
Dion cemberut melihat Fika, Intan, dan Sarah. siap siap ke rumahnya Tasya untuk jalan jalan malam bersama sama lagi.
" Intan, abang ikut yah bersama kalian yah. irinya bisa jalan bersama Tasya." Tanya Dion berharap diajak jalan.
" Risih lah bang, tidak bebas jika kita ajak abang juga, sudah lah bang jalan sana bersama temen temen cowok saja. ngapain sih ikut kita dasarnya buaya mau modus kan ikut kita pergi, mana boleh bang dan buaya dilarang ikut bikin tidak nyaman" Ucap Intan, yang tidak ingjn membuat Fika, Sarah, dan Tasya. tidak nyaman ada Dion yang pasti modusin ketiga temen perempuan, dan bikin cemburu Sarah.
" Walaupun ka Tasya, incarannya bang Dion, tapi bang Dion ternyata dilarang juga oleh Intan untuk ikut yah hemm bagus deh." Batin Sarah lega, karena tidak melihat Dion berusaha deketin Tasya
" Adik kamu bener, ngapain sih ikut mereka, lebih baik kamu jalan jalan bersama om Indra atau temen kamu yang lain, masa setiap kita kesini selalu begitu sih Dion." Protes Tomi heran, anaknya demen sekali deket deket dengan saudara perempuannya
" Huh dasar, yah sudah sana lah burung beo jalan jalan bersama Tasya pakai mobil abang saja." Protes Dion sambil kasih kunci mobilnya ke Intan
" Tidak usah Dion, pakai mobil saya saja perginya dan semuanya kita jalan dulu ya" Ucap Fika, Fika mencium tangannya Gea, Yono, Tomi, Anggun, dan Yuli.
__ADS_1
" Kita juga jalan duluan yah semuanya." Ucap Sarah mencium tangannya Yuli, Anggun, Tomi, Yono, dan Gea.
" Kalian hati hati dijalan yah dan pulangnya jangan terlalu malam yah, kalo terlalu malam dijemput Abang buaya yah." Ucap Anggun melihat anak anaknya, jalan jalan merasa lega, karena anak anaknya bisa menikmati liburan bersama sama.
" Idih ogah deh, enak di abang buaya, bisa anterin ka Tasya pulang, kita juga tidak berani pulang malam malam kok. sudah yah semuanya kita jalan Sekarang " Lanjut Intan melihat Dion kesal, sudah dilarang ikut dan diledek segala juga.
Dion melihat Intan, Fika, dan Sarah. sudah jalan untuk jalan jalan merasa kesel sekali, karena selalu gagal deketin Tasya ada atau tidak adanya saudara saudaranya dirumah.
Dilain sisi, Tasya minta ijin ke orang tuanya untuk jalan jalan bersama saudaranya Dion lagi, membuat orang tuanya Tasya langsung kasih ijin untuk jalan jalan.
" Tidak sama sekali bunda, adik dan kaka nya Dion, justru bahas tentang fashion, makanan, kuliah, dan kerjaan yang ternyata kaka nya Dion sama seperti Dion, baru semester satu sudah diberikan kepercayaan jadi wakil ceo di perusahan ayah nya." Ucap Tasya seneng, karena Intan dan Fika asik diajak ngobrol
" Kaka nya Dion masih semester satu? alhamdulillah, masih muda sudah diberikan kepercayaan oleh orang tuanya untuk memimpin perusahaan juga?" Tanya Ayah nya Tasya kaget
__ADS_1
" Iyah ayah, katanya ayah nya Dion punya dua istri, dan dua duanya melahirkan diwaktu yang sama, tapi ayah nya Dion bercerai dengan istri pertama dan Fika anak dari istri pertamanya yang artinya Fika kaka tirinya Dion." Lanjut Tasya, Tasya kaget saat Intan waktu itu menceritakan siapa Fika sebenernya dan bisa sama sama semester satu seperti Dion
" Oh begitu yah, ayah mengerti dan bagus juga ayah nya tidak membedakan pekerjaan yang diberikan untuk anaknya, mau menjamin masa depan anaknya dari istri pertama walaupun sudah bercerai lama. contoh orang tua yang bertanggungjawab atas karir masa depan anak anaknya." Lanjut Ayah nya Tasya salut dengan Tomi, mau memberikan pekerjaan bagus untuk ketiga anaknya dan tidak membedakan sama sekali, terutama pekerjaan untuk Dion dan Fika.
" Bener ayah, saudaranya Dion juga tidak sombong oleh karena itu Tasya seneng diajak jalan lagi bersama mereka." Lanjut Tasya, Tasya merapihkan rambutnya sebelum pergi supaya tidak berantakan.
Dilain sisi, Sarah seneng sekali diajak jalan jalan oleh Fika dan Intan, tidak membuat Sarah bosan dirumah bersama Yuli saja.
" Ka Fika, rencananya setelah makan kita kemana?' Tanya Sarah, yang baru pertama kalinya jalan jalan di kota Solo bersama Fika
" Ke Mall, buat beli kado kan besok pesta ulang tahunnya Dion, jadi sekalian saja belinya." Ucap Fika, Fika fokus bawa mobilnya supaya bisa seimbang pegang setir mobilnya.
" Oleh karrna itu Sarah, kita tidak ajak abang buaya karena mau beli kado untuk besok. kalo dia ikut yah susah juga belanjanya kan. dia kan rajanya modus bukannya happy belanja jadi justru kesel mendengar gombalannya ke kalian kan." Ucap Intan yang tidak ingin rencana belanjanya gagal karena Dion ikut
__ADS_1
" Bener juga, dari pada jadi badmood karena abang buaya ikut." Lanjut Intan yang tidak suka jika Dion ikut belanja.