CEO MUDA 2

CEO MUDA 2
Kebetulan butuh


__ADS_3

Tomi minta Indra, cari cara supaya Gea dan Yono tidak ikut jalan jalan bersama Agni, karena Dion ingin jalan jalan ke candi borobudur bersama keluarga dan pacarnya.


" Indra, kamu cari alasan yang masuk akal yah, supaya dua benalu itu tidak ikut kita jalan jalan yah, mereka cuman ganggu pemandangan sekali." Ucap Tomi yang tidak suka, mantan istri dan penghianat ikut terus dalam acara keluarganya.


" Siap deh, mereka juga selalu saja ikut jalan jalan, memangnya mereka tidak kerja apa keciri numpang hidup sekali mereka." Ucap Indra, yang tidak suka melihat laki laki tidak kerja tapi justru jalan jalan tidak jelas.


" Nah itu dia, benalu anak saya mereka itu, tolong yah mumpung mereka masih didalam yah." Lanjut Tomi, Tomi langsung masuk kedalam hotel lagi, untuk gabung bersama Anggun, dan anak anaknya.


Dilain sisi, Tasya bantuin Dion, untuk masukin kado kado dari temen temennya setelah pesta ulang tahunnya tadi.


" Sayang, ini kado dari kamu? Aku buka yah sayang kadonya?" Tanya Dion, Dion pegang kado bertulisan nama Tasya.


" Iyah sayang, semoga suka yah dengan kado aku." Ucap Tasya sejujurnya malu, Karena Dion buka kadonya didepan Tasya.


" Kacamata, bagus sekali sayang, kok tahu sih aku butuh kacamata? Aku selama ini selalu malas beli kacamata sayang, membuat aku selalu silau setiap bawa mobil dan kadang kalo aku lagi ngantuk suka malu dengan mata yang basah Karena ngantuk?." Tanya Dion, Dion senang sekali karena Tasya memberikan kado yang Dion butuhkan.


" Alhamdulillah sayang, jika pemberian aku pas kamu butuhkan." Lanjut Tasya lega dan senang, karena pemberiannya disaat Dion bener beenr membutuhkannya.


Dion langsung pakai kacamata pemberian Agni, dan simpan kertas tulisan Agni kedalam sakunya, Dion langsung melanjutkan merapikan kado kadonya kedalam koper yang sengaja dibawa.


Dilain sisi, Intan, Sarah, dan Fika. bantuin Anggun dan Yuli merapikan bekas paparbeg yang dibawanya tadi.


" Mami, setelah ini kita jalan jalan dulu atau langsung pulang?" Tanya Intan, Intan masukin paparbeg souvenir ulang tahunnya Dion.

__ADS_1


" Kita lihat abang kamu saja nanti, kalo dia jalan jalan bersama Tasya yah kita langsung pulang dan jika Tasya langsung pulang yah kita jalan jalan sebentar saja sampai jam makan malam selesai." Ucap Anggun, yang ingin jalan jalan bersama keluarganya melihat Tasya jalan jalan bersama Dion atau tidak.


" Menurut Fika sih, Dion pasti mau lanjut makan malam berdua deh mami, untuk merayakan hari jadi mereka. lebih baik kita langsung pulang saja karena tidak ingin ganggu kebersamaan mereka, yang baru jadian Sekarang" Ucap Fika, yang tidak ingin, merusak momentum kebahagiaan Dion dan Tasya hari ini.


" Bener juga sih, yah sudah kita langsung pulang saja, biarin deh mereka menghabiskan waktu bersama sama saja." Lanjut Anggun setuju, karena merasakan juga baru jadian, tidak ingin langsung pulang karena masih mau berduaan sampai puas.


Dilain sisi, Tomi melihat Dion dan Tasya masukin kado ulangtahun nya Dion kedalam koper, membuat Tomi langsung menghampiri Dion dan Tasya.


" Selamat yah kalian jadian, semoga kalian menjalankan hubungan yang sehat yah, Tasya jika Dion nakal langsung lapor saja ke om, biar om sunat Dion dua kali supaya tidak nakal yah!."Ancam Tomi, Tomi berharap kalo Dion tidak seenaknya pacaran dengan kebebasan bersama Tasya.


" Astaga disunat dua kali, habis lah tongkat sakti Dion dong, insya allah Dion tidak akan merusak Tasya selama pacaran apa lagi kita masih kuliah." Ucap Dion merinding, denger ancamannya Tomi yang ingin sunat dua kali jika Dion nakal.


" Siap om, saya juga tidak ingin pacaran dengan kebebasan kok, saya mau pacaran saling menjaga om." Ucap Tasya yang memang tidak ingin, menjalankan pacaran dengan kebebasan sama sekali, karena tidak ingin membuat orang tuanya kecewa.


" Berdua dong papi, sekalian merayakan hari jadi kita. lagian kalian pasti cape sekali kan dari kemarin sudah sibuk dengan ulang tahunnya Fika dan sekarang ulang tahunnya Dion juga kan. tidak tega membuat kalian terlalu cape." Lanjut Dion, Dion tahu setelah makan malam keluarganya bakal anterin Dion pulang dan ujung ujungnya pulangnya terlalu malam.


" Baik lah, selamat menikmati hari jadian kalian dan jangan nakal yah Dion, ingat kalo nakal disunat dua kali oleh papi nanti yah." Ledek Tomi, Tomi langsung jalan meninggalkan Dion dan Tasya yang sepertinya kesel dengan ucapannya Tomi.


Dilain sisi, Yono hajar Indra, karena Yono tahu maksud ajakan Indra suruh langsung pulang duluan.


" Jangan semakin keterlaluan kamu Indra, saya ikut kesini karena menghargai ajakan anak anak dan saya sudah menahan amarah saya yah, dengan kamu minta saya temani kamu beli barang tadi, dari awal datang ke sini dan sampai acara selesai!." Bentak Yono tidak terima, melihat Indra selalu berusaha melarang Yono dan Gea bersama Fika, Intan, dan Dion.


" Jangan sembarangan bicara kamu Yono, saya kan minta tolong dan jika kamu tidak ingin temani saya kan bisa kamu tolak. sial saya dihajar seperti ini." Ucap Indra kesal, karena turutin keinginannya Tomi membuat Yono hajar wajah tampannya.

__ADS_1


" Halah, saya mau tau sejauh mana, kamu larang saya bergabung bersama anak anak ternyata masih berlanjut sampai sekarang yah keterlaluan sekali kamu itu, mau saja tururin perintahnya Tomi yang seperti anak kecil seperti ini. saya akan pulang bersama anak dan istri saya." Tegas Yono, Yono sudah cukup sabar ikutin permainannya Tomi dan tidak akan membiarkan Tomi senang, karena rencana terakhirnya berhasil.


Yono langsung masuk kedalam hotel, dan mencari keberadaan Fika dan Gea, karena Yono kwatir Gea disakiti tanpa ada yang belain sama sekali.


Indra melihat Yono masuk kedalam hotel, cuman pasrah saja karena sudah tidak bisa larang Yono lagi untuk tidak ikut jalan jalan sebelum pulang.


Dilain sisi, Disaat Tomi ajak keluarganya jalan keluar dari aula hotel, Tomi melihat Yono jalan menghampirinya membuat Tomi langsung kesal melihat Yono yang gagal diajak pergi oleh Indra.


" Fika, kamu satu mobil dengan ayah dan bunda yah Nak, mobilnya sudah ayah periksa sudah siap untuk kita pulang." Ucap Yono, yang tidak ingin lagi mengalah dengan Tomi untuk ajak Fika pulang bareng.


" Tidak bisa, anak anak satu mobil dengan saya, karena kita mau makan dulu dan setelah itu kita baru pulang, saya akan anterin Fika sampai rumah" Tegas Tomi, yang tidak ingin mengalah, karena waktu bersama anaknya cuman tiga hari saja.


" Jangan bikin masalah kamu Yono, hayo Fika kita jalan duluan ke mobil, Intan dan Sarah juga hayo, biarin papi ngobrol bersama Ayah dan Bunda saja." Ucap Anggun, yang langsung langsung gandeng tangannya Intan dan Fika.


" Saya ikut kalian deh" Ucap Yuli yang tidak ingin, dengerin keributannya Tomi dan Yono.


Yuli langsung kejar Anggun, yang sudah jalan duluan bersama anak anak.


" Punya hak apa kamu, melarang anak kandung saya bareng saya untuk pulang ke rumah hah? Sadar diri, kamu cuman ayah angkat yang tidak punya hak untuk atur atur Fika mengerti. sudah bagus saya tidak mempermasalahkan hak asuh anak lagi, jika saya mempermasalahkan lagi sudah dipastikan istri tidak tahu diri kamu itu akan gila karena selamanya tidak ketemu dengan Fika lagi, Fika pulang bersama saya saja tidak boleh." Ucap Tomi dengan sombong, Tomi menatap sinis kearah Yono dan Gea.


" Sombong sekali kamu, tidak menghargai saya sama sekali, kamu susah kererlalu larang saya deket dengan Fika anak saya juga, dari kemarin dan hari ini!." Bentak Yono, Yono mengepalkan tangannya saking emosinya dengar ucapannya Tomi.


" Memang tidak menghargai sama sekali, baru sadar? Kasihan sekali sih?" Tanya Tomi semakin meremehkan Yono, yang dari tadi emosi terus.

__ADS_1


Tomi langsung jalan meninggalkan Yono dan Gea, karena Tomi sampai kapan pun tidak akan pernah hargai Yono sebagai orang tuanya Fika sama sekali.


__ADS_2