Tomi, Intan, Sarah, dan Fika. untuk belajar kerja selama dua minggu.


Dilain sisi, Dion melihat Email yang dikirim oleh Indra, membuat Dion bahagia sekali karena pekerjaannya berhasil dan diterima oleh client.


" Alhamdulillah sayang, yang kemarin aku kirim berhasil dan diterima oleh client, dan itu tanda tangan kamu juga sayang, kata om Indra bonus kamu sudah ada di rekening aku tadi dikirim oleh om Indra." Ucap Dion, Dion kasih lihat chat yang dikirim oleh Indra tadi.

__ADS_1


" Alhamdulillah sekali sayang, aku lega dan bahagia sekali, pekerjaaan kita tidak sia sia, kita pulang malam ada hasilnya sayang." Ucap Tasya, setelah baca chat yang dikirim oleh Indra ke Dion tadi.


" Alhamdulillah sayang, nanti aku transfer ke rekening kamu yah, kita harus semangat kerjanya sayang supaya bisa sukses bersama sayang." Lanjut Dion bahagia, bisa berhasil mendapatkan client yang dikerjain dari siang sampai malam terus bersama Tasya.


__ADS_2