CEO MUDA 2

CEO MUDA 2
Kerjain tugas


__ADS_3

Fika melihat Bakhtiar, temen sekelasnya jalan mendekati Fika yang lagi membuat tugas yang diberikan oleh dosennya di perpustakaan.


“ Kok kerjain tugasnya di perpustakaan Fika? Kenapa tidak di kelas bersama temen temen juga?” Tanya Bakhtiar, yang dari tadi cariin Fika yang tidak ada didalam kelas


“ Saya lebih suka disini karena tenang dan bisa focus membuat desain panti jompo yang diminta oleh dosen, ada apa kamu cari saya sampai sini?” Tanya Fika, Fika tidak kasih tahu Bakhtiar jika tugas sekarang bisa Fika jadikan proyek kerjaannya tentu atas ijin dosen yang tahu pekerjaannya Fika yang sebenarnya


“ Mau ajak kamu ke kantin tadinya Fika, oh yah apa kamu sudah makan?” Tanya Bakhtiar yang melihat mejanya Fika ada tempat makan dan botol minum


“Sudah Bakhtiar, tadi bawa bekel buatan bunda saya dan terimakasih sudah mau ajak saya ke kantin untuk makan bersama, tapi maaf yah tapi saya sudah bawa bekel” Lanjut Fika kasih lihat tempat makan yang disiapkan oleh Gea dari rumah


“ Ya tidak masalah Fika, yuk kerjain tugasnya bareng bareng kalo begitu” Lanjut Bakhtiar, yang langsung duduk didepannya Fika dan simpan buku yang dibawanya keatas meja.


Bakhtiar selalu seneng belajar bersama Fika, karena Fika temen yang cerdas dan hasil desainnya selalu bagus dan enak dilihatnya.


Dilain sisi, Intan dan Sarah makan di kantin sekolah, saat jam bel istirahat berbunyi.


“ Sar, nanti ke salon yuk, sekalian temani saya ke bengkel buat service mobil mau kan temani saya?” Tanya Intan sambil jalan menuju kantin sekolah


“ Mau saja Intan,lagian saya tidak ada kegiatan juga sih, enak sekali sih kamu sudah diijinkan oleh om Tomi untuk bawa mobil, sedangkan saya selalu diantar dan jemput oleh supir” Protes Sarah iri, karena Intan sudah diberikan kebebasan oleh Tomi


“ Mungkin karena kedua kaka saya sudah bawa mobil sendiri kali yah, supaya saya tidak iri karena bang Dion dan ka Fika bawa mobil sendiri ke kampus, jalan jalan, dan ke kantor bisa bebas kemana pun mereka mau, begitu Sarah” Lanjut Intan yang tahu alasan Tomi membelikan mobil untuk Intan disaat Intan sudah kelas tiga dan sudah memiliki KTP

__ADS_1


“ Kamu bener Intan,maaf yah kalo tadi saya iri ke kamu, karena kamu punya dua kaka jadi wajar kalo kamu juga bisa punya mobil sendiri” Lanjut Sarah yang baru mengerti alasan Intan dibelikan mobil oleh Tomi.


Dilain sisi, Tomi melakukan video call bersama Dion dan Fika, setelah kedua anaknya siap ditelefon oleh Tomi supaya tidak ganggu kegiatan belajar anak anaknya.


“ Hallo anak anak, kalian lagian ngapain?” Tanya Tomi saat saluran telefon terhubung, Tomi yang kangen dengan Dion dan Fika yang kuliah jauh sekaligus kerja di anak perusahaannya yang beda kota.


“ Dion lagi di kantin kampus nih papi, lagi makan dan papi kenapa tidak pergi makan papi?”  Tanya Dion diseberang telefon, Dion melihat Fika terlihat semakin cantic pakai baju formalnya walaupun ada di kampus


“ Sebentar lagi Dion, papi kangen saja dengan kalian jadi nelefon dulu baru beli makan, terus Fika apa sudah makan nak?” Tanya Tomi melihat Fika yang ada di perpustakaan


“ Fika sudah makan papi, tadi bawa bekel masakan bunda, tadi bunda masakin cumi goreng dan sayurnya juga, papi makan dong biar tidak sakit, masa kita saja yang sudah makan tapi papi yang belum makan sama sekali” Ucap


Fika diseberang telefon, Fika kasih lihat tempat makan yang dibawakan oleh Gea tadi pagi


“ Alhamdulillah lancar semuanya papi,  bisa diselesaikan dengan baik dan tepat waktu” Lanjut Dion, Dion hati hati menjawab setiap pertanyaan yang disampaikan oleh Tomi, takutnya temen temennya dengerin dan punya niat untuk minta bantuan untuk dapatin pekerjaan tanpa ada usaha melamar pekerjaan sama sekali.


“ Fika juga sejauh ini masih lancar papi, pekerjaan dan kuliah karena kan masih dibantu oleh om Bowo jadi belum ada yang sulit juga sih untuk menjalankan keduanya” Lanjut Fika merasa lega, karena Tomi telefon sudah tidak ada Bakhtiar karena tiba tiba pergi sebentar membuat Fika bisa angkat telefon dari Tomi.


“ Alhamdulillah, jika kalian masih bisa handel pekerjaan dan kuliah kalian, yah sudah anak anak sampai disini saja telefon kita, karena papi mau makan dulu” Lanjut Tomi langsung matikan telefonnya, karena sudah mulai lapar karena sudah jam makan siang.


Dilain sisi, Anggun datang ke rumahnya Yuli karena sudah tidak ada yang dikerjakan dirumah, membuat Anggun ingin ngobrol santai bersama Yuli sambil makan bersama.

__ADS_1


“ Anggun, apa Dion sampai sekarang masih jomblo?” Tanya Yuli yang penasaran, karena Sarah masih mencintai Dion sampai sekarang


“ Masih Yul, memangnya kenapa?” Tanya Anggun yang penasaran,karena tidak biasanya Yuli tanya Dion yang masih jomblo atau tidaknya


“ Soalnya Sarah masih mencintai Dion, dia takut komunikasi bersama Dion takutnya sudah punya pacar dan bikin cemburu pacarnya jika Sarah terus kirim chat bersama Dion" Lanjut Yuli terus terang, Yuli heran,karena anaknya begitu mencintai Dion sampai tidak bisa melupakan Dion sama sekali


" Ooh begitu yah, sejauh ini sih Dion bilang masih jomblo yah, karena Dion merasa tidak punya waktu untuk pacaran selama kuliah, karena kan waktu Dion lebih banyak untuk kuliah dan kerja, sedangkan sore sampai malam seringnya istirahat membuat Dion tidak mau, punya pacar tapi tidak punya waktu bersama yang banyak selama pacaran dan tidak mau merasakan lagi putus karena kurang waktu bersama pacar" Lanjut Anggun terus terang, Anggun selalu tanya Dion dan Fika, soal urusan asmaranya karena kedua anaknya tinggal jauh,membuat Anggun sering kirim chat ke anak anaknya soal urusan pribadinya.


" Syukurlah jika masih jomblo, jadi kan Sarah masih bisa kirim chat ke Dion,namanya temen kecil yang selalu bareng kemana mana, ada saja rasa rindu dan ada rasa ingin komunikasi tapi takut ganggu waktu Dion jika punya pasangan baru, terimaaksih yah Anggun sudah terus terang ke saya, jadi bisa kasih tahu Sarah" Lanjut Yuli senang, karena Dion masih sendiri dan belum punya pasangan sama sekali, membuat Sarah ada peluang bisa deket dengan Dion.


Dilain sisi, Dion melihat Tasya satu satunya temen sekelasnya,yang tidak terpesona dengan Dion, padahal Dion masuk kriteria pacar yang sempurna membuat Tasya tidak tertarik untuk deket dengan Dion sama sekali.


' Tuh cewek, cuek sekali sama saya, tidak tebar pesona seperti temen temen yang lain, selalu berusaha deketin saya dan membuat saya merasa bahagia diperhatikan oleh temen temen perempuan hampir sekelas, cuman Tasya saja yang tidak peduli sama sekali" Batin Dion kesel, karena ada satu temen yang tidak peduli dengan kelebihan yang Dion miliki dan tidak berusaha deketin Dion sama sekali.


" Dion, apa boleh saya duduk disini?" Tanya Yanti dengan senyum manisnya, Yanti ingin sekali bisa deket dengan Dion dan manfaatin Dion untuk bisa beli apapun barang barang yang Yanti inginkan


" Silahkan saja Yanti, kamu makan sedikit sekali apa kamu diet?" Tanya Dion melihat makanan yang Yanti bawa, Dion selalu ingat porsi makan Intan selalu banyak dan tidak membuat Intan gemuk karena sering olahraga sekaligus rutin minum jamu diet, sedangkan Fika sama seperti Yanti yang porsi makan tidak banyak


"  Tidak kok Dion, memang saya makan tidak banyak kok, lagian malu makan banyak ditempat umum dikirain rakus lagi kan"Lanjut Yanti yang tidak ingin makan banyak, apa lagi didepan laki laki


" Alasan yang masuk akal sih" Lanjut Dion yang memaklumi alasannya Yanti, yang tidak ingin malu karena porsi makannya yang tidak sedikit

__ADS_1


Yanti mulai makan dengan pelan pelan,berusaha menjaga image didepan Dion, supaya tidak malu jika makan nya yang terlihat tidak sopan dan  tidak enak dilihat sama sekali.


__ADS_2