CEO MUDA 2

CEO MUDA 2
Sarah duduk


__ADS_3

Tomi bahagia sekali, bisa ketemu lagi dengan Fika dan Dion yang sibuk dengan pekerjaan dan kuliahnya, Tomi ajak keluarganya dan keluarganya Bowo untuk makan bareng sekalian ngobrol ngobrol bersama.


" Dion kamu bawa mobil dan Sarah duduk didepan yah, bareng bang Dion." Ucap Anggun berusaha deketin Dion dan Sarah, berharap Dion bisa jatuh cinta dengan Sarah, yang selama ini masih mencintai Dion.


" Mami masa sih Sarah, duduk disamping buaya sih, biarin Intan saja yang duduk disamping abang buaya satu ini." Ledek Intan yang kangen ledekin Dion, walaupun setiap minggu ketemu tapi tetep saja selalu rindu ledekin abangnya.


" Sembarangan bilang buaya, selama kuliah abang tidak pernah mempermainkan perempuan kali, dasar tikus kecil, walaupun abang kesel sama kamu, tapi abang kangen adik tikus kecil ini." Ucap Dion, yang tidak pernah marah dengan Intan walaupun setiap kali ketemu selalu saja saling ledek tapi selalu saling kangen.


" Dion ke saya kenapa tidak bisa seperti ke Intan yah, yang bisa saling ledek dan saling kangen sebatas saudara saja." Batin Fika yang iri melihat Dion, selalu saja setiap ketemu Intan saling ledek nama binatang.

__ADS_1


" Sudah yah buaya dan Tikus, kalian mau makan atau tidak? karena papi sudah lapar sekali nih?" Tanya Tomi kesel, karena anaknya kalo sudah saling ledek, pasti lama selesainya.


" Iyah nih, kalian apa tidak lapar? dari tadi berantem terus?" Tanya Sarah heran melihat Dion dan Intan setiap kali ketemu selalu berantem dan bisa lima belas menit.


" Biarin Fika dan Sarah saja yang duduk didepan, biarin Dion dan Intan duduk bersama orang tua saja." Ucap Fika yang akhirnya ngalah untuk bawa mobil, dari pada kelamaan melihat Dion dan Fika berantem tidak jelas.


" Yah sudah boleh saja"Lanjut Anggun pasrah, walaupun niatnya gagal karrna Dion dan Intan justru berantem yang tidak jelas.


Dilain sisi, Tasya kaget mendapatkan kabar dari pihak kampus, kalo Tasya mendapatkan kesempatan magang di perusahaanya Dion bersama temen temennya.

__ADS_1


" Selamat siang, ini adalah nama nama mahasiswa baru yang mendapatkan kesempatan magang di PT Abcde. ini tidak salah mendapatkan kesempatan magang di kantornya Dion? ngobrol juga jarang kenapa mendapatkan kesempatan magang yah, aneh sekali Dion ini." Ucap Tasya yang merasa heran dengan Dion, padahal Tasya ngobrol saja jarang apa lagi bahas magang pun tidak pernah, justru mendapatkan kesempatan magang seperti ini


Tasya balas chat yang dikirim dosen, yang membuat Tasya merasa heran karena tidak pernah minta magang dan bahas magang ini justru mendapatkan kesempatan dari pihak kampus.


Dilain sisi, Gea dan Yono sengaja tidak ikut makan siang bersama Tomi dan keluarganya, supaya Tomi tidak kesel dengan kehadiran Gea dan Yono.


" Kita tidak masalah kan sayang, makan di rumah berdua saja?" Tanya Yono merasa tidak tega melihat Gea dilarang ikut makan siang bersama Fika dan keluarganya Tomi


"Tidak masalah sayang, aku mengerti kok jika mas Tomi tidak nyaman dengan kehadiran kita, walaupun sudah berdamai tapi tetep saja tidak suka melihat kita ada ditengah tengah keluarganya. kita gabung jarang jarang saja sayang, demi menghargai perasaannya mas Tomi dan keluarganya." Ucap Gea pasrah, Gea sudah tidak ingin seperti dulu yang tidak terima selalu dilarang ikut pergi bersama Fika dan yang lain.

__ADS_1


" Alhamdullah jika bunda sudah mengerti, yah sudah makan yuk sayang, aku sudah lapar sekali." Lanjut Yono lega, karena Gea sudah mulai menerima kenyataan, jika Tomi tanpa diucapkan tidak nyaman dengan kehadiran Gea dan Yono yang ikut jalan jalan.


Gea mulai menyiapkan makanan untuk Yono, dan tidak terlalu mempermasalahkan lagi karena tidak boleh ikut jalan jalan bersama Tomi dan anaknya.


__ADS_2