CEO MUDA 2

CEO MUDA 2
Tidak sehat


__ADS_3

Dion periksa kulkasnya kosong, membuat Dion telefon OB yang biasa isi kulkasnya, tanya kenapa kulkasnya kosong.


" Kenapa kulkas saya kosong yah?" Tanya Dion saat saluran telefon terhubung, Dion yang merasa haus langsung jalan ke kamar pribadinya, untuk ambil minum ternyata tidak ada isi sama sekali.


" Maaf Bang Dion, Saya lagi tidak sehat dan tidak masuk kerja. Maaf saya lupa cari pengganti untuk beliin minuman dan cemilan yang Bang Dion minta." Ucap Jaka diseberang telefon, yang masuk angin karena bergadang.


" Dasar menyebalkan sekali, yah sudah lah kali ini saya maafin kesalahan pak Jaka." Ucap Dion berusaha sopan, walaupun kesel tapi berusaha untuk tidak seenaknya dan berkata kasar.


Dion langsung matiin telefonya, dan langsung duduk dikursinya karena kesel lagi haus tidak ada minuman sama sekali.


" Apa mau aku ambilkan sayang? Sekalian minta OB lain belanja di supermarket untuk isi kulkas disini?" Tanya Tasya tidak tega, melihat Dion kesel karena tidak ada isi kulkas sama sekali.


" Ternyata enakan sebelum pacaran yah, suruh-suruh dia dengan santainya tapi sekarang justru tidak enak sekali rasanya." Batin Dion yang sejujurnya lebih suka, masih temen karena bisa modusin Tasya dari pada sudah jadian.


" Tidak usah sayang, aku bisa sendiri yang ambil dan kamu lanjutin pekerjaan saja." Ucap Dion pasrah, dari pada minta. Tasya jalan jauh cuman karena ambil minum saja.


" Oke deh, aku lanjut kerja." Lanjut Tasya langsung fokus ke komputernya.


Dion langsung keluar dari ruangannya, dan jalan ke pantri sendirian sekaligus minta OB langsung belanja isi kulkasnya. Supaya bisa ada makanan untuk Tasya.


Dilain sisi, Fika melihat Bryn bendaharanya, masuk kedalam ruangannya langsung mempersilahkan Bryn untuk duduk.


" Silahkan duduk, Ada apa keruangan saya?" Tanya Fika melihat Bendahara nya, yang terlihat gugup.


" Mba Fika, pulang kampus apa mau nonton bioskop? Karena saya ada dua tiket Mba?" Tanya Bryn yang ingin, ajak Fika jalan jalan bareng, nonton, dan makan malam bareng.

__ADS_1


" Maaf tidak bisa, karena temen saya ajak jalan soalnya." Lanjut Fika tersipu malu, karena Bryn tiba tiba ajak jalan.


" Oh sudah ada janji yah Mba, yah sudah deh permisi kalo begitu." Lanjut Bryn sedih karena tidak jadi, ajak Fika jalan malam ini.


" Ya silahkan." Lanjut Fika, mempersilahkan Bryn kembali ke ruangannya.


Fika sejujurnya tidak tega, menolak ajakan Bryn tapi Fika sudah janjian duluan bersama Bakhtiar tadi sebelum Fika masuk kedalam kantor.


Dilain sisi, Intan ke rumahnya Sarah untuk belajar bersama, sambil makan kue buatan Yuli.


" Intan, apa saya setiap hari bawa makanan yah, buat belajar di rumah kamu? Lumayan kan kita makan kue setelah belajar banyak mulai besok?." Tanya Sarah yang ingin bawa kue buatan Yuli.


" Bawa saja Sar, lumayan nambah nambah makanan kita selama belajar kan, di rumah juga kan ada minuman juga pas tuh." Ucap Intan yang seneng seneng saja, Sarah bawa banyak makanan selama belajar.


" Oke deh, nanti saya bilang ke bunda untuk masak banyak kue, untuk kita belajar supaya tidak merasa lapar selama belajar." Lanjut Sarah yang tidak sabar, mau bilang ke Yuli untuk bikin kue setiap hari.


" Bang Dion, kenapa ke pantri sendiri?" Tanya OB yang tidak sengaja, melihat Dion menuangkan es batu.


" Malas saya, kalian seharusnya kan isi kulkas saya kalo tahu OB yang biasa beli cemilan saya tidak masuk kerja, tapi sampai sekarang tidak ada yang beli sama sekali!." Ucap Dion dengan kesal, karena OB nya tidak ada yang inisiatif belanja cemilan dan minuman.


" Maaf Bang Dion, karena kuota saya habis dan tadi ada kerjaan Bang." Ucap Usup takut, karena tidak kerjain tugasnya dengan baik.


" Alasan saja kamu ini, lain kali saya tidak akan suruh kalian lagi, percuma kalian seenaknya ke saya hari ini dan siap siap saja saya pecat kalo keseringan!." Ancam Dion dengan serius, Dion berasa diuji kesabarannya karena tidak dibelikan cemilan sama sekali.


" Iyah Bang Dion, baik saya beli sekarang Bang." Ucap Citra ketakutan, karena Dion marah tidak dibelikan cemilan.

__ADS_1


" Tidak usah, belanjaan saya sudah sampai, awas kalian bertingkah lagi dan memangnya cari pekerjaan itu mudah membuat kalian seenaknya ke saya." Lanjut Dion, menatap karyawannya yang mengabaikan kewajibannya untuk isi cemilan dan minuman didalam ruangannya.


Dion langsung bawa dua es teh manis dan langsung keluar dari pantri, dari pada kelamaan bicara dengan karyawannya.


" Nah loh, Bang Dion marah, tidak ada yang mau beliin makanan dan minuman untuk Bang Dion, dia atasan kita loh dan siap siap saja kalo seenaknya lagi di pecar oleh Bang Dion." Ucap Diana yang takut melihat Dion marah seperti tadi, Dion yang selalu kelihatan ramah dan baik, ternyata bisa marah juga.


Dilain sisi, Dion masuk kedalam ruangannya, ditemani Security yang bawain belanjaan makanannya.


" Terimakasih yah Pak, sudah bantuin bawain belanjaan saya." Ucap Dion yang langsung simpan dua gelas es teh manis keatas meja.


" Sama sama Bang Dion, yah sudah kalo begitu, saya permisi dulu." Ucap Satpam langsung simpan kantong plastik belanjaannya Dion, keatas meja.


" Silahkan saja Pak, terimakasih bantuannya. " Lanjut Dion, Dion memberikan es teh manis buatannya untuk Tasya minum.


Satpam di kantornya Dion, langsung keluar dari ruangannya dion.


" Sayang, kenapa bukan OB saja yang bawain?" Tanya Tasya, Tasya keluar dari mejanya dan berusaha bantuin Dion merapihkan belanjaannya ke dalam kulkas.


" Sengaja sayang, aku mau kasih lihat ke OB kalo dikasih tugas itu jangan disepelekan, walaupun makanan ini terlihat tugas sederhana tapi kalo tidak dikerjakan seperti tidak dihargai dan tadi aku marahain saja OB di pantri tadi." Ucap Dion, Dion langsung minum es teh manis yang tadi dibuatnya.


" Kamu bener sayang, aku tidak menyangka jika OB disini bisa seenaknya ke kamu, aku setuju kamu marah sayang, supaya mereka tidak seenaknya ke atasan sendiri." Lanjut Tasya setuju, dengan sikapnya Dion, jika Dion diam pasti membuat OB nya tidak merasa bersalah sama sekali ke Dion.


Fika minum teh manis yang sengaja dibawa ke dalam kamarnya Dion, supaya langsung diminum setelah keluarin belanjaannya Dion dan disusun kedalam kulkas.


Dilain sisi, Bowo minta Fika untuk rapat sekarang, karena client mau rapat bersama bosnya langsung dan tidak ingin diwakili oleh Bowo.

__ADS_1


" Fika, kamu Sekarang kamu rapat yah, ini dokumen kamu, kamu ditemani oleh supir kantor supaya kamu bisa baca baca dokumen itu dijalan." Ucap Bowo memberikan dokumen untuk Fika baca selama dijalan, Supaya tahu apa saja yang harus dibahas.


" Baik om, saya siap siap kalo begitu." Ucap Fika, menerima dokumen yang diberikan oleh Bowo dan langsung siap siap untuk rapat.


__ADS_2