CEO MUDA 2

CEO MUDA 2
Fika cantik sekali


__ADS_3

Dion yang baru sampai rumahnya Gea, memilih duduk diruang tamu, sekalian melihat foto fotonya Gea, Yono, dan Fika. yang dicetak dan dipajang diruang tamu.


" Fika cantik sekali dari kecil, andaikan ayah dan bunda memperkenalkan Fika dari kecil, pasti bahagia sekali bisa deket dengan Fika dari kecil." Batin Dion, yang menyayangkan sikapnya Gea dimasa lalu, yang seenaknya tidak kasih tahu jika Gea Sudah melahirkan dan Dion bisa deket dengan Fika, selalu jalan jalan bersama


" Dion, maaf yah kita telat soalnya sekalian bawain bajunya Fika. " Ucap Gea yang baru selesai siapin baju ganti untuk Yono, Gea, dan Fika.


" Santai saja bunda, yah sudah yuk kita jalan sekarang bunda, ayah sudah nunggu diluar katanya lagi cek mobil untuk dibawa perjalanan jauh." Ucap Dion, Dion bawain tas yang dipegang oleh Gea untuk dibawain ke mobil.


Dilain sisi, Vivi, Violet, Dina, dan Tasya. beli kado ulang tahun untuk Dion. Tasya walaupun kesel dengan Dion yang selalu saja modusin dirinya, masih mau diajak beli kado untuk Dion.


" Besok Dion ulangtahun, enaknya dibeliin apa yah? biar bisa dipake oleh Dion setiap kali ke kampus?" Tanya Vivi yang ingin sekali, beliin Dion barang yang bisa Dion pakai.


" Apa yah bingung juga sih, yah sudah lah jam tangan saja deh saya, biar bisa dipakai oleh Dion setiap saat." Ucap Violet yang bingung mau memberikan apa untuk Dion, akhirnya kepikiran untuk beliin Dion jam tangan.


" Saya jaket saja kali yah, biar terlihat cool dia pakai jaket pemberian saya, kalo kamu beliin apa Tasya?" Tanya Dina, yang akhirnya mendapatkan ide kasih jaket untuk Dion.


" Kacamata, yah itu saja deh biar dia tidak kegenitan melihat perempuan selalu dimodusin dan tebar pesona heran, merasa kegantengan sekali dia." Batin Tasya yang mendapatkan ide untuk beliin Dion kacamata, sekalian mau ledekin Dion supaya berhenti modus modus ke temen temen kampusnya.


" Kacamata saja deh, Dion kan bawa mobil supaya tidak silau setiap bawa mobil." Ucap Tasya dengan santai, padahal tanpa Tasya sadari, Tasya sudah mulai perhatian dengan Dion.


" Cie cie peduli dengan Dion, baik lah karena kita sudah tahu apa yang mau kita kasih besok, yuk belanja supaya bisa dibungkus kadonya dan besok dikasih langsung ke Dion." Ledek Violet melihat Tasya, yang diam diam memperhatikan Dion juga

__ADS_1


" Apaan sih, sudah deh tidak usah godain saya seperti itu, yuk belanja kado untuk Dion." Lanjut Tasya kesel, padahal Tasya tidak bermaksud perhatian ke Dion.


Tasya jalan duluan ke dalam mall, malas sekali jadi digodsin temen temennya karena peduli dengan Dion, supaya tidak silau setiap bawa mobil.


Dilain sisi, Mobilnya Tomi, sudah tiba dirumahnya Dion, membuat Anggun, Fika, Intan, Sarah, dan Yuli. masuk kedalam rumahnya Dion.


" Kamar tamu sudah dirapihkan, Kalian bisa istirahat di kamar tamu yah." Ucap Tomi yang langsung masuk kedalam rumahnya Dion


" Setelah Dion, Gea, dan Yono. tiba disini baru kita makan diluar yah." Ucap Anggun yang ingin, makan malam keluarga di luar rumah dan tidak ada acara masak apapun.


" Yah tidak bisa mami, karena Intan dan ka Fika sudah janjian mau makan malam dan jalan jalan, bersama ka Tasya dan kita juga mau jemput ka Tasya juga." Ucap Intan, yang sudah janjian kalan bersama Tasya.


" Bukan, temen kampusnya Dion, kita sih kenalan pas anterin dia pulang setelah magang sampai malam, pas kita kesini, dari pada kita biarin dia pulang sendirian pas kita ke kantornya Dion, jadi tidak sengaja kemu dan kenal sih." Ucap Fika, Fika berharap deket dengan Tasya tidak dianggap mendukung Dion deket dengan Tasya.


" Betul itu, dari pada abang buaya yang anterin pulang ka Fika, yah sudah lebih baik kita saja deh yanh anterin pulang, jadi pas kesini kita punya temen baru dan sepertinya incaran abang buaya sih." Lanjut Intan yang ngerti, modus modusnya Dion yang minta Tasya pulang magang malam.


" Ya sudah lah, jika kalian punya acara sendiri, biarin orang tua saja yang makan bareng bareng." Lannjut Anggun, sedih karena anaknya punya acara sendiri teryata


" Maaf yah mami, kita tidak bilang ke kalian dulu dan akhirnya membuat janji bersama Tasya deh." Lanjut Fika merasa tidak enak, membuat orang tuanya sedih karena tidak jadi makan malam keluarga.


" Santai saja sayang, sudha sana istirahat kalian sebelum malam kalian bakal kuliner lama kan bersama Tasya." Lanjut Tomi, Tomi langsung jalan duluan masuk kedalam rumahnya Dion, untuk jalan menuju kamarnya, kamar Tomi dan Anggun, kamar khusus yang tidak boleh dipakai oleh siapapun.

__ADS_1


" Yah sudah anak anak, selamat istirahat yah dan jangan kebanyakan ngobrol supaya nanti malam tidak ngantuk saat bawa mobil." Lanjut Anggun, yang langsung susul Tomi untuk istirahat duluan.


" Ya Sudah Kita juga istirahat sekarang, supaya nanti malam tidak ngantuk yang ganggu waktu jalan jalan Kita " Lanjut Intan, yang langsung jalan duluan, untuk ke kamarnya dan mau tidur cepet supaya tidurnya tidak merasa kurang.


" Sarah, mau tidur bersama kita atau bersama tante Yuli?" Tanya Fika melihat Sarah, yang sudah terlihat ngantuk.


" Bersama bunda saja deh ka, nanti setelah mandi baru keluar kamar gabung bersama kalian." Lannjut Sarah, yang sejujurnya ingin bersama Intan dan Fika, tapi tidak tega membiarkan bunda nya tidur sendirian.


" Ya sudah tidak masalah, kalo begitu ka Fika jalan duluan yah." Lanjut Fika, langsung jalan menuju kamarnya, karena Fika juga sudah mengantuk.


" Yah sudah yuk sayang, kita juga istirahat yah" Ucap Yuli langsung jalan, Yuli salut dengan Tomi yang memberikan rumah mewah untuk anak anaknya tinggal sendirian, untuk kuliah dan kerja


Dilain sisi,Dion kaget saat mendengar pertanyaan Yono, yang tanya Dion sudah punya pacar atau belum..


" Dion, Besok kue ulang tahun potongan pertama diberikan ke siapa? apa kamu sudah punya pacar? Pacar kamu temen kampus atau temen kuliah? " Tanya Yono penasaran, karena Yono ingin tahu urusan pribadi anak tirinya


" Tidak tahu ayah, Dion belum punya pacar sama sekali, dan jika kasih Fika pasti bakal rame lagi dan dibilang buaya gagal move on." Ucap Dion, Dion sampai sekarang masih mencintai Fika tapi kenyataan yang membuat Dion tidak bisa jadian dengan Fika.


" Ya mana boleh lah Dion, kamu kasih kue Potongan pertama untuk mami dan kedua baru papi kamu. sedalam apapun perasaan kamu untuk Fika tetep saja kalian tidak bisa deket lebih dari saudara tiri." Ucap Gea, yang sejujurnya tidak tega melihat Dion yang masih saja simpan rasa untuk Fika.


" Iyah bunda, Dion mengerti. " Lanjut Dion pasrah, bisa modus dan deket Fika tapi tidak bisa menjadikan Fika pasangan hidup sama sekali

__ADS_1


__ADS_2