
Tasya melihat Dion ngobrol bersama kontraktor dan karyawan karyawannya, membuat Tasya kagum melihat Dion bisa juga serius saat kerja.
" Sering bercanda dan sering modus kemana mana, ternyata bisa juga serius seperti itu yah dia, kerennya Dion andaikan dia tidak tebar pesona ke cewek cewek, bisa jaga sikap saja pasti terlihat keren dia. Tapi disayangkan kenyataan Dion cari perhatian cewek cewek sih." Batin Tasya kagum sebenarnya dengan Dion, tapi sikap Dion yang selalu tebar pesona dan cari perhatian cewek cewek sekaligus modus, membuat Tasya malas respon baik setiap ajakan Dion.
" Alhamdulillah sejauh ini, pembangunan tidak ada kendala apapun dan semuanya berjalan dengan lancar." Ucap Dion setelah selesai bahas pembangunan panti asuhan
" Berarti barang barangnya juga tidak ada yang kurang yah? Tadi saya tanya konsumsi para pekerja dan kotak P3k juga aman katanya, tidak ada kekurangan sama sekali." Ucap Tasya berusaha santai, berusaha untuk tidak puji Dion sama sekali.
" Alhamdulillah semuanya juga terpenuhi dengan baik sih Tasya, yuk kita makan dan terus saya anter pulang, soalnya kamu pulang jam setengah delapan karena temani saya kunjungan kerja kan" Lanjut Dion, yang tidak tega membiarkan Tasya pulang sendirian malam malam, apa lagi naik angkutan umum.
" Dianter sampai rumah? Tidak usah Dion sampai kantor saja, tidak enak merepotkan kamu" Lanjut Tasya tidak mau dianter Dion sampai rumah, bisa malu dianterin temen sendiri dan pasti banyak ditanya tanya orang tuanya nanti.
" Yah lah sampai rumah, memangnya kamu cabe cabean apa. Habis makan bersama saya dan ditinggalin begitu saja? Saya punya dua saudara perempuan, cuman bayangin bagaimana keselnya mereka diajak pergi dan pulang sendiri naik angkutan umum, sudah malam dan bahaya cewek pulang sendirian sudah malam lagi. Buruan naik mobil kita cari makan dan baru saya anter pulang" Tegas Dion, Dion bersyukur punya dua saudara perempuan bisa dijadikan alasan anterin Tasya sampai rumah. Jika tidak punya pasti langsung ditolak oleh Tasya
" Iyah deh" Lanjut Tasya pasrah dan Tasya membenarkan apa kata Dion, perempuan pulang malam sendirian memang bahaya.
Tasya langsung masuk kedalam mobilnya Dion dan pasrah saja dianter sampai depan rumah, siap siap diledekin oleh kedua orang tuanya melihat Tasya dianter oleh Dion karena urusan pekerjaan.
Dilain sisi, Yono dan Gea melihat undangan yang sudah dibuat oleh Bowo, membuat Yono kesel karena tidak urus apapun untuk pesta ulang tahunnya Fika sama sekali.
__ADS_1
" Undangan ulang tahun kamu bagus juga yahh, ini buat temen temen kampus atau bareng temen temen kantor juga, dress code nya bebas tapi warna biru yah, sesuai gaun yang sudah dibeli oleh mami." Ucap Gea yang sudah dikirim fotonya oleh Anggun
" Iya bunda, sesuai gaun yang dibelikan oleh mami, yuk ke Mall ayah dan bunda kita beli dress untuk bunda supaya cantik pas datang ke ulang tahunnya Fika." Ucap Fika, yang berusaha mengerti kalo Gea dan Yono tidak dibelikan oleh Anggun.
" Keterlaluan sekali, saya dikasih undangan memangnya saya orang lain apa untuk Fika, bener bener rese Tomi ini." Batin Yono kesel karena dikasih undangan untuk Gea dan Yono, padahal Gea ibu kandungnya Fika ngapain dikasih undangan segala.
" Boleh Fika, sebentar yah kita ganti baju dulu." Ucap Yono yang lagusung berdiri dan jalan ke kamar untuk ganti baju supaya bisa ke mall untuk belanja.
" Iyah ayah, Fika juga mau mandi dan ganti baju baru kita ke Mall." Lanjut Fika langsung jalan ke kamarnya untuk siap siap juga ke Mall, untuk beliin baju untuk Gea dan Yono pakai untuk acara ulang tahunnya.
Dilain sisi, Tomi, Anggun, dan Intan. Merapihkan kue kue yang sudah dibuat oleh Yuli dan Anggun kemarin.
" Pasti dong mami soalnya mami saja cantik kan. Intan jadi tidak sabar mau pakai baju pemberian mami." Ucap Intan yang suka pilihan Anggun bagus dan cocok untuk Intan
" Tidak sabar mau meelihat ekspresi Gea dan Yono, saat diperiksa undangannya oleh satpam biar mereka malu dan sadar diri siapa mereka" Batin Tomi sengaja kasih undangan ke Gea, supaya saat masuk kedalam gedung acara ditanya undangan dulu baru boleh masuk gedung acara.
" Sama sayang, papi juga tidak sabar melihat kalian bertiga pakai baju baru kalian deh." Ucap Tomi yang seneng karena Anggun selalu bisa pilih baju untuk keluarganya
" Iyah papi, papi juga bakal terlihat tampan pakai bajju baru papi dan anak kita paling tampan nantinya." Lanjut Anggun, yang tidak ingin salah pilih baju untuk keluarganya, supaya terlihat cantik dan tampan dengan sempurna.
__ADS_1
" Semoga abang buaya, saat acara ulang tahunnya ka Fika tidak tebar pesona deh, malu juga kalo banyak yang sadar adiknya ka Fika seorang buaya yang selalu modusin banyak perempuan " Ledek Intan, yang waspada melihat Dion yang tidak bisa diem
" Tenang saja Intan, papi akan ingetin Dion untuk tidak tebar pesona selama acara, karena banyak client yang akan diundang juga dan malu juga melihat tingkahnya Dion" Lanjut Tomi yang tidak akan membiarkan Dion, salah modusin orang karrna takutnya yang dimodusin oleh Dion adalah client nya.
Intan denger ucapan Tomi langsung bayangin keselnya Dion, yang dilarang modus ke siapapun.
Dilain sisi, Dion paksa untuk turun dari mobil, enak saja sudah dianter jauh jauh sampai rumah, tidak basa basi dulu bersama orang tuanya Tasya
" Saya mau ikut kedalam yah, mau minta maaf karena ajak anaknya kerja sampai malam." Ucap Dion melepaskan sabuk pengamannya
" Tidak usah Dion, disini saja yah dan terimakasih sudah mau anterin saya jauh jauh sampai rumah yah." Ucap Tasya yang tidak ingin, Dion banyak ditanya oleh orang tuanya.
" Enak saja, kamu fikir saya taxi online apa, setelah anterin kamu sampai rumah, terus saya langsung pulang, yang bener saja sih." Protes Dion kesel, niat Dion sudah baik baik anterin sampai rumah eh harus langsung pulang
" Ih menyebalkan sekali sih dasar modus, yah sudah hayo turun dan pamitan ke orang tua saya." Lanjut Tasya kesel, karena Dion selalu saja bisa modus dan memanfaatkan keadaan sekali
" Nah begitu dong" Lanjut Dion bahagia, karena modusnya berhasil, walaupun belum jadian tapi setidak nya sudah kenal dengan orangtuanya Tasya
Tasya dan Dion langsung turun dari mobil dan jalan bareng sampai depan rumah, Dion temen pertama yang Tasya ajak ke rumahnya, karena pulang malam temani Dion kunjungan kerja kedua tempat
__ADS_1