CEO MUDA 2

CEO MUDA 2
Mana ada


__ADS_3

Dion yang selama ini tidak memiliki sekretaris, membuat Dion punya rencana untuk menempatkan Tasya sebagai seketarisny walaupun dengan status magang.


" Dion, kenapa cuman saya yang belum kamu berikan posisi untuk magang?" Tanya Tasya kesel, karena cuman Tasya yang belum mendapatkan posisi sama sekali.


" Kamu magangnya jadi seketaris saya, karena saya baru kerja dan belum memiliki seketaris sama sekali." Ucap Dion dengan santai dan Dion pakai baju formalnya, supaya terlihat berwibawa.


" Mana ada magang sebagai seketaris sih Dion, yang bener saja kamu memberikan saya posisi magang? " Tanya Tasya heran, karena setahu Tasya seorang seketaris diterima kerja setelah lulus kuliah, bukan disaat kuliah seperti Tasya


" Kamu menolak kesempatan magang ini? Padahal temen temen sekelas saja antri untuk mendapatkan magang disini dan kamu mendapatkan posisi yang bagus justru merasa aneh? Terus kamu tidak ingin merasakan magang?" Tanya Dion puura pura kesel, Dion tidak ingin rencana menaklukan hatinya Tasya gagal.


" Yah sudah lah, dari pada menolak rezeki terpaksa saya mau magang, kapan saya mulai magang dan jam berapa?" Tanya Tasya pasrah, dari pada kehilangan kesempatan magang dari Dion.


" Saya lihat jadwal kuliah kita, kita kuliah sampai jam Sebelas, bearti kamu magang jam nya sama seperti saya siang sampai sore. Semester satu tidak diberikan magang tuh yah seperti ini, susah membagikan waktu antara kuliah dan kerja karena sama sama dari pagi. Informasi yang saya dapatkan, alasan mahasiswa diberikan kesempatan magang semester enam sampai semester delapan itu, karena mereka kuliah sore jam lima sampai jam sembilan malam, jadi waktu pagi sampai sore ya dipakai untuk magang." Lanjut Dion berusaha serius, Dion menolak keinginan temen temennya magang karena pembagian waktu kerja dan kuliah.


" Apa temen temen tahu soal itu? " Tanya Tasya merasa tidak profesional karena magang cuman beberapa jam saja.


" Mereka tahu dan baru percaya tadi pas dikasih posisi magangnya, yah sudah lah karena sudah terlanjur yah kalian tetep diterima magang selama tiga bulan." Lanjut Dion berharap temen temennya bisa kerja, sesuai jabatan yang sudah ditentukan oleh staff nya.


" Maafin yah, karena saya fikir kamu menolak keinginan temen temen untuk magang, karrna pelit ternyata karena waktu kerja dan magang bentrok. Yah sudah besok siang saya ke sini untuk mulai kerja, semoga ssya bisa kerja secara profesional selama tiga bulan." Lanjut Tasya berharap tidak mengecewakan Dion, yang sudah memberikan kesempatan untuk magang


Dilain sisi, Tomi dan Anggun setelah ketemu dengan Gea dan Yono, langsung ke kantor sekalian melihat langsung apa saja yang dikerjakan oleh Fika.

__ADS_1


" Sayang, kita pulangnya sore saja yah, sekalian Fika pulang kerja, aku ingin sekali bisa kerja sebentar bersama Fika disini." Ucap Tomi yang ingin sekali bisa kerja bareng Fika, walaupun cuman sebentar saja.


" Boleh dong sayang, aku temani sampai selesai yah, aku telefon Intan kalo begitu supaya dia tidak cari cari kita." Ucap Anggun langsung keluarin handphone nya, supaya bisa kasih kabar ke Intan, kalo Anggun dan Tomi pulang malam.


Dilain sisi, Fika temani Bakhtiar ke toko buku, saat jam istirahat berbunyi, membuat Fika merasa seneng sekali bisa jalan dengan temen deketnya.


" Beli buku nya banyak sekali, buku yang dibaca bagus bagus juga." Ucap Fika melihat buku buku yang dibeli Bakhtiar.


" Iyah nih, saya hobi sekali baca baca buku tentang sejarah dan buku yang kita butuhkan juga." Ucap Bakhtiar yang hobi baca buku dari kecil


" Oh pantesan beli dua buku, ke kampus yuk kan sebentar lagi jam istirahat selesai, takut ketiggalan jam pelajaran terakhir." Lanjut Fika yang tidak ingin datang telat ke kampusnya.


" Iyah alhamdulillah, untungnya di pinjemin yah." Lannjut Fika, yang langsung naik motor dan sejujurnya Fika gugup sekali karena pertama kalinya naik motor dengan temen kampus.


Bakhtiar bawa motornya pelan pelan supaya Fika, tidak merasa takut dibonceng oleh Bakhtiar.


Dilain sisi, Tasya setelah selesai bicara dengan Dion, bahas magang langsung gabung bersama temen temennya sebelum kembali ke rumah masing masing.


" Gila gila, Dion tampan sekali tadi, pakai kemeja, jas hitam, dan dasi kerjanya. Ya ampun siapapun yang jadi pacarnya pasti beruntung sekali punya pacar sempurna seperti Dion." Ucap Vivi terpesona melihat Dion, pakai baju kerjanya, Vivi bahagia sekali karena mendapatkan kesempatan untuk magang.


" Bener, apa lagi senyumnya manis sekali, duh apa bisa yah saya bisa menaklukan hati cowok se keren Dion dan sempurna lagi" Ucap Ulfa yang ingin sekali bisa menjadi pacarnya Dion.

__ADS_1


" Kalian, bisa yah kagumnya berlebihan segitunya dengan Dion, menurut saya sih Dion biasa saja dan tidak ada istimewanya sama sekali." Ucap Tasya yang dari awal tidak ada rasa kagum sama sekali dengan Dion.


" Mata kamu katarak nih, orang ganteng sempurna seperti Dion, tidak ada istimewanya, awas yah jika suatu saat kamu jadian dengan Dion, kita akan bully kamu selama kamu pacaran dengan Dion!" Ancam Ulfa yang heran dengan Tasya.


" Tidak akan pernah saya jadian dengan Dion, karena menurut saya, dia itu biasa saja." Tegas Tasya yang yakin tidak akan jatuh cinta dengan Dion, Tasya langsung masuk kedalam mobilnya untuk beli kemeja dan sepatu pantofel untuk. Besok mulai magang.


Dilain sisi, Fika masuk kedalam ruangannya, kaget melihat Tomi dan Anggun ada di ruangan nya. Karena Tomi tidak kasih kabar kalo mau ke kantor.


" Papi dan mami, kapan datang nya? Kenapa tidak kasih kabar ke Fika kalo mau kesini?" Tanya Fika kaget dan bahagia bisa melihat Tomi dan Anggun lagi, walaupun kemarin habis ketemu habis liburan bersama.


" Papi memang sudah janjian dengan om Bowo kesini, dan sengaja tidak kasih kabar dulu soalnya mau kasih suprise untuk Fika." Ucap Tomi yang bahagia karena bisa ketemu lagi dengan anaknya.


" Sayang, apa sudah makan siang? " Tanya Anggun melihat Fika masuk, kedalam ruangannya.


" Sudah makan dijalan, karena Fika tidak tahu kalian kesini, jadi tidak bisa makan siang bersama kalian deh" Lannjut Fika sedih, karena tidak bisa makan siang bersama Tomi dan Anggun.


" Santai saja sayang, pekerjaan kamu sudah kita kerjain dari tadi, jadi sekarang kamu tidak ada pekerjaan sama sekali, jadi kita bisa jalan jalan sekarang." Lanjut Tomi merapihkan meja kerjanya


" Betul sayang, karena papi bahas pekerjaan bersama om Bowo, secara langsung jadi pekerjaan kamu kita kerjain sekalian supaya tidak bosan beberapa jam disini." Lanjut Anggun sengaja kerjain pekerjaan Fika, supaya bisa jalan jalan bersama Fika dan tidak terlalu lama di kantor untuk kerjain pekerjaan yang ada.


Fika yang denger kedua orang tuanya kerjain pekerjaannya, merasa tidak enak karena membuat kedua orang tuanya cape kerja sedangkan Fika masih di kampus.

__ADS_1


__ADS_2