
Dion siap siap berangkat ke kampus, sekaligus ketemu dengan Tasya yang disuruh magang, walaupun tanpa diinginkan oleh Tasya.
" Penasaran melihat ekspresi cewek jutek itu, saat dia tahu dipaksa magang walaupun belum waktunya, seorang playboy kalah dari perempuan model dia, payah sekali rasanya tidak bisa menaklukkan perempuan seperti Tasya." Ucap Dion siap siap ke kampus, baru kali ini Dion bahagia sekali ke kampus
Dilain sisi, Fika kurang seneng saat tahu Gea dan Yono masih jualan buka warung, padahal Fika akan memenuhi kebutuhan Gea dan Yono tapi tidak boleh jualan lagi.
" Ayah dan bunda, kenapa kalian masih jualan? Memangnya kalian tidak suka yah tinggal dirumahnya papi, tanpa ada kegiatan jualan lagi?" Tanya Fika sedih, karena Gea dan Yono masih saja jualan di rumah yang dibeli oleh Yono.
" Bukannya tidak suka sayang, tapi dirumah tanpa ada kegiatan juga bosan Sayang, lagian Jualan juga kan punya baanyak waktu bersama Fika, dari pada kita kerja lebih banyak waktu diluar rumah." Ucap Gea, yang tidak ingin direndahka. Oleh Anggun cuman karena tidak kerja sama sekali.
" Apa yang dibilang bunda bener sayang, dirumah terus juga bosan dan bingung mau ngapain kan, terus kalo kebanyakan jalan jalan juga tidak enak sama sekali sayang. Sudah sekarang buruan sarapan dan habisin lauk yang sudah bunda berikan yah." Ucap Yono, yang tidak tega melihat Fika sedih, karena Yono dan Gea masih saja mau jualan warungan di rumah barunya Yono.
" Yah sudah deh, jika kalian mau jualan karena mau ada kegiatan, setiap pulang kerja ke rumah ayah dan bunda, tapi tidur nya disini kan? Karena Fika tidak ingin membuat papi dan mami sedih karna Fika tidak tempati rumah mereka?" Tanya Fika yang tidak ingin meelihat orang ruanya berantem dan salah faham karena tempat tinggal saja
" Iyah sayang, sudh buruan sarapan, nanti kesiangan lagi ke kampusnya." Lanjut Gea, langsung kasih piring berisi nasi untuk Fika sarapan, sebelum berangkat ke kampus.
__ADS_1
Fika langsung menikmati sarapan yang diberikan oleh Gea, Fika ingin sekali melihat Tomi dan Gea rukun lagi, tapi kasihan Yono harus ditinggalkan demi keinginan seorang anak yang ingin melihat kedua orang tuanya bersatu kembali.
Dilain sisi, Anggun kepangin rambutnya Intan, karena hari ini Intan ingin sekali penampilan beda dengan rambut nya.
" Mami, kepangin dong rambut Intan, lagi pengen tampil beda." Ucap Intan, Intan memberikan karet untuk Anggun pakaikan di rambutnya Intan.
" Kepang satu saja yah sayang, kalo dua jelek dan terlihat culun kamu selama di sekolah yah. " Ucap Anggun yang mulai sisirin rambutnya Intan.
" Boleh saja mami, Intan juga tidak ingin terlalu terlihat culun hari ini." Lanjut Intan yang melihat Anggun dari pemantulan kaca di meja riasnya.
Intan yang sudah kelas tiga SMU, masih saja manja dengan Anggun dan tidak pernah dimarahin sama sekali oleh Anggun setiap kali Intan manja dengan Anggun.
" Dion, ko yang diterima magang cuman lima orang sih? kenapa tidak semuanya merasakan magang juga?" Protes Eki yang tidak kebagian magang pertama
" Kalo semuanya magang, kelas ini sepi dong dan masa kalian tidak ingin kuliah? kelas sepi tanpa mahasiswa selama tiga bulan?" Tanya Dion heran, karena temen temennya tidak berfikir kalo magang tidak mungkin semua temen temennya dapat kesempatan magang, didalam waktu yang sama.
__ADS_1
" Apa yang dibilang Dion bener, masa kita semua magang terus dosen bagaimana caranya kasih materi ke kelas kita jika kita semua magang, memangnya kalian tidak ingin lulus dengan baik apa? jika semuanya magang dalam waktu yang sama, sabar saja sih nanti juga dapat kesempatan magang juga. sesuai peraturan perusahaanya Dion juga " Ucap Tasya, Tasya heran melihat temen temennya yang norak sekali, tidak sabar mau magang dikantornya Dion, Tasya yang tidak minta magang saja mendapatkan kesempatan untuk magang dari Dion langsung
" Judes sekali kamu Tasya, kita juga cuman kasih pendapat saja kok, jangan sombong kamu karena mendapatkan kesempatan pertama untuk magang" Protes Nia kesal, karena Tasya tidak suka denger temen temen sekelas protes ke Dion, soal magang pertama.
" Coret permanen saja, orang seperti Tasya tidak asik jadi temen, jangan kasih dia kesempatan magang apa lagi kerja Dion, masa temen protes saja tidak boleh." Protes Umi tidak suka dengan ucapannya Tasya yang tidak mau denger temen temennya protes saja, karena mau magang saja harus bergilir
" Sudah-sudah jangan berantem terus, masih pagi juga, buat temen temen yang mau diterima magang, harus ikutin kriteria kelayakan untuk magang di kantor saya. mohon temen temen hargai peraturan yang sudah dibuat dari perusahaan saya, untuk syarat yang layak menerima magang selama tiga bulan di kantor saya, tidak seenaknya terima magang tanpa ikutin peraturan yang ada.
Dilain sisi, Bakhtiar melihat Fika baru turun dari mobil, merasa senang sekali karena akhirnya bisa ketemu dengan Fika yang selama liburan justru jalan jalan bersama keluarganya.
" Sombong yah selama liburan kemarin, diajak jalan selalu ditolak terus." Protes Bakhtiar kesel karena sulit ajak Fika jalan
" Maaf deh, habisnya orang tua saya ajak jalan sih, masa saya harus meninggalkan mereka begitu saja demi jalan bersama kamh sih. " Ucap Fika seneng, karena Bakhtiar selalu saja ajak Fika jalan.
" Yah sih, ya sudah hayo ke kantin, sebagai hukumannya dua hari tidak jadi jalan bersama saya, jadi sekarang temani saya beli makan yah karena saya lapar sekali." Lanjut Bakhtiar sambil pegang perutnya.
__ADS_1
" Baik lah, sebagai rasa bersalah saya, karena menolak ajakan kamu terus, sekarang saya mau temani kamu makan di kantin sampai jam pelajaran pertama dimulai." Lanjut Fika yang mau temani Bakhtiar makan di kantin kampusnya.
Bakhtiar bahagia sekali, karena sarapan ditemani oleh Fika, Bakhtiar dan Fika jalan bareng ke kantin kampus, Fika yang sudah sarapan dan masih kenyang, akhirnya memutus untuk beli minum saja.