
Tasya, Vivi, Violet, dan Yuyun. siap siap ke kantornya Dion, untuk menjalankan magang pertama kalinya, Vivi melihat Dion keluar dari kamar mandi umum langsung terpesona dengan penampilan formalnya Dion.
" Dion, Sudah siap ke kantor kamu yah? apa kita Boleh bareng?" Tanya Violet yang ingin sekali satu mobil dengan Dion
" Boleh tidak? soalnya saya tidak bawa motor dari rumah?" Tanya Yuyun yang ingin juga merasakan satu mobil bersama Dion
" Boleh kan Dion? buruan yuk jalan takut kesiangan magangnya?" Tanya Vivi yang tidak ingin magang nya tidak bisa lama.
" Iyah sudah boleh hayo" Ucap Dion bahagia karena temen temennya, mau bareng ke kantor untuk magang hari ini
" Saya naik motor sendiri, jadi tidak mau bareng kalian ke kantor naik mobilnya Dion." Ucap Tasya langsung pergi, Tasya ingat ucapan orang tuanya untuk tidak kecentilan dengan Dion
" Dia mandiri sekali, tahu magang bawa motor sendiri, tidak seperti mereka yang sengaja tidak bawa motor padahal mau magang" Batin Dion yang tidak suka dengan cewek kecentilan selama kenal dengan Tasya, jadi suka dengan perempuan cuek seperti Tasya
Dion bersama temen temnnya jalan ke parkkran mobil, dan pergi bareng ke kantornya.
Dilain sisi, Fika melihat mobilnya, tidak bisa dinyalakan membuat Fika, langsung telpon supir kantor.
" Hallo pak, tolong ke kampus yah, kalo bisa berdua karena mobil saya tidak bisa nyala pak. " Ucap Fika saat saluran telefon terhubung
" Baik nona Fika, kita akan ke kampus nona, mau kita bawa mobil atau motor yah?" Tanya Supir kantor diseberang telefon
" Bawa motor juga tidak masalah pak." Lannjut Fika yang penting bisa sampai di kantor sekarang, dari pada terlambat ke kantor dari pada telat.
" Tunggu sebentar yah nona, kita berangkat sekarang." Lanjut Supir kantor yang mau ke kantornya Fika, untuk bantuin Fika, karena mobil nya tidak bisa jalan sama sekali.
"Iyah pak" Lanjut Fika yang setuju nunggu supirnya datang ke kantor, karena mobilnya tiba tiba tidak bisa dijalankan
Fika langsung cek email kantor, sambil nunggu supirnya datang ke kampus untuk jemput Fika supaya bisa dianterin ke kantornya
__ADS_1
Dilain sisi, Firman ajak Intan jalan jalan setelah pulang sekolah, membuat Intan bahagia karena diajak oleh temannya.
" Intan, ke mall yuk" Ucap Firman yang mau ajak Intan jalan jalan berdua
" Mau ngapain ke Mall?" Tanya Intan penasaran karena Firman tiba tiba ajak jalan Fika.
" Beli buku di Mall, apa mau ikut?" Tanya Firman yang sebenarnya modus beli buku, supaya bisa jalan bersama Intan.
" Kalian mau ke Mall?" Tanya Sarah yang kalah cepat ajak Intan, padahal Sarah mau ajak Intan untuk berenang di rumahnya sambil belajar bareng.
" Iyah nih Sarah, yah sudah kita jalan duluan yah." Lanjut Intan malu karena pertama kalinya diajak jalan oleh teman sekelas
" Duluan yah Sarah" Lanjut Firman langsung jalan ke motornya, membuat Intan langsung telefon supirnya Anggun untuk bawa mobilnya karena Intan diajak jalan oleh Firman ke Mall.
Dilain sisi, Bowo yang rindu dengan Yuli, langsung Vidio call istrinya mumpung jam makan siang
" Hallo bunda, lagi ngapain nih?" Tanya Bowo, saat saluran telefon terhubung
" Masak apa tuh? hari Jum'at ayah pulang ke Jakarta bunda, sekali kali supaya bunda tidak usah ke Bandung terus" Lanjut Bowo yang kangen dengan kemesraan bersama Yuli didalam kamar berduaan.
" Sarah pasti bahagia, karena ayah mau pulang ke sini, boleh saja sayang, aku juga senang karena ayah mau pulang ke rumah." Lanjut Yuli bahagia karena akhirnya Minggu ini Bowo yang mau pulang ke Jakarta.
" Iyah sayang, bunda siapin malam romantis kita yah, supaya malam indahnya semakin romantis " Goda Bowo, yang ingin menikmati malam romantis lagi bersama Yuli, didalam kamar berdua
" Iyah sayang, aku siapin semuanya" Lanjut Yuli tersipu malu karena Bowo mau menikmati suasana romantis berdua saat dirumah nanti.
Yuli membiarkan telefon nya tetep tersambung, sekalian banyak yang dibahas bersama Bowo.
Dilain sisi, Dion masuk kedalam ruangannya bersama Tasya, membahas pekerjaan yang harus Tasya kerjakan sekarang.
__ADS_1
" Tasya, ini list yang harus kamu kerjakan sekarang, karena kamu magang dari siang jadi kamu magang sampai jam setengah enam yah, karena pekerjaan sekretaris lebih banyak dari pada staff biasa" Ucap Dion memberikan berkas berkas dan kertas ke Tasya
" Baik pak Dion, tidak masalah karena konsekuensi baru kerja jam segini pak. baik kalo begitu saya ke meja saya dulu." Ucap Tasya yang bingung mau bilang apa ke Dion.
" Yah sudah silahkan saja" Lanjut Dion mempersilahkan Tasya untuk ke mejanya, supaya bisa mulai kerja.
Tasya langsung jalan ke mejanya untuk mulai kerja, Tasya berusaha bersikap profesional selama ada di kantornya Dion dan tidak seenaknya.
" Harus mulai meluluhkan hatinya Tasya, supaya bisa terlihat keren, bisa meluluhkan hati perempuan cuek seperti Tasya yang tidak menunjukan ketertarikannya dengan saya." Batin Dion menatap Tasya yang keluar dari ruangannya.
Dilain sisi, Vivi, Violet, dan Yuyun. merasa iri karena Tasya mendapat kan kesempatan magang mendapatkan posisi sekretaris nya Dion.
" Sebel sekali, saya yang kagum dengan Dion, tapi tidak dipilih jadi sekretarisnya selama magang." Ucap Vivi kesel, karena yang mendapat kan kesempatan Deket dengan Dion justru Tasya.
" Bener tuh, padahal Tasya cuek sekali dengan Dion, tapi justru dikasih kesempatan magang dengan posisi yang bagus begitu." Protes Violet yang tidak terima, karena tidak kedapatan Deket dengan Dion selama ada di kantor.
" Setahu saya yah temen temen, yang menentukan magang bukan Dion tapi ada bagiannya, jadi tidak bisa berfikir negatif ke Dion seperti itu." Ucap Yuyun yang ngerti, bagian bagian penerimaan mahasiswa untuk magang
" Bener sih, cuman kesel saja tidak dipilih, jadi salahkan Dion dehh, yah sudah mulai kerja yuk sebelum ditegur oleh manajer nantinya." Lanjut Violet pasrah dan sadar karena posisi magang sudah ditentukan, selama tiga bulan dan tidak bisa diganti sampai batas akhirnya selesai.
Violet, Yuyun, dan Vivi. kembali ke mejanya sebelum ditegur oleh manajer masing masing, karena baru magang sudah banyak ngobrol
Dilain sisi, Bakhtiar yang melihat Fika dijemput oleh supirnya, langsung menghampiri Fika yang baru naik motor
" Mobil kamu kenapa Fika? sampai dibawa karyawan kamu?" Tanya Bakhtiar melihat ada orang yang masuk kedalam mobilnya Fika.
" Tidak tahu saya juga, perasaan tadi pagi baik baik saja, tapi sekarang tidak bisa jalan Sama sekali " Lanjut Fika yang langsung naik motor
" Ya ampun Fika, kenapa tidak minta bantuan saya sih, saya ada kenalan orang bengkel padahal. yah sudah hati hati dijalan yah." Lanjut Bakhtiar, Bakhtiar baru keluar dari kampus karena harus ke perpustakaan dulu
__ADS_1
" Tidak mau merepotkan kamu Bakhtiar, yah sudah kita duluan yah. pak hayo jalan" Lanjut Fika yang langsung minta supir kantor untuk jalanin motornya, menuju kantor untuk kerja.
" Baik nona" Lanjut Supir kantor, yang langsung menjalankan motornya