CEO MUDA 2

CEO MUDA 2
Belajar di rumah


__ADS_3

Intan yang mendapat kabar kalo Tomi dan Anggun ada di Bandung untuk kunjungan kerja, membuat Intan mau ke rumahnya Sarah sampai kedua orang tuanya pulang.


" Sarah, orang tua saya lagi di Bandung, saya ke rumah kamu yah sekarang, sekalian belajar di rumah kamu dari pada belajar sendirian di rumah. " Ucap Intan melihat Sarah yang merapihkan buku bukunya yang berantakan diatas meja.


" Boleh saja Intan, kamu ke rumah mau bawa mobil atau tidak?" Tanya Sarah yang sudah siap untuk pulang


" Bawa saja deh, yuk ke rumah kamu Sekarang supaya bisa belajar di rumah kamu sekarang" Lanjut Intan yang kepingin baawa mobil dan tidak mau pulang ke rumah, karena tidak mau bawa buku untuk besok.


Dilain sisi, Dion merasa lega karena akhirnya jam kerja Sudah selesai, dan bisa pulang ke rumah.


" Astaga, lelah sekali rasanya hari ini dan ingin sekali cepet sampai rumah mau tidur." Ucap Dion merapihkan meja kerjanya untuk pulang dan mau istirahat, karena merasa lelah sekali.


" Dion, besok ada rapat pagi, om sudah ijin ke dosen kamu besok tidak masuk kuliah selama dua jam, dan dosen kasih kamu tugas. " Ucap Asistennya Dion, yang sengaja masuk ruangan Dion sebelum pulang kerja.


" Jam berapa memangnya? huh dikasih tugas, merepotkan sekali tahu om?" Tanya dan protesnya Dion, karena mendapatkan tugas karena ada rapat yang harus Dion yang datang


" Sudah jangan ngeluh, rapatnya jam delapan pagi, cline nya mau jam segitu, karena tahu kamu masih kuliah jadi setuju diajak rapat pagi dan dokumen untuk rapat Sudah om bantu siapkan, supaya kamu tidak merasa repot besok dan ini dokumennya." Lanjut Asistennya Dion memberikan dokumen, untuk besok rapat.


" Yah deh, terimakasih yah om, sudah mau repot untuk saya. baik lah saya pulang kalo begitu." Lanjut Dion pasrah, nolak untuk menghadiri rapat terus juga tidak enak karena asistennya yang sudah susah payah mendapatkan proyek, Dion cuman datang untuk bahas kelanjutan proyek sajja.


Dion langsung keluar dari ruangannya, diikuti asistennya yang mau pulang juga setelah kasih dokumen rapat untuk besok

__ADS_1


Dilain disisi, Fika menikmati jalan jalan bersama Tomi dan Anggun, sebelum pulang ke rumahnya.


" Kita main timezone yuk, bagaimana apa mami dan Fika mau main di timezone?" Tanya Tomi yang ingin main di Timezone, karena lagi ada di Mall habis makan siang bareng


" Tentu boleh sayang, yuk kita main timezone sepuasnya." Ucap Anggun, yang ingin merasakan main timezone bersama Fika dan Tomi


" Asik main di timezone lagi, bersama papi dan mami." Ucap Fika bahagia, karena Tomi dan Anggun mau ajak Fika main timezone.


" Biarin papi saja yang antri beli koinnya, kalian disini saja yah" Lanjut Tomi yang langsung jalan ke bagian kassir, untuk beli koin supaya bisa main timezone bersama Fika dan Anggun


Dilain sisi, Gea kaget melihat Bowo, keluar dari mobilnya Fika.


" Fika kemana? kok mobilnya kamu yang bawa?" Tanya Gea kaget melihat Bowo Yang keluar dari mobilnya Fika


" Oh pantes saja, yah sudah terimakasih banyak yah Bowo." Lanjut Gea, Gea menerima kunci yang dikasih oleh Bowo.


Bowo langsung jalan masuk kedalam mobilnya, yang dibawa oleh supir kantor, yang ikut ke rumahnya Gea untuk anterin mobilnya Fika ke rumah.


Dilain sisi, Tasya ceritain ke kedua orang tuanya, kalo Tasya mendapatkan magang pertama kalinya besok.


" Ayah dan bunda, Tasya mulai besok mendapatkan kesempatan magang pertama kali, dari kampus selama tiga bulan lagi." Ucap Tasya selalu cerita, apapun yang dialaminya ke kedua orang tuanya.

__ADS_1


" Wah hebat, selamat yah Tasya, dapat kesempatan kerja besok, padahal baru semestar satu kan." Ucap Ayah nya Tasya, ikut bahagia karena anaknya sudah mendapatkan kesempatan kerja.


" Magangnya dapat posisi apa Tasya? harus bisa kerja dengan benaar yah, jangan kehilangan kesempatan magang, karena jika kerja sekarang bagus dan dinilai profesionl pasti Ditawarin kerja disana.?" Tanya Bunda nya Tasya, berharap anaknya bisa magang dengan baikk dan bisa langsung kerja.


" Amin bunda, insya allah Tasya akan bekerja dengan profesional kok, bagian seketaris ayah dan bunda, katanya pemilik kantornya belum punya seketaris, yah sudah deh ditawarin ke Tasya deh posisi Itu " Lanjut Tasya bahagia, karena pertama kali magang langsung mendapatkan posisi jadi seketaris.


" Alhamdulillah itu Tasya, bos nya sudah tua atau masih muda? Ingat yah nak selama magang, jangan mau ada kontak fisik dipaksa ataupun tidak yah. kamu magang atau kerja secara profesional jangan genit dan ambil kesempatan dalam kesempitan, karena mendap pekerja pekerjaan itu tidak lah mudah Tasya." Tegas Ayah nya Tasya, berharap anaknya tidak kecentilan dengan atasannya


" Bosnya Dion, Dion penerus pak Tomi ayah nya Dion yang punya perusahaan Abcde, Dion temen sekelas Tasya di kampus ayah" Lanjut Tasya yang masih tidak menyangka mendapatkan, kesempatan magang dari Dion padahal di kampus saja tidak pernah ngobrol sama sekali.


" Wah hebat sekali, masih semester satu, sudah dijadikan bos di perusahan ayah nya, tapi ingat yah Tasya, walaupun Dion temen kamu tapi tidak boleh seenaknya tetep harus bekerja secara profesional dan tidak boleh genit genit dengan Dion yah selama magang" Lanjut Ayah nya Tasya bangga, karena temen kampusnya Tasya bisa menjadi bos di perusahaan terkenal, dan Tasya mendapat kan kesempatan untuk kerja.


" Iyah ayah siap, Tasya tidak akan membuat malu nama keluarga karena sikap dan ucapan Tasya selama magang, dan akan magang secara profesional" Lannjut Tasya yang tidak akan membuat malu kedua orang tuanya, karena sikap dan ucapan Tasya selama magang, karena Tasya juga tidak terlalu tertarik dengan Dion dan mustahil kecentilan didepan Dion.


Dilain sisi, Dion yang sudah sampai di rumah, langsung masuk kedalam kamar, untuk mandi dan langsung tidur.


" Lelah sekali rasanya ini badan, mandi dulu lah habis itu tidur supaya bisa rilek dulu badan ini." Ucap Dion yang siap siap untuk mandi, karena merasa badannya lengket karena basah kena keringat.


Dilain sisi, Fika bahagia sekali karena Tomi dan Anggun mau makan malam di rumah, sebelum kembali ke rumahnya.


" Bunda sini Fika bantu cuci piringnya, masa bunda sudah masak tapi Fika tidak bantuin sama sekali sih. " Ucap Fika yang tidak tega melihat Gea cape sendirian

__ADS_1


" Tidak masalah sayang, sudah tidak usah di cuci sayang, kita makan yuk bersama papi dan mami." Ucap Gea yang tidak ingin ada masalah cuman karena niat baik Fika yang mau bantuin Gea cuci piring karena sudah selesai masak.


" Baik lah bunda" Lannjut Fika pasrah, Fika langsung ikut Gea jalan ke ruang keluarga, karena tomi ingin sekali makan di ruang keluarga dari pada di dapur


__ADS_2