
Fika melihat keempat orang tuanya, saat makan malam bersama dirumahnya Fika, terlihat sibuk masing masing membuat Fika melihatnya sedih sekali melihat orang tuanya tidak kompak dan terlihat cuek sekali.
" Makan malam kok tidak ada akrab akrabnya sama sekali sih mereka, mau sampai kapan seperti ini terus, ada keinginan melihat bunda dan mami kompak, bisa jalan jalan bersama begitu juga dengan papi dan ayah bisa kompak juga." Batin Fika sedih sekali, karena Gea, Anggun, Yono, dan Tomi. Saling diam tanpa ada pembicaraan sama sekali
" Ka Fika, kaka kenapa terlihat sedih apa yang kaka fikirkan?" Tanya Intan yang tidak sengaja melihat Fika matanya berkaca kaca.
" Kaka tidak sedih kok Intan, kaka cuman ngantuk saja." Ucap Fika berusaha tidak menunjukan rasa sedihnya didepan orang tuanya
" Kamu yakin sayang? Apapun yang membuat Fika sedih, jangan malu cerita ke kita yah nak, pasti akan papi bantu untuk selesaikan apapun yang kamu fikirin?" Tanya Tomi melihat Fika, memang terlihat sedih bukan terlihat ngantuk sama sekali.
" Iyah tenang saja papi, Fika jika mengalami masalah apapun pasti terbuka dengan kalian, maaf yah Fika ngantuk dikirain lagi sedih." Lanjut Fika merasa tidak enak membuat orang tuanya mengira Fika lagi sedih memikirkan sesuatu .
" Apa Fika sedih, karena melihat saya tidak ngobrol sama sekali dengan Anggun dan Tomi yah, maafin bunda sayang, membuat Fika sedih melihat kita tidak akur sama sekali." Batin Gea mengerti apa yang difikirkan oleh Fika saat ini.
" Oh yah, Gea dan Yono, pas ulang tahun Fika akan dirayakan H-1 hari ulang tahunnya Fika, karena pas ulang tahun akan dirayakan ulang tahunnya Dion karena anak anak mau dirayakan nya masing masing saja, karena supaya temen temennya Dion dan Fika tidak merasa canggung karena ulang tahun mereka dirayakan bareng, terus kasihan juga kalo temen temen mereka harus ke Jakarta untuk merayakan ulang tahun nya Dion dan Fika saja, oh yah soal pesta ulang tahunnya Fika semuanya saya yang tanggung dari tempat, undangan, dan makanan, semuanya akan saya tanggung sekaligus diurus bersama saya, Anggun, dan Bowo. Jadi kalian tinggal terima beres saja saat ulang tahunnya Fika dirayakan." Penjelasan Tomi sengaja, untuk tidak ajak Gea dan Yono siapin acara ulang tahunnya Fika, Tomi ingin menjadi orang tua tunggal yang siapin ulang tahun Fika bersama Anggun, tanpa ada bantuan dari Gea dan Yono sama sekali.
__ADS_1
" Sial, Tomi tidak memberikan kesempatan saya dan Gea, untuk bantuin acara ulang tahunnya Fika sama sekali. Tega sekali dia." Batin Yono kesel, karena Tomi ambil keputusan sendiri untuk siapin acara ulang tahunnya Fika
" Terserah kamu saja Tomi, saya ikut saja apa pun rencana kamu." Ucap Yono berusaha tidak kepancing emosi sama sekali, karena kalo Yono emosi kasihan Fika melihatnya sedih karena orang tuanya ribut karena acara ulang tahunnya saja.
" Mami bakal beliin gaun ulang tahun yang membuat Fika terlihat paling cantik di acara ulang tahunnya Fika, dan baju keluarga samaan warna dan modelnya supaya bisa kompak datang ke acara ulang tahunnya Fika." Ucap Anggun yang senang, bisa beli baju ulang tahun untuk Fika, dan Anggun akan panggil perias terkenal untuk merias Fika supaya terlihat lebih cantik dihari bahagianya
" Dari tadi bunda dan ayah tidak sampaikan rencana untuk ulang tahun saya sama sekali,, semuanya yang urus mami dan papi, bener bener tidak kompak sekali." Batin Fika sedih dan kesel, karena Gea dan Yono tidak ada rencana untuk siapin apapun untuk acara ulang tahunnya.
" Pasti Fika cantik sekali, jadi membuat bunda tidak sabar melihat Fika pakai gaun ulang tahun pilihan mami" Lanjut Gea berusaha tidak sedih, karena tidak diberikan kesempatan untuk siapin apapun untuk ulang tahunnya Fika, dan tidak diberikan kesempatan untuk nambahin apapun untuk kelengkapan acara nanti.
" Sama bunda, Fika juga tidak sabar mau melihat dan pakai gaun pilihan mami." Lanjut Fika berusaha menghargai apapun pemberiannya Anggun.
" Selamat istirahat yah Fika, dan besok semangat kembali kuliah dan kerjanya dan baju batiknya jangan lupa sering dipakai yah sayang, dan pas kita jalan jalan lagi kita pakai batik yah supaya couple kita bertiga setiap jalan bareng." Ucap Anggun sengaja bahas baju batik, yang samaan seperti Fika supaya Yono dan Gea merasa iri.
" Ka Fika, kita pulang dulu yah ka." Ucap Intan yang sedih harus pulang, karena dirumah merasa sendirian tidak ada Dion dan Fika.
__ADS_1
" Iyah Intan, papi dan mami hati hati dijalan sampai rumah yah." Lanjut Fika langsung mencium tangannya Tomi dan Anggun yang jalan keluar rumahnya dan jalan menuju mobilnya, untuk kembali ke rumah.
Mobilnya Tomi jalan pelan pelan meninggalkan rumahnya Fika, menuju rumahnya dan bisa istirahat setelah perjalanan jauh selama tiga hari.
..............................................................................
Tasya melihat Dion turun dari mobilnya, langsung menghampiri Dion karena Tasya mau protes karena cuman Tasya yang waktu magang lebih lama dari pada temen temen lainnya
" Dion, maksud kamu apa, minta saya pulang magang sampai magrib terus? Kemarin pas saya jalan jalan dengan kaka kamu, Fika bilang kalo magang itu batas maksimal pulang itu jam lima sore, walaupun magang cuman dari siang sampai sore saja?" Tanya Tasya menatap sinis kearah Dion, dan Tasya bener bener marah merasa dibohongi oleh Dion.
" Sial sial, Fika bicara apa saja sih ke Tasya, sampai perempuan jutek ini marah dengan saya astaga bener bener menyebalkan sekali sih Fika dan Intan ini, merusak rencana sama sekali." Batin Dion kesel, karena Fika dan Intan beenr bener perusak rencananya sama sekali.
" Kamu ingat kan apa kata om Indra, alasan kamu pulang malam kan, ngapain harus dibahas lagi sih, sudah lah dijalanin saja sampai selesai magang, ngapain sih harus dibahas terus dan tidak enak dilihat temen temen jika kita bahas soal pekerjaan disini, di kampus kita itu untuk belajar dan saya tidak mau denger protes kamu soal magang pulang malam terus yah" Tegas Dion yang pura pura marah, karena Dion tidak mungkin terus terang, bisa bisa membuat semuanya gagal karena harus turutin keinginannya Tasya yang mau pulang magang jam lima sore
" Dasar rese dan menyebalkan sekali kamu Dion." Lanjut Tasya kesal, karena Dion tidak bisa diajak bicara baik baik.
__ADS_1
Tasya sebelum pergi injek kakinya Dion saking keselnya, orang protes justru tidak boleh oleh Dion sama sekali.
Dion melihat Tasya pergi sambil kesel, membuat Dion senyum seneng melihatnya setidaknya masih pagi Tasya sudah ajak bicara walaupun marah karena denger ucapan Fika dan Intan waktu jalan jalan bareng