
Dion yang kesel dengan kehadiran Indra tadi langsung ketemu dengan Indra sebelum pulang.
" Om, apa sih maksudnya tadi masuk kedalam ruangan Dion?kan tahu om, kalo Dion lagi berusaha deketin Tasya cuman dia satu satunya temen kampus yang tidak tertarik dengan Dion?" Tanya dan protesnya Dion, yang ngerti kalo Indra mau ganggu Dion dengan Tasya
" Cie ada yang tidak suka nih, om masuk ke ruangannya kamu, maaf maaf tadi om mau periksa pekerjaan kalian yah sudah sekalian bawa makanan untuk kalian supaya tidak makan terlalu malam." Ledek Indra melihat Dion marah karena tidak suka dengan kehadirannya.
" Bilang bilang dong, jadi kan tidak emosi ke om , yah sudah lah besok besok kalo mau periksa pekerjaan Dion, dan Tasya bisa nunggu kita makan malam saja om baru diperiksa, jadi kan tidak ganggu Dion dan Tasya kan." Lanjut Dion yang tidak ingin, ada yang ganggu kebersamaan nya dengan Tasya.
" Iyah deh, terus Tasya mana? tidak kamu tawarin dianterin pulang?" Tanya Indra melihat Dion ke ruangannya bukannya anterin Tanya pulang
" Pulang duluan om, tidak mau saya anterin om, katanya bawa motor sendiri, yah sudah lah pulang yuk om, Dion sudah ngantuk sekali dan lelah sekali karena temani Tasya kerja sampai magrib kan." Lannjut Dion langsung jalan meninggalkan ruangan Indra, supaya bisa cepet pulang ke rumah.
Dilain sisi, Tasya ceritain pengalaman pertama magang, membuat kedua orang tuanya memaklumi rasa lelah yang dirasakan oleh Tasya sekarang.
" Cape sekali rasnya badan ini, kerja dari jam satu siang sampai jam enam magrib." Protes Tasya saat duduk diruang makan bersama kedua orang tuanya.
" Sabar saja Tasya, namanya juga kerja memang cape nak, kamu selesai jam enam itu normal kok karena kan mulai kerja jam satu siang, beda dengan staff biasa yang pulangnya memang lebih cepet dari pada sekretaris." Ucap Ayahnya Tasya yang tidak salahin Dion karena membiarkan anaknya pulang malam
" Ingat sayang, konsekuensi dari temen temen dikelas kamu, yang kamu magang dari sekarang otomatis Dion sebagai seorang bos yang butuh anak magang, menerima keinginan temen temen kamu untuk magang berusaha berusaha bersikap adil." Ucap Bunda nya Tasya sambil memberikan teh manis hangat untuk Tasya
" Tapi tetep saja bikin cape bunda, yah sudah deh, Tasya mau langsung tidur saja bunda, soalnya sudah makan tadi di kantor." Lanjut Tasya, setelah minum habis teh manis hangat, langsung jalan menuju kamarnya untuk langsung tidur.
Dilain sisi, Tomi vidio call dengan Dion dan Fika, mau tanya kedua anaknya mau dibawakan makanan apa oleh Anggun, saat ke Solo dua hari lagi.
__ADS_1
" Dion, baru pulang kerja? Fika dari mana nih sepertinya cantik sekali?" Tanya Tomi saat saluran telefon terhubung
" Fika habis pulang belanja papi, ada apa telefon papi?" Tanya Fika diseberang telefon
" Iyah papi, Dion baru pulang kerja, soalnya temen Dion ada yang masih banyak pekerjaan yang harus selesai sekarang, jadi ditemani deh, temen Dion magang diposisi sekretaris. " Ucap Dion diseberang telefon, Dion ganti baju sambil dengerin Tomi dan Fika di telefon.
" Oh pantesan pulang belanja, rapih sekali Fika. awas yah Dion, macam macam dengan anak orang modus temani saat kerja sampai malam, papi yang bakal hajar kamu kalo sampai merusak anak orang." Tegas Tomi yang tidak ingin Dion seperti dulu, yang seenaknya kebebasan bersama Anggun,membuat Tomi akhirnya menikah dengan Angggun yang akhirnya punya dua istri
" Tenang saja papi, Dion tahu itu kok dan Dion kan punya dua saudra perempuan Jadi tidak mungkin macam macam." Lanjut Dion yang belum bisa panggil Fika dengan sebutan kaka, karena masih ada rasa yang tidak mudah dilupakan untuk Dion ke Fika
" Terus papi kenapa nelefn kita?" Tanya Fika yang kembali ke pokok pembahasan awal
" Papi mau tanya, kalian mau dibawakan makanan apa oleh mami, pas kita ke Solo nanti? biar bisa makan bersama sama di rumahnya Dion nanti?" Tanya Tomi yang baru ingat tujuan telefon kedua anaknya
" Fika ikutin Dion saja papi, tidak enak jika membuat mami masak banyak" Lanjut Fika, Fika melihat Dion seperti memperhatikan Fika terus selama Vidio call.
" Yah sudah baik lah anak anak, jika kalian mau makan ikan pepes nanti papi kasih tahu mami yah, yah sudah anak anak, selamat istirahat dan tetep jaga kesehatan kalian yah." Lanjut Tomi, yang mengakhiri teleponnya supaya Dion dan Fika bisa istirahat
" Baik papi" Lanjut Dion dan Fika bersalaman.
Dion dan Fika juga mematikan teleponnya dan melanjutkan siap siap untuk istirahat, setelah seharian beraktifitas.
Dilain sisi, Tasya mengingat apa saja yang dilakukan bersama Dion, selama di ruangannya Dion dan merasa jika Dion mencari perhatiannya Tasya.
__ADS_1
" Punya bos temen sendiri tidak enak juga ternyata, karena Dion seperti nya cari perhatian saya deh, apa lagi pakai menawarkan untuk pulang bareng. semoga Dion bukan tipe cowok yang nakal deh." Ucap Tasya berharap jika Dion, tidak memanfaatkan situasi untuk semakin Deket dengan Tasya, apa lagi satu ruangan dengan Dion.
Dilain sisi, Sarah bahagia sekali mendengar kabar kalo Bowo, akan pulang ke rumahnya selama tiga malam dua hari di rumah
" Sarah, minggu ini katanya ayah mau pulang ke rumah, apa Sarah seneng ayah mau pulang?" Tanya Yuli sambil menikmati makan malam bersama Sarah dirumahnya.
" Tentu seneng dong bunda, masa denger kabar ayah pulang tapi tidak seneng, Sarah mau ajak ayah jalan jalan ke Dufan sama ke taman mini, menikmati waktu liburan bersama ayah." Ucap Sarah yang sudah punya rencana ajak liburan Bowo dan Yuli ke Dufan dan taman mini
" Boleh saja sayang, nanti kita kasih tahu ayah, tempat tempat yang Sarah mau kunjungi." Lanjut Yuli yang tidak merasa keberatan untuk jalan jalan setiap hari, bersama Sarah dan Bowo selama Bowo ada dirumahnya.
" Yeh, terimakasih bunda, karena mau jalan jalan sesuai keinginannya Sarah." Lanjut Sarah bahagia dan tidak sabar nunggu kedatangannya Bowo ke rumah
Dilain sisi, Gea bawa baju Fika yang sudah disetrika, Gea sama sekali tidak ijinkan Fika untuk membersihkan bajunya sendiri dan tidak ijinkan Fika untuk setrika bajunya setelah pulang kerja
" Loh kok disetrika juga sih bunda, kan bisa Fika yang kerjain bunda, ngapain harus bunda sih yang merapihkan baju Fika segala?" Tanya Fika saat melihat Gea masuk kedalam kamarnya, sambil bawa bajunya Fika yang sudah rapih
" Tidak masalah Fika, sudah mau tidur yah Fika, selamat istirahat yah sayang, jangan tidur malam malam supaya tidak sakit yah." Ucap Gea yang langsung susun bajunya kedalam lemarinya Fika.
" Apa perlu kita pakai ART bunda? supaya bunda dan ayah tidak cape beberes rumah ini berduaan? masa Fika dilarang cape tapi melihat kalian cape berduaan?" Tanya Fika yang tidak ingin membuat Gea terlalu cape
" Tidak usah sayang, memang tugas seorang istri dan ibu itu membersihkan rumah sendiri dibantu suami, tanpa ada orang lain untuk membantu sama sekali. ya sudah Fika, selamat istirahat yah sayang"Lanjut Gea membenarkan selimutnya Fika, setelah selesai masukin baju bajunya Fika kedalam lemari
" Iyah bunda" Lanjut Fika pasrah, Fika tidak mengerti dengan perubahan sikapnya Yono dan Gea yang larang Fika bantuin Gea sama sekali.
__ADS_1