
Dion ngobrol santai setelah makan bersama Intan dan Sarah, sejujurnya Dion ingin sekali akrab dengan Fika tapi Dion belum bisa sepenuhnya bersikap biasa biasa saja didepan Fika.
" Abang buaya, parah nih masa ka Fika dicuekin sih ikut kita jalan jalan, Intan aduin loh ke papi dan mami masa kaka sendiri diabaikan sih." Protes Intan kesel, karena Dion tidak ajak Fika bicara sama sekali.
" Santai saja Intan, ka Fika juga sekalian kerjain tugas kuliah kok." Ucap Fika yang sejujurnya bingung mau bicara apa dengan Dion, membuat Fika lebih memilih diam saja dari pada tidak ada topik sama sekali.
" Dasar tikus kecil, oh yah di kampus kamu apa temen temen kamu ada yang minta magang padahal masih semester satu?" Tanya Dion yang bahas pekerjaan, karena bingung mau bahas apa bersama Fika
" Alhamdulilah belum ada Dion memangnya kenapa?" Tanya Fika bingung, karena Fika sendiri belum cerita ke temen temennya soal pekerjaannya, baru Bakhtiar yang tahu karena anterin Fika untuk ke kantor.
" Enaknya tidak dibuat pusing yah, temen temen satu kelas pada tahu jika saya adalah wakil ceo, dikelas rame dan temen temen pada minta magang padahal kan magang sudah ada ketentuannya tapi pada minta magang lebih cepet. " Lanjut Dion yang awalnya tidak mau bilang ke temen temnnya, karena tahu akibatnya temen temanya Dion ingin merasakan magang walaupun semestar satu.
" Alhamdullah Dion, sampai sekarang cuman satu temen yang tahu jabatan saya dan insya allah aman, karena saya juga tidak ingin membuat temen temen seenaknya memanfaatkan saya demi mendapatkan pengalaman kerja." Lanjut Fika, Fika kepingin temen temennya diterima kerja sesuai program dari kampus.
__ADS_1
" Bener sih ka, kalo dapat magang dari kita dan dari kampus kan beda, kalo dari kita kasarnya seenaknya saja menerima untuk magang, tapi kalo dari kampus kan diseleksi dulu, yang layak mendapatkan magang atau tidaknya. bearti sekarang bang Dion lagi pusing dong karena temen temenya minta magang, tanpa selesi dulu yah?" Tanya Intan yang tidak bisa membayangkan, bagaimana pusingnya Dion hadapin temen temennya yang sudah tidak sabar merasakan kerja kantoran.
" Yah begitu deh, Fika jangan sampai temen temen kamu tahu kamu sudah kerja, dan seorang bos di PT Abcde bisa bisa dimanfaatin seperti saya bikin bingung menolak dan kalo diterima takut tidak sesuai dengan kriteria dari kampus." Lanjut Dion yang sudah merasakan pusing menghadapi temen temen yang butuh pekeriaan
" Iyah Dion, Terimakasih yah sudah nasehatin saya." Lanjut Fika sejujurnya merasa bahagia, mendapatkan perhatian lebih dari Dion tapi berusaha tidak baper, karena harus sadar Dion adik tirinya yang tidsk akan pernah bisa jadian.
" Iyah sama sama, Intan dan Sarah, tahun depan sudah merasakan kerja, kalian mau merahasiakan jabatan kalian atau tidak, kalian bisa lihat apa Yang kita rasakan sekarang bisa menjadi cerminan kalian untuk tahun depan." Lanjut Dion yang penasaran, Intan bisa atau tidak hadapi temen temen yang minta pekerjaan yang belum waktunya cuman karena memanfaatkan jabatan yang dimiliki oleh Intan
" Entahlah bang, tapi insya allah saya bisa hadapi temen temen yang aji mumpung." Lanjut Intan berharap bisa bijaksana dan profesional hadapi temen temn yang egois, dan memanfaatkan kelebihan temen sendiri.
Dilain sisi, Tomi ajak Anggun jalan jalan berdua, membiarkan Dion ngobrol bersama Intan, Fika, dan Sarah.
" Sayang, Alhamdullah aku seneng sekali, jalan jalan kali ini, cuman keluarga kita saja, tanpa ada Gea dan Yono, walaupun kita berdamai dengan merrka, tetep saja aku tidak rela merrka lebih banyak waktu bersama anak kita." Ucap Tomi terus terang, Tomi mau berdamai demi Fika tidak sedih melihat orang tuanya berantem bukan berarti melupakan masa lalu begitu saja.
__ADS_1
" Iyah sayang, aku mengerti perasaan papi, aku juga tidak suka ada Gea dan Yono setiap kali kita jalan jalan." Ucap Anggun,yang tidak ingin melihat Gea bersama Tomi apa lagi jika bahas Fika, membuat Anggun merssa cemburu.
" Mami tenang saja, aku akan selalu melarang dua penghianat itu ikut kita jalan jalan bersama anak anak, mereka pantas dirumah saja." Lanjut Tomi yang akan selalu cari cara untuk tidak membiarkan Gea dan Yono ikut japan jalan.
Anggun mendengar ucapannya Tomi berusaha percaya dan yakin, jika suaminya selalu bisa larang Gea dan Yono ikut jalan jalan.
Dilain sisi, Bowo menceritakan pekerjaan dan kegiatan Bowo dalam seminggu ini, ke Yuli supaya istrinya tahu apa saja yang dikerjakn oleh Bowo.
" Bunda, alhamdulillah Sayang, aku berhasil mendapatkan proyek besar dalam seminggu ini sayang, dan aku juga selalu tidur jam sembilan malam karena bawa pekerjaan kantor ke apatermen, karena kan kerjain pekerjaannya Fika Yang tidak semuanya bisa kerjakan sendiri."Ucap Bowo terus terang, Bowo berusaha happy menjalankan bnyak kerjaan karrna handel pekerjaannya Fika juga
" Alhamdullah sayang, suami aku selalu bisa mendapatkan proyek besar, sabar sayang beberapa bulan lagi kan, ayah tidak sesibuk sekarang kan, terus pas Sarah dan Intan sudah kerja, apa ayah masih kerja atau sudah pensiun?"/Tanya Yuli penasaran, karena sampai sekarang Bowo masih kerja.
" Nunggu Dion dan Fika lulus kuliah, baru aku pensiun sayang, sama seperti Tomi yang akan berhenti kerja disaat anak anaknya sudah lulus kuliah dan lebih siap dilepas untuk memimpin perusahaan selamnya. " Lanjut Bowo, Bowo dan Tomi sudah bahas kerja sampai kapan dan sudah siap serahkan perusahaan ke Dion, Intan, dan Fika sebelum kelulusan tiba.
__ADS_1
" Iyah mas" Lanjut Yuli, Yuli tidak sabar ingin melihat Sarah pakai baju formalnya, setiap kali ke kantor dan mau denger cerita Sarah pengalaman bagaiman susahnya kerja, dan bagaimana rasa bangganya disaat gambarnya dijadikan proyek proyek pembangunan