CEO MUDA 2

CEO MUDA 2
Seperti tidak dianggap


__ADS_3

Gea melihat Anggun, Tomi, Yuli, dan bik Yem. angkat kardus berisi souvenir dan makanan untuk para tamu undangan pesta ulang tahunnya Dion, berusaha bantuin karena dari kemarin tidak boleh melakukan apapun.


" Ada yang bisa saya bantu bawa?" Tanya Gea melihat Anggun yang sibuk, masukin souvenir yang masih ada diatas meja kedalam paparbage.


" Tidak usah, pergi sana dasar pengganggu sekali, tidak lihat apa lagi sibuk, saya tidak butuh bantuan kamu sama sekali." Ucap Anggun, Anggun tidak ingin dibantu oleh Gea sama sekali.


" Astaga Anggun, saya kesini juga ingin bantuin kamu. baik lah saya pergi" Lanjut Gea sedih, padahal niat Gea baik ingin menolong dan tidak enak jika tidak membantu sama sekali


Gea langsung meninggalkan ruang keluarga, karena niat baiknya ditolak oleh Anggun dan berusaha gabung bersama Fika dan Yono saja.


Dilain sisi, Tomi cek satu satu barang barang yang sudah masuk kedalam mobil.


" Indra, semua barang barang dan makanan untuk acara sudah dibawa kan?" Tanya Tomi melihat Indra cek satu satu paparbage, yang sudah masuk kedalam mobil.


" Sudah Tomi, anak anak juga sudah siap jalan." Ucap Indra yang sudah selesai cek kembali paparbage yang tadi dibawain Fika, Intan, Sarah, dan Yuli.


" Paling terakhir kue buatan mami yang belum dibawa, mami masih ada dalam. " Ucap Fika yang sudah masukin cemilan dan souvenir ulang tahun, yang akan dibagikan ke tamu undangan.


" Iyah sengaja itu terakhir sih, bearti kita tunggu mami saja yah." Lanjut Tomi lega tidak ada yang ketinggalan sama sekali.


" Dari tadi, saya dan Gea tidak diajak bantuin mereka sama sekali, jahat sekali Tomi ini dan seperti tidak dianggap kehadirannya disinii" Batin Yono kesel, dari awal datang ke sini tidak diajak bicara sama sekali


" Fika, Intan, Sarah, Dion, dan Yuli. bagaimana naik mobil bersama saya dan Gea saja ke sananya?" Tanya Yono, berusaha menawarkan anak anaknya Tomi satu mobil bersama Yono dan Gea saja.


" Tidak usah, pakai mobil Indra saja, yah sudah kalian jalan duluan saja biar kita terakhir saja, awas ID kalian ketinggalan yah." Lanjut Tomi, tidak ingin membiarkan, anak anaknya bareng Yono dan Gea.

__ADS_1


" Yah Papi, hayo semuanya naik mobil dan kita jalan Sekarang." Ucap Dion, naik duluan ke mobilnya Indra


" Ya sudah kalo begitu, saya duluan yah." Ucap Indra senyum sinis melihat Yono sama sekali tidak dianggap kehadirannya oleh Tomi, karena Tomi memang dari awal tidak ingin ajak Yono ikut ke acara ulang tahunnya Dion


Tomi melihat Indra masuk kedalam mobil, langsung masuk kedalam rumah karena malas sekali bicara dengan Yono.


Dilain sisi, Tasya, Vivi, dan Violet. Mencari keberadaannya Dion karena Vivi mau kasih lihat penampilan barunya Vivi demi tunjukkin ke Dion dan berharap mendapatkan pujian dari Dion.


" Dion mana yah? Tidak sabar mau ketemu dengan Dion nih, penasaran juga dengan komentar nya Dion pas melihat penampilan baru saya." Ucap Vivi, dari tadi tidak melihat Dion sama sekali


" Sabar lah, acaranya juga masih lama kok dan kita juga kan datang ke sininya kecepatan juga" Ucap Tasya, heran melihat temen temennya tidak sabar mau ketemu dengan Dion


" Huh, sabar sabar mana bisa, andaikan tahu rumahnya Dion pasti sudah kesana sekarang, buat ketemu Dion dan tanya Dion tentang penampilan sekarang saya bagaimana menurut Dion, kalo dia suka melihat saya seperti ini berarti seterusnya saya make up dan rambutnya di tata seperti ini" Protes Violet yang tidak mau menunggu lama, karena takutnya make-upnya luntur karena keringat.


Tasya memilih jalan jalan keliling hotel sambil menunggu acara ulang tahunnya Dion dimulai.


Dilain sisi, Fika heran melihat Gea dan Yono lebih banyak diam, selama ikut ke Solo tidak terlihat bahagia sama sekali.


" Ayah dan bunda, kenapa diam saja dari tadi? apa kalian tidak sehat membuat kalian diam saja?" Tanya Fika, saat Fika melihat kedua orang tuanya turun dari mobil


" Iyah nih Gea, dari kemarin tidak gabung bersama saya dan Yuli untuk bikin kue kenapa?" Tanya Anggun yang tidak sengaja denger Fika, tanya Gea dan Yono diem saja


" Iyah tidak enak badan, maaf yah Fika membuat Fika cemas dan Anggun maaf yah saya tidak gabung masak kemarin dan tadi tidak bantuin sama sekali." Ucap Gea bohong, tidak mungkin bilang apa yang terjadi, karena tidak enak membuat anaknya sedih nantinya


" Ya ampun, kalo merasa tidak enak badan kenapa paksa kan diri untuk ikut ke sini? maafin Fika karena sudah paksa ayah dan bunda ikut jalan jalan bersama kita " Lanjut Fika merasa bersalah karena sudah paksa Gea untuk ikut merayakan ulang tahunnya Dion.

__ADS_1


Gea perasaanya jadi sedih dan kesel, mendengar Fika merasa bersalah karena dikirain paksain keadaan sakit untuk ikut merayakan ulang tahunnya Dion


Dilain sisi, Dion melihat temen temennya, sudah pada datang ke pesta ulang tahunnya, merasa senang sekali karena banyak yang tahu hari ulang tahunnya termasuk Tasya.


" Selamat ulang tahun yah Dion, ini kado dari saya." Ucap Tasya melihat Dion, kagum melihat penampilan Dion hari ibu terlihat lebih cakep


" Terimakasih yah sudah datang dan terimakasih juga kadonya." Ucap Dion berusaha senyum manis, melihat Tasya terlihat cantik dengan dress selutut, makeup natural dan juga dengan tatanan rambut yang lebih rapih.


" Dion, menurut kamu bagaimana penampilan saya apa terlihat cantik dan beda?" Tanya Vivi melihat Dion, berharap mendapatkan pujian dari Dion.


" Iyah cantik, kalian tumben tampil beda hari ini" Lanjut Dion kagum melihat penampilan barunya Vivi dan Violet terlihat lebih cantik.


" Acaranya mulai jam berapa?" Tanya Tasya melihat Dion, yang dari tadi memperhatikan Tasya terus.


" Sejam lagi dimulai, yah sudah kalian disini saja yah sampai acaranya dimulai dan saya mau gabung bersama keluarga saya dulu." Lanjut Dion yang langsung pergi, Dion penasaran kado yang diberikan oleh Tasya dan tidak sabar mau pakai kado pemberian Tasya.


Dilain sisi, Fika dan Intan melihat temen temen kuliahnya Dion, membuat Intan punya ide jahil untuk ledekin Dion.


" Ka Fika, bagaimana bang Dion tidak semakin modus yah ke temen temen kuliahnya." Ucap Intan yang sengaja gantungin ucapannya.


" Kenapa memangnya Intan?" Tanya Fika penasaran, karena tidak mengerti maksudnya Intan.


" Temen kuliahnya saja cantik cantik, bagaimana tidak semakin tebar pesona coba Abang buaya, sama ka Fika saja masih suka modus kan" Lanjut Intan yang tahu kalo Dion, masih berusaha godain Fika dan sering membuat Fika kesel


" Bisa saja kamu ini Intan" Lanjut Fika yang heran, adik tirinya bisa bisanya samain Fika dengan temen kuliahnya Dion yang selalu dimodusin oleh Dion.

__ADS_1


__ADS_2