
Bukan Dion namanya jika tidak Memanfaatkan keadaan, Dion ajak temen temen yang magang di kantornya untuk berangkat bareng ke kantornya.
" Dina, Vivi, Tasya, dan Violet. Apa kalian mau bareng berangkat ke kantor saya? Biar motor kalian dibawain oleh karyawan saya? Kita makan siang bareng bareng sebelum kita kerja bagaiman?" Tanya Dion sambil melihat Tasya, yang tidak tertarik dengan ajakan Dion.
" Apa bareng, apa dia modus lagi dan dia masih modus ke saya atau ke mereka yah, astaga kok jadi geda rasa seperti ini yah, gara gara kebiasaan setiap hari modus" Batin Tasya jadi gede rasa dan kesel karena Dion selalu bisa modus kesiapapun
" Tentu mau dong, masa ditolak sih bareng bos muda dan sukses seperti kamu Dion,boleh saja kok motor saya dibawa oleh karyawan kamu" Ucap Dina dengan senang hati, karena tidak setiap saat bisa bareng Dion
" Saya juga mau bareng kamu, sekalian kita belajar bareng, selama diperjalanan ke kantor kamu, lumayan kan sejam perjalanan ke kantor " Ucap Vivi yang tidak kalah modusnya dengan Dion
" Bener Dion, kamu bawa mobil dan kita bantuin kamu bikin jawaban tugas kuliah kalo ada dan lumayan kan sama saama pinter jadinya." Ucap Violet yang tidak pernah menolak ajakan Dion untuk bareng pakai mobilnya
" Bagaimana kamu mau ikut? Temen temen mau bareng dengan saya?" Tanya Dion senyum melihat Tasya, yang bener bener cuek dengan Dion dan tidak memberikan antusias seperti Dina, Vivi, dan Violet. Yang kelihatan senang diajak bareng ke kantornya.
__ADS_1
" Tidak usah terimakasih, saya bisa berangkat sendiri ke kantornya kamu" Tegas Tasya yang tidak ingin, Gede rasa karena ajakan Dion
" Yah sudah, kalo tidak mau bareng dan temen temen yang mau bareng sini kunci motornya, biar pas karyawan saya datang mereka langsung bawa motor kalian ke kantor." Lanjut Dion berusaha santai tidak menunjukan rasa kesel sama sekali, tapi Dion tidak akan membiarkan Tasya berangkat sendirian ke kantor.
" Ini kunci motornya Dion, terimakasih yah mau bareng kita ke kantor kamu." Lanjut Violet langsung kasih motornya langsung disusul oleh Dina dan Violet.
Dion melihat Tasya beneran tidak memberikan kunci motornya, Dion bakal membuat Tasya mendadak bareng Dion dari pada naik angkutan umum ke kantornya Dion.
Dilain sisi, Fika sedih sekali karena Gea dan Yono tidak memiliki rencana untuk merayakan ulang tahunnya, Fika memang seneng ulang tahunnya dirayakan tapi jika melihat orang tuanya tidak kompak, membuat Fika jadi sedih dan lebih baik tidak dirayakan sama sekali.
" Biarin saja sayang, jika memang papi dan mami, yang mau siapin semuanya yah sudah biarin saja sayang, yang penting kan acara syukuran ulang tahun anak bunda, dirayakan bersama temen temen Fika kan." Ucap Gea berusaha tidak sedih, karena tidak diajak sama sekali oleh Tomi untuk sumbang ide sama sekali.
" Yah sudah kalo itu pemikiran bunda, bunda tidak mengerti maksud Fika. Yah sudah Fika berangkat kuliah dan kerja yah" Lanjut Fika mulai kesel, karena Gea sama sekali tidak berusaha memberikan ide dan tenaga untuk siapin pesta ulang tahunnya.
__ADS_1
" Hati hati dijalan yah nak, kalo ngantuk bawa mobilnya langsung telefon karyawan kantor supaya bisa jemput Fika dan bawa mobil Fika supaya tidak sendirian bawa mobilnya yah." Lanjut Gea yang tidak ingin, Fika ngantuk memaksakan diri bawa mobil jarak jauh ke kantor.
" Iya bunda" Lanjut Fika, Fika langsung mencium tangannya Gea sebelum masuk kedalam mobilnya menuju kampus
Fika sudah malas bahas ulang tahunnya untuk dirayakan lagi, karena percuma Gea tidak mau merubah niatnya yang mau bantuin Anggun untuk siapin pesta ulang tahunnya Fika.
Dilain sisi, Tomi minta Bowo untuk sewa tempat untuk merayakan ulang tahunnya Fika, sekaligus minta pesenanin makanan untuk ulang tahunnya Fika.
" Bowo tolong kamu cariin gedung untuk pesta ulang tahunnya Fika, karena saya mau rayain di Bandung, ulang tahunnya Fika H-1 hari ulang tahun Fika karena pas hari ulang tahunnya giliran Dion yang dirayakan di Solo. kamu selesain sewa gedung dan sekalian cariin katering untuk makanan di hari ulang tahunnya Fika dan kamu cari souvernir yang cocok yah." Ucap Tomi saat saluran telefon terhubung, Tomi ingin sekali memberikan pesta ulang tahun mewah untuk Fika.
" Siap, oh yah Gea dan Yono tidak bantu sama sekali? semuanya kamu yang urus?" Tanya Bowo diseberang telefon
" Tidak bantu sama sekali dan saya sengaja karena tidak mau bareng mereka, supaya saya jadi orang tua tunggal yang merayakan pesta ulang tahun anak saya, dan mereka cuman jadi pengasuh anak saya saja. karena sampai kapan pun saya tidak anggap mereka orang tuanya Fika juga " Lanjut Tomi terus terang, Tomi anggap Gea dan Yono pengasuh Fika bukan orang tuanya, karena Gea saja dengan tega merahasiakan keberadaaan anak kandungnya selama bertahun tahun
__ADS_1
" Parah sekali pengasuh, tapi mereka pantas direndahkan seperti itu karena mereka sendiri jahat ke anda kan, oke nanti saya siapin semua Tomi.
" Biarin saja, yah sudah terimakasih yah Bowo mau bantuin saya." Lanjut Tomi tidak peduli, dianggap tega menganggap Gea sebagai pengasuh anak kandung sendiri.