
Anggun dan Yuli, bawa hasil masakannya ke kantornya Fika, untuk makan siang keluarga, supaya tidak membuat Fika, Tasya, Dion, Intan, dan Sarah. Tidak lama kembali ke kantor karena terlalu lama beli makanan.
" Sini Tante, Tasya bantuin merapihkan makanan diatas meja." Ucap Tasya berusaha perhatian, dengan Anggun yang sudah capek-capek masak dan dibawa jauh-jauh ke kantornya Fika.
" Terimakasih Tasya, mau bantuin Tante simpan diatas meja." Ucap Anggun senang, dengan perhatian kecil yang Tasya berikan.
" Andaikan, Bunda dan Ayah ada disini juga, Betapa lengkapnya kebahagiaan saya, bisa melihat empat orang tua bisa makan siang bersama." Batin Fika sedih, karena Gea dan Yono, tidak pernah ikut gabung setiap Tomi dan Anggun datang ke rumahnya.
" Masak apa Mami? Wangi sekali aromanya?." Tanya Fika, Fika langsung merapihkan meja kerjanya, supaya bisa gabung makan siang di meja tamu.
" Sayur SOP isi daging sapi, Ikan asin, tempe mendoan, Ayam balado, cumi asin, dan sambel." Lanjut Anggun, sengaja masak banyak, supaya semuanya kebagian lauk yang dibuatnya.
" Tidak pernah lupa buah-buahan selalu ada yah Mami." Ucap Intan melihat isi paaparbega, yang dibawa Anggun ada beberapa buah yang dibawanya dan langsung disusun diatas meja.
" Mami memang ter the best, selalu masak banyak apa lagi tahu ada pacar Dion ikut makan siang bersama, membuat Tasya senang bisa makan banyak bersama kita." Ucap Dion bahagia, karena pertama kalinya Tasya ikut makan siang bersama keluarga besarnya.
" Apa sih Abang buaya, bisa-bisanya bicara gombal seperti itu, kalo bukan baru jadian pasti sudah saya ledek habis-habisan deh Abang buaya." Batin Intan, merasa aneh karena Dion bisa-bisanya bilang kebetulan Anggun masak banyak karena ada Tasya pacarnya.
Tasya ambilkan nasi dan lauk untuk Dion, pertama kalinya setelah semua lauk siap dinikmati diatas meja, Tasya senyuman senang melihat Dion yang senang karena Tasya ambilkan nasi untuk Dion.
Dilain sisi, Yuli tidak jadi makan diruangannya Fika, lebih memilih makan diruangannya Bowo, supaya makan siang masing-masing keluarga saja.
__ADS_1
" Bagaimana belajar kerja hari pertamanya? Apa ada yang sudah?." Tanya Yuli disela-sela makan.
" Susah sih pasti Bunda, mungkin baru hari pertama kan, lagian belajarnya juga cuman sejam saja kan, dilanjut besok dan insya Allah sudah bisa." Ucap Sarah, yang optimis bisa lancar mengerjakan pekerjaan kantor.
" Amin-amin sayang, setelah dari sini mau kemana?." Tanya Bowo penasaran.
" Belum tahu Ayah, kalo Abang sudah pasti bersama Ka Tasya jalan-jalan berdua, Kalo Sarah belum bahas dengan Intan, mau kemana dan mungkin setelah makan baru bahas mau kemana jalan-jalan berdua." Lanjut Sarah, sejujurnya mau sekali jalan-jalan bersama Dion, tapi ada Tasya tidak mungkin ganggu waktu liburan Dion bersama Tasya.
Dilain sisi, Dion setelah makan siang, ajak Tasya jalan-jalan karena merasa sudah cukup ikut kerja sebentar dikantornya Fika.
" Sayang, jalan-jalan yuk, enaknya kemana yah?." Tanya Dion melihat Tasya, yang rajin sekali bantuin Anggun merapihkan bekas makan siangnya.
" Berdua? Atau ajak Intan dan Sarah? Aku tidak enak jalan-jalan tanpa meraka sayang?." Tanya Tasya pelan, tidak enak jika kedengaran Intan dan orang tuanya Dion.
" Boleh sayang, aku nurut saja jika kamu memang ingin kita jalan-jalan berdua saja." Lanjut Tasya mengerti, jika orang pacaran pasti selalu ingin berduaan saja tanpa mau ada yang ikut pergi sama sekali.
Dilain sisi, Yono dan Gea memberikan masakan Gea, untuk murid-murid yang belajar bimbel dirumahnya Gea dari pagi sampai sore.
" Hayo anak-anak, makan dulu biar tidak telat makan dan belajar bisa dilanjut nanti anak-anak." Ucap Gea membagikan nasi box, untuk anak muridnya.
" Dihabiskan yah dan makan banyak, supaya bisa konsentrasi kerjain soal, perut kenyang dan bisa lancar kerjain soal-soal yang kita berikan." Ucap Yono, yang juga bagikan nasi box. Yono bahagia sekali, karena anak didiknya semakin banyak dan mau diajarin Yono dan Gea untuk diberikan materi mata pelajaran yang dipelajarinya di sekolah masing-masing.
__ADS_1
Dilain sisi, Intan kesel sekali, karena Dion melarang Intan untuk ikut jalan-jalan bersama Dion dan Tasya, padahal Intan mau tahu apa saja yang dibicarakan Dion ke Tasya selama jalan-jalan berdua.
" Abang, jangan pelit dong, masa Intan tidak boleh ikut sih, hayo lah diajak adik paling manis ini." Bujuk Intan, langsung pasang wajah sedihnya.
" Jangan begitu Intan, biarin saja Abang kamu, menikmati waktu berduanya bersama Tasya, lagian mereka baru jadian dan pasti mau menikmati waktu pacaran berdua sambil jalan-jalan selama disini." Ucap Tomi, berusaha nasehatin Intan, yang mau ikut Dion jalan-jalan bersama Tasya.
" Memangnya Abang tidak tahu, anak usil seperti kamu Intan, mana boleh merusak waktu romantis Abang bersama Tasya." Batin Dion yang sudah hafal, kejahilan Intan ke Dion, apa lagi jika melihat ada temen perempuan di kampusnya Dion, langsung diusilin oleh Intan.
" Kita jalan-jalan mau berduaan, mau menikmati pacaran lah tanpa ada yang ikut sama sekali. Papi dan Mami kita duluan yah, mau menikmati waktu berduaan." Ucap Dion, Dion langsung mencium tangannya Tomi dan Anggun bergantian.
" Maafin Ka Tasya ya Intan, karena gagal bujuk Abang kamu untuk ajak kamu ikut kita." Ucap Tasya merasa bersalah, karena tidak bisa ajak Intan jalan-jalan bersama.
" Biarin saja sayang, hayo naik mobil, kita menikmati waktu bersama kita." Lanjut Dion tidak peduli, karena Dion kesel denger Intan ledekin Dion terus.
" Kalian hati-hati dijalan yah." Ucap Anggun, senang karena Dion akhirnya bisa pergi tanpa merasa sendirian dirumahnya dan tidak ada temen main sama sekali.
" Beres Mami." Lanjut Dion, langsung gandeng tangannya Tasya untuk jalan ke mobilnya, supaya bisa jalan-jalan berduaan sampai makan malam.
" Sabar yah Intan, biarin Abang buaya jalan-jalan bersama Ka Tasya berduaan. Abang kan jarang ikut kita pergi dan sering dirumah sendirian kan, jadi sekarang biarin Abang Dion menikmati jalan-jalan berduaan dengan Tasya." Bujuk Fika, tidak tega melihat Intan sedih karena tidak diajak pergi, Fika tahu Intan cuman mau usilin Dion saja selama ikut jalan-jalan, bukan beneran niat jalan barengnya.
Intan melihat Dion jalan ke mobilnya bersama Tasya, merasa kesal sekali, karena tidak bisa gangguin Dion sama sekali.
__ADS_1
TAMAT......................TAMAT..................................TAMAT.............. ...........TAMAT..........TAMAT........TAMAT
Terimakasih yang sudah baca karya saya sampai selesai.