
Dion sudah lama sekali, tidak ke kantornya Fika, Dion langsung gandeng tangannya Tasya untuk masuk kedalam kantornya Fika.
" Selamat pagi Bang Dion, sudah lama sekali tidak kesini Bang. Cie sekarang kesini bersama gandengan yah." Ledek Satpam di kantornya Fika.
" Iyah dong Pak, Papi ada di ruangannya Fika yah?." Tanya Dion, entah kenapa Dion tidak ingin melepaskan tangannya Tasya sama sekali.
" Ada didalam, katanya hari ini Nona Intan lagi belajar magang di ruangannya Nona Fika." Lanjut Satpam kantor, yang tadi melihat Tomi datang ke kantornya.
" Betul sekali pak, yah sudah kalo begitu, saya kedalam duku yah." Lanjut Dion, langsung melanjutkan jalan ke ruangannya Fika.
" Dion, kenapa bilang Fika dengan sebutan nama yah? Kan Fika kaka Nya, aneh sekali dengernya." Batin Tasya penasaran, tapi belum berani banyak tanya soal urusan pribadinya Dion apa lagi baru jadian.
Tasya ikut saja, Dion ajak Tasya masuk kedalam kantornya Fika.
Dilain sisi, Yuli dan Anggun, memilih masak dari pada ikut ke kantor yang takutnya ganggu konsentrasinya Intan dan Sarah yang lagi kerja.
" Enaknya masak apa yah?, Untuk makan siang nanti? Katanya Dion sudah ada di kantornya Fika?." Tanya Anggun bingung, enaknya masak apa untuk keluarganya.
" Bagaimana kalo kita masak ikan lele, ayam rica-rica, dan sayur lodeh." Ucap Yuli yang melihat belanjaan Bik Sumini, yang tadi ke pasar sendirian.
" Boleh juga dan masaknya simpel lagi, ya sudah masak itu saja deh." Lanjut Anggun nurut saja diajak masak Lele dan ayam rica-rica.
Anggun dan Yuli, mulai siapin bumbu-bumbu untuk masak, Anggun berencana mau makan siang keluarga di kantornya Fika.
__ADS_1
Dilain sisi, Dion melihat Tomi lagi ajarin Intan, sedangkan Fika kerja dimeja Nya.
" Beo cantik juga, pakai baju formal seperti itu." Batin Dion, kagum melihat Intan pakai baju kerjanya Fika.
" Abang akhirnya sampai juga, apa kabar Ka Tasya?." Tanya Intan melihat Dion dan Tasya, masuk kedalam ruangannya Fika.
" Alhamdulillah baik Intan, maaf yah Ka Fika kesini soalnya Dion langsung ajak kesini." Ucap Tasya merasa ganggu, seharusnya Dion ajak Tasya ke rumah.
" Santai saja Tasya." Ucap Fika senang, melihat Tasya datang bersama Dion, itu artinya Dion tidak akan bisa gombalin Fika.
" Iyah Fika." Lanjut Tasya, Tasya melihat Intan serius dengerin Tomi menjelaskan pekerjaan ke Intan.
" Sayang, kita juga kerja yuk bareng mereka. Seru juga kerja bareng keluarga aku, mau kan?." Tanya Dion, yang ingin kerja bareng Fika diruangannya.
" Abang buaya, semoga setia yah dengan Ka Tasya, awas saja kalo mainin perasaan Ka Tasya, Intan sunat loh karena Intan tidak suka melihat Abang buaya mempermainkan perasaan perempuan lagi." Batin Intan, Intan kirim chat ke Dion, mumpung Tomi lagi periksa pekerjaan yang sudah dikerjakan oleh Intan.
Intan melihat Dion baca chat yang sudah dikirim Intan, terlihat jelas wajahnya Dion menahan emosi karena chat yang dikirim Intan sungguh menyebalkan sekali.
Dilain sisi, Gea temani Yono belanja barang dagangannya, supaya tidak bosan dirumah sendirian dan beli buku untuk ajarin murid-muridnya yang minta diajarin bimbel oleh Gea.
" Sayang, aku beli buku untuk ngajar bimbel sayang, temani yah." Ucap Gea bahagia sekali, karena ngajar lagi, setelah sekian lama akhirnya bisa ngajar lagi.
" Boleh sayang, hayo kita ke toko buku dan Alhamdulillah yah banyak yang mau belajar dirumah kita sayang." Ucap Yono bahagia, sekaligus tidak menyangka masih ada saja yang percaya dengan cara Yono dan Gea ngajar.
__ADS_1
" Betul sayang, walaupun dirumah saja tapi kita ada yang dikerjakan setiap harinya. Dari sekolah dasar sampai SMU pun kita ajarin bimbel." Lanjut Gea senang, dengan ngajar kembali membuat Gea kembali baca buku.
Dilain sisi, Tasya ikut Fika untuk kunjungan kerja, membuat Fika dengan senang hati ditemani Tasya sekalian menambah pengalaman kerja untuk Tasya.
" Fika boleh tanya sesuatu?" Tanya Tasya penasaran, dari pada ditahan terus rasa penasarannya.
" Mau tanya apa?" Tanya Fika, Fika senang sekali kunjungan kerja ada yang temani.
" Dion kok panggil kamu dengan sebutan nama yah? Maaf kalo saya kepo, apa karena kalian saudara tiri atau alasan lain?." Tanya Tasya yang sudah tidak kuat, nahan penasarannya yang dari tadi ditahannya.
" Bukan karena itu Tasya, Sebelum saya dan Dion tahu kalo kita saudara, kita temen satu kelas di kelas dua SMU dan saya baru pindah kesini saat kelas dua SMU, saya baru tahu kalo Dion adalah adik tiri saya pas ulang tahun kita dirayakan dihari yang sama, singkat cerita papi dulu punya dua istri dan sama-sama mengandung ditahun yang sama, tapi bunda saya bercerai dari papi dan yang sekarang menjadi istrinya papi istri ke dua. Jadi wajar kalo Dion panggil saya nama karena usia kita sama dan pernah jadi temen sekelas juga, mungkin lebih enak manggil nama dari pada manggil saya dengan sebutan Ka." Lanjut Fika terus terang, walaupun tidak tahu alasan pasti kenapa kedua orang tuanya bercerai.
" Oh karena itu, pantasan saja Dion selalu panggil kamu nama, maaf yah kalo saya kepo." Lanjut Tasya merasa lega walaupun merasa tidak enak, karena mau tahu urusan pribadinya Dion dan Fika.
" Santai saja Tasya, yang tidak tahu pasti akan penasaran kok." Lanjut Fika yang tidak ingin terus terang, alasan Dion panggil nama selain orang tua, Dion masih simpan rasa yang seharusnya sudah tidak ada lagi.
Dilain sisi, Tomi merasa pusing melihat kedua anaknya, berantem padahal lagi kerja dan Dion tidak ingin mengalah dengan adiknya.
" Beo menyebalkan! Rese sekali tadi kirim chat seperti itu." Protes Dion kesel, karena Intan mau sunat Dion kalo sampai mempermainkan Tasya.
" Ya dong harus, Abang kan buaya yang hobi nempel kemana-mana, karena sudah cukup Ka Fika yang mau Abang jadiin selingkuhan dimasa SMU kalian padahal ada Ka Beby tapi masih saja kejar-kejar Ka Fika. Jadi sekarang wajar dong kalo Intan nasehatin Abang, Cukup Ka Fika yang mau dijadikan orang ke tiga." Ucap Intan yang tidak peduli, dengan amarahnya Dion. Karena Dion jika tidak diusilin tidak akan mau berubah sama sekali.
" Intan, biarin saja dulu Abang buaya ini, jalanin hubungannya bersama Tasya, jika Dion bertingkah juga pasti Tasya akan cerita ke kamu dan Fika kan. Jadi biarin saja dulu dan jangan kita bilang seperti itu, kasih kepercayaan Dion bisa berubah untuk setia." Ucap Tomi yang percaya anaknya bisa setia, karena Dion sudah besar dan sudah tahu apa yang akan dilakukannya.
__ADS_1
" Ya deh Papi, Intan akan percaya kalo Abang buaya ini bisa setia." Lanjut Intan sambil lirik sinis melihat Dion, yang berusaha sabar dengan ucapannya Intan.