
Tasya pertama kalinya, menerima bonus selama magang merasa bahagia sekali, Tasya setelah pulang dari kampus langsung ajak Dion makan siang bareng, sebelum berangkat ke kantor.
" Sayang, makan siang yuk dan kali ini aku yang teraktir yah, karena aku mau merayakan mendapatkan bonus pertama bersama pacar aku." Ucap Tasya senang, karena pekerjaannya tidak sia sia setiap hari pulang malam.
" Boleh sayang, mau makan dimana? Asik juga ditraktir pacar sendiri dari hasil kerja keras selama beberapa hari magang?." Tanya Dion, Dion sengaja minta Indra untuk kasih bonus ke Tasya setiap kali proyeknya berhasil, supaya menjadi semangat untuk Tasya setiap hari kerja.
" Bagaimana kalo kita makan sushi sayang, tidak jauh kan dari kantor. sekalian kita kerjain tugas selama menunggu makanan datang." Ucap Tasya yang lagi kepingin makan siang bersama Dion, biasanya selalu belajar bersama temen - temennya selama makan siang sebelum ke kantor.
" Boleh juga, sudah lama sekali tidak makan sushi, baik lah hayo sayang." Lanjut Dion, setuju untuk makan sushi berdua dan kerjain tugas kampus bareng bareng.
Dilain sisi, Vivi dan Violet, yang selalu semangat berangkat kerja bareng Dion, sekarang sudah pudar semangatnya karena Dion sudah jadian dengan Tasya, dan sudah tidak bisa cari perhatian.
" Patah hati bener - bener tidak enak sama sekali yah, bikin sesek sekali rasanya. Bikin kesel dan sedih jadi satu apa lagi kita sudah terbiasa berangkat bersama Dion dengan modus manja kita, sekarang sudah tidak bisa karena harus menghargai hubungannya Tasya dan Dion." Ucap Violet sedih, sambil melihat Tasya masuk kedalam mobilnya Dion, untuk berangkat bareng ke kantornya Dion.
" Bener sekali, andaikan dari awal tahu cewek yang disukai oleh Dion, cewek pendiem dan cuek pasti dari awal saya seperti itu, supaya bikin Dion penasaran dan jatuh cinta." Ucap Vivi menyesal, selama ini terlalu kecentilan didepan Dion dan terlalu terus terang kalo kagum dengan Dion.
" Penyesalan selalu dibelakang dan rasanya sangat sakit sekali." Lanjut Violet yang merasa menyesal, karena setiap hari terlalu terus terang menunjukan kekaguman ke Dion.
__ADS_1
Dilain sisi, Fika ikut lega, karena akhirnya Intan dan Sarah, akan menjalankan bimbingan untuk bisa kerjain pekerjaan kantor setiap hari dan selama satu jam setiap harinya.
" Halo Ka Fika, sekarang jam istirahat yah?" Tanya Intan diseberang telefon, yang sengaja telepon Fika.
" Iyah nih, ada apa telefon Kaka? mau curhat apa nih?." Tanya Fika saat saluran telefon terhubung, Fika pesen ayam balado dan sayur, membiarkan telefonnya terhubung.
" Kemarin papi kasih tahu Intan, kalo besok Intan mulai belajar kerjain pekerjaan kantor selama satu jam. Ternyata bukan Intan saja yang mulai belajar, tapi Sarah juga Ka belajar untuk kerjain pekerjaan kantor. Karena kan kita beberapa bulan lagi lulus sekolah." Lanjut Intan bahagia, akhirnya bisa merasakan seperti Dion dan Fika tahun lalu.
" Alhamdulillah, tidak terasa yah kita semua menjadi ceo muda yang hebat. Kamu harus semangat Intan selama belajarnya, fokus yah jangan ada yang salah-salah, soalnya kan saat kamu masuk kuliah langsung pengangkatan jabatan untuk kamu dan langsung kerja." Lanjut Fika, Fika tidak menyangka sebentar lagi Intan akan seperti Fika dan Dion yang merasakan kuliah dan kerja diwaktu yang sama.
" Iyah Ka pasti, soalnya setiap hari Intan selalu iri melihat Ka Fika dan Bang Dion pakai baju kerja, jadi tidak sabar mau susul kalian juga yang sibuk kuliah dan kerja setiap harinya." Lanjut Intan, yang setiap hari minta Dion dan Fika kirimin foto pakai baju kerja dan ada di ruangannya.
" Papi, tadi aku telefon Gea, kasih tahu dia, kalo kita akan nginep di Bandung selama dua minggu karena Intan dan Sarah libur sekolah, selain itu kita memanfaatkan waktu untuk Intan dan Sarah belajar langsung untuk kerja, di kantornya Fika dan langsung diajarin oleh Fika dan Bowo." Ucap Anggun sengaja telefon Gea, Supaya Gea dan Yono tidak larang Fika untuk nginep selama dua minggu dirumahnya.
" Terimakasih yah sayang, aku tidak ingin kita nginep dirumah mereka dan selama dua minggu ketemu terus, bukannya aku fokus ajarin Intan dan Sarah kerja juga takutnya bikin aku emosi, melihat Gea ada dirumah terus." Ucap Tomi, yang tidak ingin ada flasback flashback tinggal bersama. Karena bagi Tomi masa lalu tidak pantas untuk dikenang sama sekali.
" Sama sama sayang, walaupun kita Orang tuanya Fika, tapi risih juga kita tinggal bersama mereka dan tidak bebas juga." Lanjut Anggun yang tidak ingin, melihat Tomi dan Gea ada didalam satu rumah walaupun dengan status yang berbeda.
__ADS_1
Dilain sisi, Gea kasih tahu Yono, kalo Tomi dan Anggun bakal nginep selama dua minggu dirumahnya, ajak Fika tinggal bareng karena ada Intan, Sarah, dan Yuli.
" Ayah, selama dua minggu Fika akan tinggal dirumah mas Tomi, karena Intan libur sekolah jadi mau memanfaatkan libur sekolah untuk belajar kerjain pekerjaan kantor, di perusahaannya Fika selama dua minggu." Ucap Gea yang sengaja susul Yono diwarung, untuk temani Yono jualan dan kasih tahu tadi Anggun kasih kabar bakal nginep dirumahnya.
" Yah sudah sayang, biarin saja suka suka mereka ajak Fika nginep lama juga, dari pada kita larang jadi ribut kan." Ucap Yono yang sudah mulai lelah, ribut terus karena rebutan Fika harus nginep dimana.
" Iyah sayang, aku tadi bilang seperti itu pas Anggun telefon, karena kalo dilarang yang akhirnya kita yang salah dan harus ngalah." Lanjut Gea langsung merapihkan daganngannya yang acak acakan.
Dilain sisi, Dion fokus kerjain tugas kampusnya bersama Tasya, sambil tingguin makanan datang.
" Sayang, bukannya kita pernah bikin desain ini kan?" Tanya Tasya kasih lihat tugas yang diberikan oleh dosen.
" Iyah juga yah sayang, dan sekarang kita nikmatin bonus karena tugas ini kan?." Tanya Dion yang baru ingat, client beberapa hari lalu minta desai rumah mewah ke kantornya.
" Apa boleh kita pakai hasil kerjaan kita?, jadi kan tidak harus gambar rumah mewah lagi kan?." Tanya Tasya yang mau memanfaatkan hasil kerjaannya, demi mempermudah tugas kuliahnya.
" Mana boleh sayang, bisa bisa kita kena marah om Indra lagi. sabar saja kerjain tugasnya sayang." Lanjut Dion, yang tidak ingin curang kerjain tugas kuliahnya dan tidak berani curang dari pada dimarahin Indra pakai proyek untuk client.
__ADS_1
" Iyah sayang" Lanjut Tasya malu, karena berusaha curang demi tidak susah kerjain tugas bikin desain rumah mewah.