
Dion ajak Tasya naik perahu berdua, sambil menikmati pemandangan sekitar danau dan menikmati senja berdua saja.
" Aku tidak menyangka loh sayang, jika Kita bisa jadian seperti ini, dan kita juga bisa saling memberikan semangat untuk kerja dan kuliah sayang" Ucap Dion bahagia, karena perempuan incarannya akhirnya bisa jadi pacarnya, tanpa harus membuat Tasya magang lebih banyak.
" Aku juga tidak mengangka, bisa jadian dengan kamu sayang, cowok yang jadi idola di kampus dan banyak yang suka eh ternyata kamu suka dengan aku bener bener tidak menyangka sayang. terimakasih yah sudah menjadikan aku perempuan yang beruntung kamu pilih. " Ucap Tasya, berharap kalo Dion bisa setia dan bisa menjaga perasaannya Tasya.
Dion senyum senang, bisa mendapatkan hati perempuan yang tidak pernah menunjukan kekagumannya langsung didepan Dion.
Dilain sisi, Fika sedih sekali, ingat tadi orang tuanya kelihatan rebutan untuk bareng ke Bandung, Fika ingin sekali ke empat orang tuanya bener bener akur dan kompak, tidak ada lagi rebutan dalam segala hal.
" Kenapa mereka masih saja egois, kenapa ayah, bunda, papi, dan mami. tidak bisa kompak terus sih apa mereka tidak tahu apa kalo seperti tadi itu bikin sedih saja." Batin Fika, Fika selama didalam mobil lebih memilih diam dari pada bicara dengan orang tuanya.
" Kita makan malam, di restoran atau pada mau lesehan anak anak?" Tanya Tomi, melihat kaca spion untuk melihat Intan, Sarah, dan Sarah.
" Lesehan juga boleh papi" Ucap Fika, Fika memikirkan Gea dan Yono makan dimana dimana.
" Oke deh lesehan "Lanjut Tomi,Tomi kembali fokus bawa mobilnya
Dilain sisi, Gea melihat Yono emosi seperti tadi, merasa tidak tega tapi jika tidak emosi membuat Tomi semakin seenaknya memperlakukan Gea dan Yono.
__ADS_1
" Bunda, selama ayah tidak ada disana tadi, apa mereka membuat bunda sedih dan kesel? Apa sebaiknya kita bawa pergi saja yah Fika, supaya kita bisa kembali damai seperti dulu lagi bertiga?." Tanya Yono yang semakin tidak betah tinggal seperti sekarang.
" Jangan sayang, kasihan Fika karena sudah kuliah masa kita membuat Fika ulang kuliahnya sih karena kita ajak pindah sayang?" Tanya Gea yang tidak setuju jika Fika diajak pindah
" Memang kasihan sih bunda, tapi apa bunda rela kita direndahin seperti sekarang? Oleh Tomi sayang dan mau sampai kapan kita di beginiin oleh Tomi? Masa cuman diem saja sayang?" Tanya Yono, yang tidak sanggup direndahin terus oleh Tomi.
" Jangan sayang, Jika kita pindah pasti akan ada masalah baru selain kasihan ke Fika sayang, Mas Tomi pasti cari masalah dan mempersulit kita untuk deket dengan Fika dan bunda tidak ingin hal itu terjadi sayang, Ikhlas saja sayang kita diperlakukan tidak enak oleh Tomi, selama kita bersama mereka." Lanjut Gea pasrah, Diperlakukan tidak enak oleh Tomi dan Anggun. Karena melawan pun tidak akan bisa karena Tomi memang punya hak bersama Fika sebagai anak kandungnya.
Dilain sisi, Dion anterin Tasya sampai depan rumahnya, Dion minta maaf ke orang tuanya Tasya karena ajak Tasya sampai malam.
" Om dan tante, maaf ya Dion ajak Tasya sampaj malam seperti ini, soalnya sekalian makan malam dulu." Ucap Dion, yang tidak enak selalu membuat Tasya pulang malam setiap hari.
" Tenang saja om, mana saya berani bikin anak orang lecet om, yah sudah kalo begitu om dan tante, Dion pamit pulang dulu dan permisi" Lanjut Dion langsung mencium tangan orang tuanya Tasya, sebelum pulang
Dion langsung jalan ke mobilnya untuk pulang, Dion mana berani bikin Tasya lecet bisa bisa disunat dua kali oleh Tomi jika itu terjadi.
Tasya melihat Dion jalan masuk kedalam mobil, membuat Tasya masuk kedalam rumah diikutin kedua orang tuanya.
" Sepertinya ada yang jadian nih, cie cie pantas saja pulang malam setelah acara ulang tahunnya Dion." Ledek Bunda nya Tasya, Yang melihat bunga yang dipegang oleh Tasya.
__ADS_1
" Apaan sih bunda, siapa juga yang jadian dengan Dion tidak kok." Ucap Tasya tersipu malu, karena bunda nya tahu jika Tasya barusan jadian dengan Dion.
" Ayah dan bunda, tidak masalah kok jika kamu jadian dengan Dion, tapi hati hati yah sayang selama pacaran apa lagi kalian selalu pulang malam kan, jangan sampai mau dirusak oleh Dion yah Nak." Ucap Ayah nya Tasya, berharap anaknya tidak mau dirusak oleh Dion.
" Insya allah tidak akan terjadi ayah, karena papi nya Dion sudah kasih tahu ke Dion, jika Dion berani merusak Tasya sebelum halal pasti langsung disunat oleh papi nya." Lanjut Tasya, Tasya selama kenal dan sering bersama Dion tidak pernah melihat matanya dion membuat Tasya risih sama sekali.
Tasya ajak masuk orang tuanya masuk kedalam rumah, sambil melanjutkan ngobrol dan mendengar naset demi naset yang disampaikan oleh orang tuanya yang berusaha percaya jika Dion tidak akan macem macem ke Tasya selama pacaran.
Dilain sisi, Yuli, ajak ngobrol Intan, Sarah, dan Fika. sebelum kembali ke Jakarta karena Tomi dan Anggun, bicara serius dengan Gea dan Yono.
Yono, kamu pakai otak kamu apa, sikap kamu seperti tadi membuat Fika sedih tahu tidak sih? Fika jadi berpikir kalo kita tidak akur sama sekali, Atau kamu mau selamanya kalian tidak ketemu dengan Fika lagi? Saya sudah baik loh kalian urus anak kandung saya?" Tanya Tomi menatap sinis kearah Yono dan Gea.
" Urus? Heh kita ini orang tuanya Fika juga, stop dong anggap kita sebagai pengasuhnya Fika terus?" Tanya Yono kesel, Selalu saja direndahkan oleh Tomi.
" Kalian memang pengasuhnya Fika, karena kalian saja tidak mencari rezeki sama sekali, kalian selalu mengandalkan pemberian anak kita. Awas kalian jika kalian semakin bikin Fika sedih apa lagi benci dengan kita, Kita akan serius ambil hak asuh Fika, dan selamanya kalian tidak ketemu dengan Fika. Ingat kata suami saya, Jika itu terjadi pasti Gea akan stres dan gila karena jauh dengan Fika yang dianggap anak kandungnya." Ledek Anggun, yang semakin seneng, melihat Gea posisinya semakin lemah didepan Tomi.
" Tanpa kalian minta, kita tidak akan membuat Fika sedih, tidak sopan sekali kamu ibu tiri bilang saya pengasuh ibu kandungnya Fika." Ucap Gea kesel, karena Anggun seenaknya merendahkan Gea terus menerus.
Gea bingung bagaimana bisa bener bener berdamai dengan Anggun, supaya tidak membuat Fika sedih melihat orang tua ribut terus
__ADS_1