
Fika, Anggun, Intan, Sarah, dan Yuli. Melihat hasil pancingannya Tomi, Dion, dan Bowo. Ternyata sama sama dapat banyak dan yang menang Bowo yang mendapatkan ikan sepuluh ekor.
"Yey, menang dan dapat banyak ikan. Bagaimana nih dengan taruhan tadi apa masih berlaku?" Tanya Bowo seneng, karena bisa kalahin Tomi dan Dion.
" Jadi dong om, om mau apa karena mendapatkan ikan paling banyak." Ucap Dion yang mau tepati kekalahannya ke Bowo
" Kita sekarang ke pantai, untuk bakar bakar ikan dan karena Dion yang paling sedikit wajib bayarin tempat yang kita pakai untuk menikmati ikan bakar." Lanjut Bowo sengaja, Bowo turutin keinginannya Tomi supaya tidak bakar ikan di rumahnya Fika.
" Dirumah saja om apa boleh? Atau Fika telefon ayah dan bunda untuk susul kita?" Tanya Fika Yang ingin bakar ikan, bersama Gea dan Yono juga karena Fika ingin sekali semua orang tuanya kumpul bersama sama.
" Biarin papi saja yang telefon ayah dan bunda, Fika masuk kedalam mobil bersama yang lain yah nak." Ucap Tomi yang tidak akan biarkan Gea dan Yono, ikut acara keluarganya.
" Baik papi" Lanjut Fika percaya dengan ucapannya Tomi, dan langsung pegang sendiri belanjannya untuk jalan menuju mobil.
" Hayo anak anak, kita masuk kedalam mobil, supaya bisa istirahat sebentar sebelum kita berangkat ke pantai
" Baik mami" Ucap Dion, Fika, dan Intan. Barengan
__ADS_1
Tomi yang melihat Fika dan yang lain jalan ke mobil, membuat Tomi langsung telefon Gea dan Yono.
" Hallo Yono, jika Fika tanya kenapa kalian tidak ikut kita bakar bakar ikan di pantai, bilang kalian mau dirumah saja, karena saya tidak sudi melihat kamu dan Gea ikut keluarga saya untuk menikmati ikan bakar hasil pancingan saya." Tegas Tomi saat saluran telefon terhubung
" Jahat sekali kamu Tomi, jangan nguji kesabaran saya terus menerus dengan keegoisan kamu, katanya damai tapi selalu seperti ini. Selalu melarang saya dan Gea untuk. Bersama anak anak" Tegas Yono diseberang telefon, Yono mulai kesel dengan Tomi, yang selalu larang Yono dan Gea untuk ikut jalan jalan.
" Saya tidak peduli dengan perasaan kalian , bagi saya kalian adalah benalu untuk hidup saya dan anak saya, jadi kalian tidak pantas bersama kita untuk jalan jalan bareng. Ingat saya tidak ingin karena kamu dan Gea membuat Fika sedih dan salah faham cuman karena kalian tidak ikut ke pantai mengerti?" Tanya Tomi dengan tegas, Tomi tidak ingin dibantah oleh Yono sama sekali. Tomi langsung matiin telefoonnya begitu saja, karena Tomi tidak ingin terlalu lama. Bicara dengan yono
" Hayo kita ke pantai dengan tenang, karena tidak ada pengganggu sama sekali." Sambung Tomi dengan bahagia, karena berhasil larang Yono dan Gea untuk ikut jalan jalan.
" Hayo Tomi, saya juga tenang tidak ada mereka sama sekali, jadi tidak ada yang menjadi pengganggu kita sama sekali." Ucap Bowo yang ikut seneng karena Gea dan Yono tidak ikut sama sekali.
Dilain sisi, Gea melihat Yono marah marah setelah menerima telefon, membuat Gea penasaran apa yang membuat Yono marah.
" Ayah, kenapa marah? Memangnya apa yang di bilang oleh mas Tomi tadi?" Tanya Gea penasaran, melihat Yono marah setelah angkat telefon dari Tomi
" Tomi dan sekeluarga katanya habis mancing mau ke pantai dan kita berdua di larang ikut oleh Tomi, aku semakin kesal dengan tingkah Tomi yang melarang kita ikut jalan jalan terus setiap kesini." Ucap Yono terus terang, walaupun kesel tapi berusaha jujur ke Gea.
__ADS_1
" Yah sudah sayang, mau bagaimana lagi jika mas Tomi selalu larang kita ikut jalan jalan, lagian mereka kesini juga cuman setiap jum'at sampai minggu malam saja. kan biarin saja lah mereka habisin waktu bersama bersama, tanpa kita gabung bersama mereka dari pada mas Tomi larang kita total ketemu dengan Fika kan. kita ngalah saja sayang" Lanjut Gea yang pasrah, karena tidak bisa larang Tomi, karena jika dilarang pasti membuat Tomi marah sampai larang Gea seperti dulu lagi.
" Ya baik lah sayang, kita menikmati sore kita berdua saja tanpa ada Fika di rumah, dan kita saling berbagi vitamin yuk sayang, karena aku lagi kepengin sayang." Lanjut Yono yang ingin memanfaatkan momentum untuk bermesraan bersama Gea, mumpung Fika lagi bersama keluarganya Tomi
" Iyah hayo sayang" Lanjut Gea setuju, dari pada kesel tidak ketemu anaknya.
Gea dan Yono langsung jalan ke kamar, untuk saling berbagi vitamin mumpung dirumah cuman berdua saja.
Dilain sisi, Fika, Intan, dan Sarah. petikin cabe merah untuk dijadikan sambel untuk makan malam bersama keluarga.
" Ka Fika, di kampus banyak cowok tampan tidak? ada yang kecantol tidak Dengan ka Fika?" Tanya Intan yang penasaran, anak kuliahan ada yang tampan atau tidak
" Yang tampan sih ada Intan, yang jadi sahabat juga ada sih. belum memikirkan untuk punya pacar dulu, karena kalo punya pacar kan waktu untuk jalan jalannya tidak banyak kan." Ucap Fika yang masih nyaman dengan status jomblonya
" Kalo punya sahabat cowok, biarin saja ka memberikan perhatian ke kaka, jangan ditolak terus ka, kalo emang jodoh pasti bisa jadian kalian." Lanjut Intan yang seneng kalo Fika punya sahabat cowok dan semoga sahabatnya tidak sakitin Fika dan bisa jadi pacarnya Fika yang bisa membahagiakan Fika.
" Yah sudah deh, kalo itu yang terbaik tidak masalah untuk menerima perhatian yang diberikan sahabat kaka. kita kan tidak tahu jodoh kita datang dari mananya." Lanjut Fika yang setuju membiarkan Bakhtiar terus perhatian ke Fika, tanpa harus jaga jarak karena kesibukan Fika kuliah dan kerja.
__ADS_1
Fika ngobrol sambil melanjutkan petikin cabe bersama Intan dan Sarah, supaya tidak bosan karena cabe yang harus dikupas banyak.