
Bowo ajak Yuli, Sarah, dan keluarganya Tomi untuk nginep di villa yang deket dengan pantai yang dijadikan tempat bakar bakar ikan.
" Tomi, sekarang Kita nginep di villa disini bagaimana? mumpung anak anak libur kuliah dan kerja juga kan, jadi Kita bisa liburan disana?" Tanya Bowo sengaja, karena tahu jika Tomi tidak ingin membiarkan Gea ganggu liburan keluarganya.
" Boleh saja sih, hayo lah saya juga sudah mulai ngantuk nih." Ucap Tomi bahagia sekali, karena liburan nya tidak ada yang ganggu sama sekali.
" Lagi lagi tidak bersama ayah dan bunda, kenpa sih papi seperti menghindari ayah dan bunda, apa karena bunda mantan istri jadi. berusaha menghindar dari bunda terus yah" Batin Fika sedih, karena orang tuanya tidak bener bener rukun.
" Fika, kenapa sedih seperti itu?" Tanya Yuli tidak sengaja melihat Fika matanya berkaca kaca
" Tante, memangnya orang yang sudah bercerai tidak bisa kemana mana bareng? walaupun dengan pasangan masing masing?" Tanya Fika sedih, karena kedua orang tuanya tidak bisa kompak sama sekali.
" Bener sayang,menghargai pasangan masing masing, sering ketemu alasan anak sebenernya tidak boleh sayang, karena akan ada rasa cemburu dan kesel dari masing masing pasangan, apa lagi perempuan mudah flasback dan baper otomatis membuat suasana jadi canggung sekalli." Lanjut Yuli yang mengerti batasan suami istri yang sudah bercerai apa lagi punya pasangan masing masing, untuk tidak sering ketemu.
" Pantesan papi, jarang sekali ajak bunda jalan jalan bareng, dengan ngajak pasangan masing masing. karena menghargai perassan pasangan masing masing yah" Lanjut Fika
" Nah itu alasannya, jadi jangan sedih karena bunda tidak ikut jalan jalan bersama kita dan biarin lah papi kamu jalan jalan cuman bersama kamu saja, karena kamu juga harus menjaga perasaan nya mami sebagai istrinya papi, tidak boleh minta jalan cuman bersama papi dan bunda yah, ingat mereka sudah punya pasangan masing masing." Tegas Yuli yang sejujurnya kasihan dengan Fika, yang mau melihat orang tuanya bener bener akur dan bisa jalan bareng.
" Iyah tante, Fika ngerti dan Terimakasih sudah kasih tahu Fika." Lanjut Fika ngerti maksud Yuli, konsekuensi orang yang sudah bercerai sedangkan anak tidak boleh egois minta kedua orang tua nya untuk bersama terus.
Dilain sisi, Gea cuman bisa memaklumi jika Tomi dan sekeluarga ingin nginep di villa smpai hari seni pagi, dan tidak ingin pulang ke rumah sama sekali.
__ADS_1
" Yah biarin saja deh, mereka bersenang senang selama ada disini." Batin Gea setelah baca chat dari Fika yang kasih tahu mau ke villa bersama Tomi dan Bowo
Gea tidak ingin marah atau sedih lagi, karena tidak diajak jalan sama sekali
Dilain sisi, Dion tersenyum puas dengan kerjaan asisrennga yang berhasil minta Tasya masuk kedalam list mahasiswa yang masuk kedalam daftar mahasiswa yang menerima magang di kantornya.
" Kerja yang bagus om, bikin perempuan cuek itu besok mulai magang di kantor, kita lihat dia tetep cuek atau tidak sama sekali ke saya" Batin Dion Dengan senang, karena bisa bikin Tasya magang karena tidak tertarik sama sekali dengan Dion
" Dion, apa mau temani saya ke supermarket didepan itu, saya mau beli pempers." Ucap Fika tiba tiba muncul, sejujurnya malu minta ditemani oleh Dion tapi ini sudah malam dan takut jika pergi sendiri
" Tentu boleh dong, apa kamu bawa kunci mobil?" Tanya Dion yang seneng karena Fika minta jalan berdua saja, walaupun cuman ke supermarket saja
Dilain sisi, Tomi bahagia sekali karena liburan kali ini, tanpa ada Gea dan Yono sama sekali, membuat Tomi bisa tenang menikmati liburan bersama keluarganya.
" Alhamdullah dua benalu itu tidak ikut jalan jalan sama sekali, tidak akan ganggu kebersamaan saya dan anak anak terutama Fika, seperti nya seterusnya seperti ini saja deh, pergi tanpa mereka lebih tenang." Ucap Tomi yang tidak pernah tenang, setiap kali Fika minta Gea dan Yono ikut jalan jalan.
"Sayang, lagi apa diluar villa?" Tanya Angggun sambil peluk Tomi dari belakang, melihat suaminya sendirian di sepan.
" Aku habis kirim chat ke Gea dan Yono untuk mereka tidak ganggu waktu kita bersama Fika, sampai hari senin." Lanjut Tomi bahagia, karena tidak ada yang ganggu waktu liburannya.
" Oh mereka lagi, yah aku juga bahagia sayang tidak ada mereka, yah sudah ke kamar yuk sayang, disini udaranya dingin sekali apa papi tidak merasa dingin? " Tanya Anggun, Angggun sudah lama tidak memberikan vitamin untuk Tomi.
__ADS_1
" Iyah boleh sayang, aku juga merasa dingin disini" Lanjut Tomi, yang mengerti istrinya yang lagi kepengen
Tomi langsung ajak Anggun masuk kedalam villa, dan berduaan didalam kamar sampai pagi, sambil memberikan vitamin untuk Anggun yang sudah lama tidak diberikan.
Dilain sisi, Dion terima telefon dari asistennya, bahas nama nama mahasiswa yang magang di kantornya.
" Om, bagus sekali, sudah merubah peraturan baru om, saya tahu perempuan cuek itu bisa membuat desain yang bagus dan layak untuk diterima om." Ucap Dion saat saluran telefon terhubung, Dion bahagia karena akhirnya ada cara deketin perempuan cuek yang satu satunya tidak tertarik dengan Dion.
" Yah dong Dion, masa merubah begitu saja tidak bisa Dion, om dapat apa nih karena berhasil membuat perempuan incaran kamu bisa magang di kantor? " Tanya Asistennya Dion diseberang telefon, yang sengaja ledekin Dion
" Apa sih om, nanti kita bahas besok saja di kantor yah dan terimakasih yah om atas bantuannya" Lanjut Dion bahagia karena berhasil membuat Tasya bisa magang, cuman Tasya temen yang tidak ingin magang di kantornya.
" Kamu seneng sekali, apa mendapatkan proyek?" Tanya Fika melihat Dion senyum senyum sendiri
" Gawat, saya lupa lagi angkat telefon didepan Fika, bisa bisa marah dia kalo tahu saya memanfaatkan jabatan untuk iseng dengan temen." Batin Dion menyesal, memperlihatkan bahagianya karena berhasil membuat Tasya magang.
" Iyah Fika saya bahagia sekali pekerjaan saya berhasil, jadi kan tidak sia sia kuliah sambil kerja kan." Lanjut Dion pura pura, supaya Fika tidak marah karena niat Dion yang sebenernya.
" Alhamdulillah Dion, saya ikut pekerja kamu selalu lancar dan berhasil, perjuangan yang tidak sia sia." Lanjut Fika ikut bahagia, karena proyek yang dikerjakan oleh Dion berhasil.
" Iyah alhamdulillah Fika" Lanjut Dion yang seneng melihat wajah bahagianya Fika yang mengira jika Dion berhasil mendapatkan proyek padahal seneng karena membuat Tasya bisa magang dengan mudah dan cepat.
__ADS_1