
Bik Nur melihat Dion sudah rapih, membuat Bik Nur kepo anak majikannya mau pergi kemana masih pagi.
" Tuan muda, ini masih pagi dan kenapa sudah rapih seperti itu? Sudah kelihatan cakep seperti itu?" Tanya Bik Nur melihat Dion, pakai baju baju baru, jaket, topi, sepatu, dan kacamata baru.
" Mau jemput pacar Bik, bagaimana Bik penampilan baru saya? Semua ini kado ulang tahun kemarin Bik, Kacamata dari Tasya, jaket dari Fika, jam tangan dari mami, Topi dari Intan, dan sepatu dari papi, dan Tas dari bunda. Semuanya dari keluarga Bik. Bagaimana apa saya terlihat lebih cakep?" Tanya Dion, Dion ambil buah jeruk dan minuman penyegar untuk disimpan didalam mobil.
" Pantasan Tuan muda, bibik baru lihat semua yang Tuan muda pakai, Iyah lebih cakep dengan kado ulang tahunnya." Lanjut Bik Nur terus terang, lebih suka dengan penampilan baru Dion hari ini.
" Bagus deh kalo cakep Bik, yah sudah saya berangkat dulu buat jemput pacar saya." Lanjut Dion, langsung jalan keluar dari rumah, pertama kalinya Dion jemput Tasya ke rumahnya supaya bisa bareng ke kampusnya.
Dilain sisi, Tasya yang tahu mau dijemput oleh Dion langsung buru buru siap siap, takutnya Dion sampai tapi Tasya belum sampai juga.
" Dijemput sayangnya aku, malu tapi seneng dapat perhatian dari Dion, enaknya makan apa yah didekat kampus?" Tanya Tasya yang sambil siap siap ke kampus dan bareng bersama Dion yang sudah dijalan menuju rumahnya.
Dilain sisi, Fika sedih sekali, inget kejadian kemarin yang orang tuanya rebutan untuk pulang bareng Fika.
" Ayah kenapa rebutan dengan Papi, untuk pulang bareng kemarin? Ayah kan tahu kalo papi jarang disini dan waktu jalan jalan saja bisa bersama Fika, kenapa ayah melarang Fika bareng papi kemarin?" Tanya Fika sedih, karena bisa bisanya orang tuanya rebutan seperti kemarin untuk pulang bareng.
__ADS_1
" Andaikan kamu tahu Fika, apa yang dilakukan papi kamu kemarin pasti tidak akan bela papi kamu yang bener bener menyebalkan sekali" Batin Yono yang sedih karena anaknya, salahkan Yono karena larang Fika pulang bareng Tomi.
" Maafin ayah sayang, sudah bikin Fika sedih seperti itu dan ayah janji tidak akan rebutan seperti kemarin lagi." Ucap Yono, yang sejujurnya kesal karena ucapan Fika seolah olah Yono yang salah.
" Iyah ayah, Maafin juga yah ayah, bukan bermaksud tidak sopan tapi sedih saja ayah seperti tidak memberikan waktu papi bersama Fika." Lanjut Fika, berharap jika orang tuanya tidak seperti kemarin membuat Fika sedih sekali melihatnya.
Dilain sisi, Tomi melihat Intan yang sebentar lagi lulus SMU, sudah memirkan Intan mulai latihan kerjain pekerjaan kantor.
" Intan, beberapa bulan lagi kamu kelulusan, Bagaimana kalo kamu sudah mulai belajar kerjain pekerjaan kantor. supaya pas kamu sudah lulus SMU sudah siap memimpin perusahaan. " Ucap Tomi, yang ingin Intan siap menjadi ceo muda seperti kaka kaka nya.
" Boleh dong, kapan mulai belajar ayah? Intan mau seperti ka Fika dan bang Dion, sudah jadi orang sibuk awal masuk Kuliah, Apa lagi belajar dari sekarang dan mulai kapan belajarnya ayah?" Tanya Intan yang tidak sabar, mau mulai belajad kerjain pekerjaan kantor.
" Siap papi, insya allah Intan bisa fokus dan bisa kerjain pekerjaan kantor yang diberikan." Lanjut Intan berharap tidak mengecewakan orang tuanya, dan mampu mandiri sukses dari muda.
Dilain sisi, Dion mencium tangan kedua orang tuannya Tasya, saat Bunda nya Tasya anterin suaminya ke mobil untuk berangkat kerja.
" Selamat pagi Om dan Tante, saya ijin untuk jemput Tasya untuk berangkat ke kampus bareng." Ucap Dion sopan saat bicara dengan kedua orang tuanya Tasya.
__ADS_1
" Pagi juga Dion, Silahkan saja dan sepertinya Tasya sudah siap berangkat tuh dan bener juga ternyata kamu jemput, pantas saja tidak mau sarapan." Ucap Bunda nya Tasya senang, karena Dion bicara sopan dengan orang tuanya Tasya.
" Yah sudah Bunda, Ayah berangkat kerja yah." Ucap Ayah nya Tasya, masuk kedalam mobil.
" Hati hati sayang, hayo Dion masuk kedalam dan tante akan panggilkan Tasya nya." Lanjut Bunda nya Tasya, masuk duluan kedalam rumah dan disusul Dion dibelakangnya.
Dilain sisi, Fika dan Bakhtiar jalan bareng ke kantjn kampus, untuk sarapan bareng karena jam masuk kuliah masih satu jam lagi.
" Fika, katanya temen temen sudah isi form, untuk magang di kantor kamu yah?." Tanya Bakhtiar, yang merasa senang karena satu kelas mendapatkan kesempatan untuk magang, dan bos yang punya perusahaan interior temen kelas sendiri.
" Kata Om Bowo sih iyah Bakhtiar, karena saya masih kuliah jadi yang pilih kriteria awal magang om Bowo, terus kan magang itu tiga bulan sekali, jadi setiap mahasiswa akan dikasih arahan untuk bisa kerja sesuai kebutuhan perusahaan." Ucap Fika yang mendapatkan kabar soal magang dari Bowo kemarin, dan Fika nurut saja apa kata Bowo karena yang pengalaman menerima mahasiswa magang itu Bowo.
" Saya mengerti Fika, saya juga bakal banyak belajar supaya bisa masuk kriteria mahasiswa yang layak bisa magang duluan dan setiap saat bisa ketemu kamu." Lanjut Bakhtiar yang akan belajar, supaya bisa cepet kerja, berangkat kerja bersama Fika, dan pulangnya bisa anterin Fika sekalian makan malam bersama sebelum pulang.
Dilain sisi, Tasya tersipu malu, karena Dion bukain pintu mobil supaya Tasya masuk ke dalam mobil duluan.
" Silahkan masuk, kita akan mencari sarapan untuk isi perut dan tenaga kita." Ucap Dion, Dion langsung tutup pintu mobil dan jalan muter untuk masuk kedalam mobil.
__ADS_1
" Kita sarapan dimana?" Tanya Tasya sambil pasang sabuk pengaman.
" Bagaimana kalo kita sarapan didepan kampus saja, sekalian kerjain tugas kampus sekalian." Lanjut Dion yang mulai menyalakan mesin mobil dan menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang.