
Anggun melihat kamar Fika dan Intan, mau melihat kedua anaknya apa sudah merapihkan baju bajunya atau belum karena Anggun dan Tomi akan kembali ke rumahnya lagi setelah puas jalan jalan bersama ketiga anaknya.
" Anak anak, apa kalian sudah selesai merapihkan barang barang kalian?" Tanya Anggun melihat Fika dan Intan pegang tas ranselnya masing masing, Anggun sengaja dirumahnya Dion tidak simpan baju sama sekali, supaya tidak membuat temen temennya Dion risih jika nginep dirumahnya Dion.
" Sudah selesai mami, apa kita akan liburan lagi kesini mami?" Tanya Intan sedih, karena liburannya sebentar sekali dan tidak berasa sama sekali
" Pasti sayang, terserah papi mau liburan dimana, dirumahnya abang Dion atau dirumahnya ka Fika bisa juga kita liburan ke kota yang lain sayang, sekarang kita pulang saja dulu menjalankan kegiatan kita, soal liburan nanti juga akan dibahas lagi kok Intan" Ucap Anggun tidak tega, melihat Intan sedih karena liburannya cuman sebentar
" Kamu juga kan sekolah Intan,masa mau jalan jalan terus kan, sudah jangan sedih terus seperti itu karena kan kita setiap minggu jalan jalan kan, kamu sedih seperti ini karena liburan cuman sebentar atau masih kangen dengan abang buaya yang masih mau kamu ledek?" Tanya Fika sengaaja, karena Fika tahu kebiasaannya Intan dan Dion selalu ribut terus
" Dua duanya ka, sudah yuk pulang lah sudah malam, kita kan harus anterin ka Fika pulang dulu baru kita pulang kan" Lanjut Intan yang tidak jadi sedih karena memang benara kata Anggun dan Fika, pasti akan ada jalan jalan lagi setiap minggunya
" Dasar anak aneh,hayo gabung bersama Dion dan papi didepan" Lanjut Anggun heran,bisa bisanya Intan cepet sedih dan cepet bahagia
Intan dan Fika merapihkan baju bajunya sebelum pulang, tidak lupa merapihkan belanjaannya selama liburan di Solo, Fika dan Intan belanja cukup banyak
Dilain sisi, Dion bantuin Tomi cek kondisi mobilnya Tomi, sebelum melakukan perjalanan jauh menuju Jakarta untuk pulang setelah tiga hari puas ketemu dengan Dion dan jalan jalan
__ADS_1
" Alhamdulillah kondisi mesin mobil aman papi" Ucap Dion, yang yakin mobilnya Tomi aman dipakai untuk perjalanan jauh
" Alhamdulillah kalo begitu, Dion jangan pernah memanfaatkan jabatan kamu lagi untuk deketin temen kamu secara berlebihan yah, cukup Tasya saja yang kamu isengin dan jangan ada yang lain yah, terus temen temen kamu magang jangan kamu manfaatin demi kepentingan kamu yah, karena jika papi tahu akan papi kasih hukuman sesuai dari apa yang kamu lakukan yah" Tegas Tomi berharap Dion tidak semakin seenaknya, ke temen temennya apa lagi jika temen temen yang magang dikantor
" Papi tenang saja, om Indra pasti akan tegur Dion duluan jika Dion nakal dan om Indra juga seperti burung kakatua cerewet, jika tahu Dion seenaknya, yah contohnya seperti awal temen temen magang, banyak nasehat yang diberikan om Indra termasuk menjadikan Tasya seketaris Dion dan pulang malam bersama Dion, banyak nasehat yang diberikan, jadi papi tenang saja Dion tidak akan nakal sama sekali, karena Dion sadar tujuan kesini kan untuk kuliah supaya pintar dan kerja supaya kerja secara profesinal,dan menjadi ceo muda yang berprestasi" Lanjut Dion yang tidak akan melebihi batas, Dion tidak ingin mengecewakan orang tuanya dengan sikap Dion yang seenaknya ke temen temennya
" Syukurlah jika Indra juga banyak memberikan naset untuk kamu, papi percaya jika Dion anak baik baik dan tidak akan seenaknya dalam pergaulan, pendidikan, dan kerjaan, papi percaya Dion selalu bisa menjadi anak yang baik baik dalam segala hal" Lanjut Tomi percaya dengan Dion, yang selalu bisa menjaga sikap dan ucapanny
" Tenang saja papi, kita tungguin tiga bidadari yang lagi siap siap didalam, lama sekali yah perempuan kalo mau pulang ada saja yang dirapihkan heran." Protes Dion kesel, karena sudah mau sejam tapi Fika dan Intan belum juga selesai merapihkan barang barangnya.
" Namanya juga perempuan Dion, mereka yang kerjian semuanya, kita cuman tinggal tunggu kedatangan mereka saja kan. Dari pada protes lebih baik kita duduk santai deh, bikin emosi saja nunggu mami, Fika, dan Intan. Merapihkan barang belanjaannya.
" Isi kulkasnya habis, lebih baik isi sekarang deh, supaya Fika pulang kulkasnya sudah terisi penuh" Ucap Gea setelah melihat isi kulkas yang ada didalam kamarnya Fika
Gea merapihkan kamar Fika sebelum isi penuh kulkasnya Fika, supaya Fika bisa betah belajar sambil makan dan minum sepuasnya didalam kamar
Dilain sisi, Dion berusaha untuk ikhlas melihat keluarganya pulang, karena Dion sadar, Tomi, Intan dan Fika akan kembali kegiatan masing masing
__ADS_1
" Abang buaya kita pulang dulu yah, karena kita mau kerja dan kuliah lagi. Abang buaya awas kecenntilan ke banyak perempuan lagi yah, awas ketahuan sama kita." Ledek Intan yang sudah puas ledekin Dion karena ketahuan modusin Tasya untuk pulang bareng.
" Iyah Iyah, kalian hati hati dijalan yah." Ucap Dion, yang tidak akan melebihi batas keisengannya
" Iyah nak, semangat selalu yah kuliah dan kerjanya, jaga pola makan dan tidurnya yah supaya tidak sakit yah Dion" Ucap Anggun berharap Dion tidak pernah melewatkan jam makan dan tidurnya selalu cukup
" Insya Allah mami, Dion tidak akan telat makan dan tidak akan bertandang demi bisa menjaga kesehatan" Lanjut Dion berharap bisa menjaga pola makan yang bener dan pola tidur juga yang cukup
Fika masuk duluan kedalam mobil disusul Intan, Tomi, dan Anggun. Tomi pelan pelan mengendarai mobilnya. Tomi sengaja pulangnya sore supaya bisa sampai rumahnya malam supaya bisa makanan malam di rumahnya Fika sebentar.
Dion menghela nafas kasar karena harus tinggal sendirian lagi tanpa ada keluarga sama sekali.
Dilain sisi, Gea sengaja masak banyak, karena makan malam kedatangan Tomi sekeluarga yang anterin Fika pulang setelah liburan keluarga.
" Selalu seperti ini, setiap Minggu setelah mereka jalan jalan, anterin Fika pulang pasti dimasakin banyak " Batin Gea kesel karena Anggun selalu sengaja request masakan, Gea selalu saja turutin Anggun yang selalu iseng ke Gea dan tidak pernah Gea tolak sama sekali.
Gea terus saja masak sampai selesai, untuk makan malam keluarga
__ADS_1
Dilain sisi, Tasya tidak sabar besok ketemu dengan Dion protes, karena cuman Tasya yang diisengin oleh Dion yang pulang malam.
" Awas kamu Dion iseng iseng tidak jelas, buat anak orang pulang malam terus, dikirain bener harus pulang setelah magrib ternyata cuman modus." Ucap Tasya kesel dan tidak sabar menunggu besok, ketemu dengan Dion di kantor dan tidak akan kedengaran obralan bersama Dion oleh temen temennya