
Dion setelah selesai rapat, langsung vidio call bersama asistennya sambil bawa mobil menuju kampus.
" Om, meeting nya susah selesai dan sekarang, saya lagi dijalan menuju kampus." Ucap Dion saat saluran telefon terhubung.
" Iyah Dion, alhamdulillah kalo sudah selesaii terus deal kan? Ada kesalahan penyampaian tidak?" Tanya Asistennya Dion diseberang telefon
" Alhamdulillah lancar om, sebelum berangkat saya sudah baca dokumen yang harus disampaikan tadi." Lanjut Dion yang bersyukur karena baca baca dulu sebelum ketemu dengan client
"Oke deh Dion, om cuman mau konfirmasi saja soal tadi, yah sudah sampai ketemu nanti di kantor." Lanjut Asistennya Dion dan langsung matiin teleponnya dan melanjutkan pekerjaan nya lagi.
Dilain sisi, Tasya cuman dengerin saja, protes temen temnn dikelasnya, karena Dion diperbolehkan tidak masuk kelas karena ada meeting dari kantornya.
" Enaknya Dion, datang siang dan cuman dikasih tugas tanpa ditegur sama sekali." Protes Yasmin merasa iri, karena tadi dosen santai bilang Dion tidak masuk kelas hari ini
" Beda dong Yasmin, Dion tidak masuk kelas karena rapat, kalo alasan lain pasti ditegur juga kan." Ucap Wisnu yang heran karena banyak temen temennya yang iri karena Dion bisa datang telat ke kampusnya.
" Enaknya jadi bos, dosen pun dengan santainya kasih ijin tidak masuk kelas." Batin Tasya juga merasa iri, karena dosen yang dikenal galak, bisa memberikan ijin untuk Dion.
" Masih pagi sudah gosopin temen sendiri, yang diperbolehkan datang siang ke kampus." Protes Tasya heran, karena temen temannya iri dengan Dion, yang dikasih keringanan oleh dosen
" Dia saja yang tidak tertarik dengan Dion, oleh karena itu tidak ada rasa iri sama sekali. " Protes Vivi kesel, karena Tasya tidak kompak untuk bahas Dion.
Tasya langsung pakai hetsetnya dari pada dengerin temen temennya bahas Dion terus, setelah dosen keluar dari kelas.
Dilain sisi, Bakhtiar ajak Fika ke taman kampus, untuk baca buku sebelum masuk kelas.
__ADS_1
" Fika, habis pulang kantor kamu, kita jalan ke Mall yuk? Ada film seru loh apa mau nonton? " Tanya Bakhtiar yang ingin ajak jalan Fika
" Boleh saja sih yah, sudah nanti sore saya minta supir kantor bawa mobil saya ke rumah supaya setelah pulang kerja bisa langsung jalan." Ucap Fika senang, diajak jalan oleh Bakhtiar setelah pulang kerja.
" Oke deh, jam tiga saya ke kantor kamu bearti yah. " Lanjut Bakhtiar senang, akhirnya bisa ajak jalan Fika yang selalu sibuk dengan pekerjaan.
Fika setuju saja diajak jalan oleh Bakhtiar, berharap temennya belum punya pasangan tidak membuat Fika dikirian kecentilan deketin pacar orang.
Dilain sisi, Firman bawain minuman segar untuk Intan, yang baru selesai olahraga basketnya.
" Nih diminum? Pasti tidak bawa minum kan?" Tanya Firman, yang tadi melihat Intan cari cari botol minum didalam tasnya.
" Iyah Firman, saya lupa bawa dan terimakasih sudah belikan saya minum " Ucap Intan senang, ternyata Firman memperhatikan Intan yang tidak bawa minum dari rumah
Intan langsung minum air yang diberikan oleh Fiman, yang mau jauh jauh ke kantin beli minum dan kembali lagi ke lapangan basket cuman untuk memberikan air untuk Intan.
" Dion, ini catatan mata kuliah tadi, kamu Boleh pinjem untuk disalin." Ucap Renata berusaha mencari perhatiannya Dion, supaya bisa jadi pacarnya Dion.
" Buku dia jelek, lebih baik buku saya saja Dion, rapih dan saya rela kok salinin untuk kamu" Ucap Yasmin yang tidak ingin ketinggalan cari perhatiannya Dion
" Apa sih, biarin Dion yang pilih mau salin catatan punya siapa?" Tanya Diana berharap bukunya dipinjam oleh Dion.
" Lagi lagi Tasya tidak ikut antusias seperti temen temen yang lain, sangat menyebalkan sekali cewek itu " Batin Dion kesel, karena ada satu temen yang tidak peduli sama sekali dengan Dion, padahal temen temen perempuan dikelasnya rebutan yang mau dipinjam bukunya oleh Dion.
" Haduh saya bingung, mau pinjam buku siapa dan takut dibilang pilih kasih. Lebih baik saya minta langsung saja ke dosennya, maaf yah temen temen takut ada yang iri." Ucap Dion, Dion tidak menyangka jadi bahan rebutan temen temen dikelasnya untuk dipinjamnin ke Dion untuk salin materi mata kuliah nanti
__ADS_1
Temen temen cowok dikelasnya Dion, merasa kesel melihat Dion jadi bahan rebutan temen temen dikelas karena tadi tidak ikut jam mata kuliah pertama.
Dilain sisi, Tomi melihat tanggal lahir Fika, Dion, dan Intan. membuat Tomi ingin merayakan ulang tahun nya Fika dan Dion bersamaan lagi.
"Sebentar lagi ulang tahunnya Dion dan Fika, pas ketemu nanti bahas ulang tahun mereka sekalian, Enaknya dirayain dimana karena mereka sudah memiliki kesibukan masing masing." Ucap Tomi yang tidak ingin paksakan Fika dan Dion dirayain ditempat yang sama, karena keduanya beda tempat tinggal dan beda kegiatan.
Dilain sisi, Gea dan Yono jualan di rumah barunya, setelah Fika berangkat ke kampus.
" Ayah, bunda sedih deh kalo melihat Fika sedih, karena dilarang beberes rumah, tapi bunda juga setuju dengan keinginan mas Tomi, yang larang Fika beberes karena Fika sudah cape kuliah dan kerja juga. tapi kalo dilarang terus membuat Fika sedih karena dikira tidak boleh meringankan pekerjaan rumah sama sekali. membuat bunda bingung harus memberikan ijin bantuin atau dilarang terus." Ucap Gea yang tidak tahu harus bagaimana, setiap kali Fika mau bantuin Gea untuk merapihkan rumah bersama sama.
" Tapi bunda, Fika semenjak kita larang bantuin beberes kan jadi lebih banyak istirahat dia, tidak kecapean juga kan. lebih baik seperti ini saja bunda, tidak tega melihat Fika nahan cape dan ngantuk setiap setrika baju kan, ayah jadi setuju dengan apa yang dilakukan Tomi untuk Fika." Ucap Yono yang baru mengerti, jika Tomi sudah memperhitungkan kesibukannya Fika dan waktu istirahatnya juga.
" Yah sudah, kita tetep larang Fika demi anak kita lebih banyak istirahat dari pada banyak yang dilakukan di rumah." Lannjut Gea pasrah, demi kebaikan anaknya dan tidak membuat anaknya kurang istirahat.
Dilain sisi, Dion saat jam istirahat ketemu dengan Asistennya, yang bahas pekerjaan di kampusnya Dion.
" Om, mau kopi atau teh?" Tanya Dion melihat Asistennya yang selalu rela datang jauh jauh, untuk minta tanda tangan nya Dion.
" Teh manis hangat saja Dion, lumayan bikin badan hangat." Ucap Asistennya Dion, yang memilih teh manis hangat karena di kantor sudah kopi.
" Oke om, sebentar yah, Dion beliin kopi nya dulu." Lanjut Dion langsung jalan ke kantin yang jualan minum
" Tasya, kamu sudah siap nanti siang magang pertama di kantor?" Tanya Asistennya Dion, yang tidak sengaja melihat Tasya melawat mejanya.
" Siap pak, saya gugup sekali pertama kalinya kerja pak, insya allah saya bisa kerja secara profesional selama magang." Ucap Tasya, yang tidak menyangka, mendapatkan kesempatan magang dengan jabatan yang bagus.
__ADS_1
" Amin, saya harap sih rasa gugup kamu, tidak menghancurkan konsentrasi kamu dalam bekerja yah, kamu pulang dari kampus naik apa?" Tanya Asistennya Dion penasaran, dan menduga duga jika Dion apa bisa modusin Tasya.
" Bawa motor pak, yah sudah kalo begitu saya permisi dulu." Lannjut Tasya dengan sopan, Tasya langsung pergi karena sudah selesai makan dan merespon baik disaat Tasya diajak bicara oleh asisten Dion di kantornya.