CEO MUDA 2

CEO MUDA 2
Beli kado


__ADS_3

Intan kasih tahu Sarah, kalo ulang tahunnya Fika dan Dion dirayakanny terpisah, karena Dion dan Fika sudah punya temen sendiri sendiri


" Sarah, ulang tahunnya bang Dion dan ka Fika dirayakan nya terpisah, kita bakal ke Bandung dan ke Solo, untuk rayain ulang tahun mereka dan kita beli kado yuk untuk mereka" Ucap Intan yang ingin sekali ajak Sarah, datang ke acara ulang tahunnya Dion dan Fika bareng


" Kok dipisah begitu Intan? perasaan tahun kemarin dirayakan bareng kan?" Tanya Sarah heran, karena tahun ini dirayakannya terpisah


" Kata papi sih, ka Fika dan bang Dion kan sudah kuliah nya beda dan sudah punya temen masing masing, takutnya tidak nyaman kalo digabung acara mereka. jadi ka Fika H-1 sebelum hari ulang tahunnya dan bang Dion saat hari ulang tahunnya" Lanjut Intan, yang kemarin denger rencana Tomi yang mau Merayakan ulang tahunnya Fika dan Dion dirasakan terpisah.


" Oh begitu yah, yah sudah kita beli kado sambil makan siang yah di Mall, oh yah Intan mau tanya dong bang Dion lagi deket cewek tidak yah?" Tanya Sarah yang masih mencintai Dion, tapi dion selalu anggap Sarah sahabat kecil bersama Intan.


" Iyah, kamu masih suka dengan bang Dion? saran saya sih move on saja deh, saya jadi tidak tega kamu mencintai bang Dion tapi abang buaya tidak merespon baik perhatian yang kamu berikan ke Abang buaya?" Tanya Intan, yang tidak tega melihat Sarah yang sudah tunjukin cintanya ke Dion dan selalu diabaikan oleh Dion,Bahkan sampai sekarang.


" Baik lah Intan, kamu bener jika bang Dion tidak ada rasa ke saya untuk apa saya mempertahankan rasa ini, dan bang Dion juga selalu anggap saya sebagai sahabat kecil saja." Lanjut Sarah setuju untuk moveon, dari pada menunggu yang tidak pasti.


Intan kesel dengan Dion, yang tidak ingin memberikan perhatian lebjg ke Sarah.


Dilain sisi, Dion dipanggil para dosen, untuk kasih kesempatan magang untuk kelas lain, walaupun masih semester satu.

__ADS_1


" Dion, yang bapak dengar di kelas kamu, diberikan program magang untuk semester satu juga, apa boleh setiap mester juga diberikan kesempatan magang? karena yang semester dua sampai semestrr lima, banyak yng minta bantuan kita, untuk sampaikan ke kamu soal magang, intinya sih dari semester satu sampai semester delapan dikasih magang oleh kamu. apa boleh?" Tanya Dosen, yang sampaikan pendapat mahasiswa nya bahas ke Dion, soal magang dan diberikan kesempatan magang juga.


" Yah baik lah pak, biar tidak dianggap pilih kasih, kalian berikan nama nama mahasiswa dari semester satu sampai semester delapan ke kantor, biar orang kantor yang memberikan jadwal magang untuk temen temen disini. tapi disesuaikan jam kuliah mahasiswa supaya tidak bentrok nantinya." Ucap Dion tidak enak tolak keinginannya dosen, Dion sadar ini konsekuensi Dion karena sudah memberikan ijin temen temennya untuk magang dan pasti membuat kelas lain merasa iri yang sudah diberikan kesempatan magang oleh Dion.


" Baik nanti kita kasih list nama mahasiswa disini, kita setuju untuk magang gantian dan Terimakasih sudah memberkkan kesempatan untuk kelas lain dan semester lain untuk merasakan magang juga." Ucap Rektor kampus, tidak menyangka jika Dion ingin memberikan kesempatan magang untuk semu kelas


Dilain sisi, Temen temen sekelas Fika, akhirnya tahu jika Fika sudah kerja dan seorang bos muda penerus Tomi diperusahaannya.


" Fika, kata kaka saya, kamu bos di perusahaan Abcde ya, kaka saya yang sering anterin saya ke kampus, pernah melihat kamu masuk kedalam perusahaan Abcde, kaka saya lagi melamar pekerja di kantor itu." Ucap Wiwin yang kemarin diceritain oleh kaka nya, pernah melihat Fika masuk ke perusahaan Abcde dan melihat karyawan di kantor itu, sapa Fika dengan ramah


" Iyah Alhamdulillah, maaf saya tidak hafal kaka kamu pas masuk kantor saya, jadi tidak bisa sapa kaka kamu" Ucap Fika terus terang, karena yang sapa Fika banyak orang dj lobi kantor.


" Maaf tidak bisa, sesuai peraturan perusahaan, kalo yang mau menerima magang itu semestet enam sampai semester delapan saja." Lanjut Fika berusaha tegas, karena jika diijinkan magang dari sekarang, takut nya temen temannya seenaknya.


" Yah sudah deh kalo tidak boleh." Lanjut Wiwin sedih, padahal Wiwin ingin sekali merasakan magang dari sekadang justru ditolak.


Dilain sisi, Anggun bingung Sekali, mau beliin gaun untuk Gea atau tidak sama sekali.

__ADS_1


" Mau beliin gaun atau tidak yah untuk Gea, pas datang diaacara ulang tahunnya Fika?" Tanya Anggun melihat Yuli, yang mau temani Anggun belanja karena sekalian mau beli baju juga, untuk ikut datang ke pesta ulang tahunnya Fika.


" Memangnya kenapa tidak dibelikan? Saran saya lebih baik kamu dan Gea berdamai saja Anggun, jjka kalian seperti ini terus apa tidak kasihan Fika melihat orang taunya tidak kompak, walaupun saya tahu perasaan sakit hati kalian tapi bagaimana perasaan Fika yang sedih melihat orang tuanya saling diam dan tidak kompak sama sekali?" Tanya Yuli yang tidak tega membayangkan perasaan sedihnya Fika, yang selalu sedih melihat keempat orang tuanya tidak kompak sama sekali


" Mas Tomi sampai sekarang saja masih dendam ke Gea dan Yono, saya lebih menghargai perasaan suami saya walaupun tidak tega jika tahu Fika sedih melihat orang tuanya tidak kompak, tapi bagaimana yah luka bertahun tahun tidak bisa hilang dengan kata maaf saja. yah sudah kita lanjut beli baju dan tidak usah memikirkan untuk Gea, keenakan dia dibelikan baju padahal sudah punya suami juga." Lannjut Anggun yang tidak jadi belikan Gea baju untuk acara ulang tahunnya Fika dan Dion.


" Ya susah juga, kalo Tomi masih belum rela berdamai sepenuhnya, tidak bisa dirubah juga. yuk lanjut belanja kalo begitu" Lannjut Yuli pasrah, kalo Tomi masih keras kepala, tidak akan merubah keadaan sama sekali.


Yuli dan Anggun melanjutkan belanjanya dan Anggun sudah ukur baju untuk Dion dan Fika, supaya sudah ketemu dengan kedua anaknya ukuran bajunya pas.


Dilain sisi, Dion sengaja ajak makan siang bareng, temen temannya sebelum berangkat kerja, awalnya Tasya menolak tapi karena dipaksa temen temennya akhirinya diterima juga karena merasa tidak enak diajak makan bareng tapi ditolak terus.


" Hari ini tidak ada tugas, kita bisa tenang magang hari ini." Ucap Dion lega, karena tidak harus susah payah kerjain tugas kampusnya


" Selain itu, kita tidak dibuat pusing mikir kan, jadi bisa fokus kerja." Ucap Violet lega, karena dosen tidak ada satu pun yang kasih tugas


" Oh yah temen temen, motor kalian sudah dibawa oleh karyawan saya, supaya dibawa duluan ke kantor, biar kita habis makan bisa santai jalan ke kantor. " Lannjut Dion yang sengaja, bawa duluan motor temen temennya supaya tidak ribet nunggu motor datang, Dion sudah perintah kan karyawannya untuk kempesin kedua ban motornya Tasya.

__ADS_1


" Mantap gerak cepat yah" Ucap Dina senang karena jadi berangkat bareng Dion.


__ADS_2