
Intan minta Tomi untuk tidak kasih tahu Dion kalo sudah sampai di kantornya Dion, supaya jadi suprize, disaat didepan kantornya Dion, melihat Dion lagi ngobrol bersama temen kuliahnya.
" Incaran buaya, pasti bang Dion menawarkan pulang bareng perempuan itu." Ledek Intan melihat, Dion dan seorang perempuan didepan kantornya Dion
" Sok tahu ih kamu itu Intan, mungkin mereka memang lagi ngobrol biasa saja kali Intan." Ucap Fika yang tidak percaya, jika perempuan yang didepan Dion lagi dimodusin oleh Dion
" Hayo kita turun dan kita lihat apa bener Abang buaya tidak modus sama sekali, karena Intan hafal gerak gerik bang Dion jika merayu perempuan ka." Lanjut Intan percaya diri, dengan apa yang Intan fikirkan
" Yah sudah kita Sekarang turun, dan lihat apa yang diucapkan oleh Intan bener atau tidaknya, jika Dion lagi modus" Ucap Tomi yang ikut penasaran, Dion ngobrol dengan temen kerjanya untuk modus dianterin pulang atau tidak
" Astaga, papi ikut ikutan iseng juga seperti Intan deh yah." Protes Anggun heran, karena suaminya ikut ikutan kepo
Dilain sisi, Dion yang tahu jika Tasya tidak bawa motor dari pagi, membuat Dion menawarkan diri untuk anterin Tasya pulang.
" Tasya, hayo naik mobil saya, saya anterin pulang dari pada naik ojek online jam segini serem loh" Ucap Dion pura pura takut takuti Tasya, supaya mau diantar pulang
" Serem itu jika saya pulang jam sebelas malam, sudah deh jangan lebay Dion, ini masih jam setengah tujuh malam. sudah diem ah saya mau pesen ojek online nih." Protes Tasya kesel, karena Dion dari ruangannya sampai depan kantor, berisik terus untuk anterin Tasya pulang bareng.
" Malam abang kesayangan " Ledek Intan, Intan yang mendengar ucapan Tasya berusaha tidak ledek Dion didepan Tasya
" Astaga, ada tikus kecil, siap siap deh jadi bahan ledekan dia setelah pulang nanti." Batin Dion kesel, kenapa keluarganya tidak langsung ke rumah saja, ini justru ke kantor.
" Selamat malam pak Tomi, dan bu Anggun. saya permisi pulang dulu." Ucap Tasya yang tahu, dua orang dewassa didepan nya orang tuanya Dion dan pemilik perusahaan nya Dion.
__ADS_1
" Malam juga, kamu kenapa sampai malam di kantor?" Tanya Tomi yang tidak mendapatkan kabar Sama sekali dari Indra
" Nama nya Tasya, dia temen kuliah Dion dia lagi magang dan mendapatkan posisi sekretaris Dion, karena pekerjaan Tasya lebih banyak dari temen temen yang mendapatkan kesempatan magang, membuat Tasya selama magang tiga bulan pulangnya habis magrib." Lanjut Dion merasa tidak enak, karena ada Fika takut Fika cemburu melihat Dion, Dengan temen kuliahnya.
" Oh seperti itu yah, tadi tante denger kamu tidak bawa motor ya? tidak ada salahnya kamu dianter pulag oleh Dion supaya lebih aman sampai rumah kamu, atau kamu mau bareng kita saja?" Tanya Anggun yang tidak tega membiarkan Tasya, naik ojek online sendirian.
" Terimakasih atas tawarannya tapi saya tidak mau merepotkan kaalian, ssya bisa naik ojek online saja, lagian kalian baru datang juga kan." Lanjut Tasya tidak mau merepotkan keluarganya Dion, untuk anterin Tasya pulang saja.
" Begini saja deh ka, saya dan ka Fika yang anterin kaka pulang pakai mobil bang Dion, sedangkan bang Dion bareng orang tua saya. jadi kita bisa jalan jalan bertiga." Lannjut Intan yang berusaha gagalin modusnya Dion, karena Intan mau puas puasin ledekin Dion.
" Astaga, keluarganya baik sekali sih, ini gara gara Dion, kelamaan maksa saya untuk dianterin segala." Batin Tasya merasa tidak enak merepotkan keluarganya Dion, tapi jika ditolak tidak enak juga.
" Kamu mau kan bareng saya dan Intan untuk pulang bareng?" Tanya Fika yang akhirnya ikut ikutan bujuk Tasya untuk pulang bareng.
" Anak anak, kalian hati hati dijalan yah" Lanjut Anggun,yang melihat Intan dan Fika masuk kedalam mobil
" Oke mami" Lanjut Intan dan Fika bersamaan, Intan dan Fika langsung masuk kedalam mobil untuk anterin Tasya pulang.
" Sudah tahu kita mau kesini, ajak adik kamu yang super usil ke kamu, eh pulang malam dan keliatan deh oleh adik kamu yang kelihatan lagi modus untuk ajak pulang bareng" Ledek Tomi yang melihat Dion, terlihat kesel sekali,karena modusnya gagal total.
" Siap siap deh, nanti dirumah kamu diledekin sepuasnya oleh Intan karena kecerobohan sendiri. " Ledek Anggun yang tahu akan kelanjutan, perdebatan tadi.
" Mami dan papi bener, ini salah Dion yang tidak kasih kabar sama sekali ke kalian, kalo Dion pulang malam" Lanjut Dion menyesal, karena terlalu fokus modusin Tasya tidak ingat kalo keluarganya mau ke rumah sekarang
__ADS_1
Tomi langsung jalan duluan untuk masuk kedalam mobil, disusul oleh Anggun dan Dion yang masuk kedalam mobil.
Dilain sisi, Tasya berusaha ajak ngobrol Fika dan Intan, supaya tidak bosan diam saja selama ada didalam mobil dan tidak enak juga sudah dianterin pulang.
" Kalian selama di Solo, mau jalan jalan kemana saja? kalian Sudah makan malam belum? apa mau coba kuliner bersama saya?" Tanya Tasya, yang sejujurnya bingung mau ajak bicara apa dengan Fika, dan Intan.
" Boleh juga ka, kuliner jam segini tapi apa tidak masalah pulang terlambat untuk makan malam bersama kita?" Tanya Intan yang Intan yang tidak enak, menerima ajakannya Tasya takut dicariin orang tuanya.
" Santai saja, saya bakal kirim chat ke mereka, tapi kalian mau kan makan malam diangkringan?" Tanya Tasya, yang tidak enak kalo langsung pulang ke rumah, padahal sudah dianterin pulang oleh Intan dan Fika
" Boleh saja hayo" Ucap Fika, dengan senang hati diajak makan malam di angkringan pinggir kota oleh Tasya.
Dilain sisi, ART dirumahnya Dion, kasih tahu kalo dua kamar tamu sudah dibersihkan dan bajunya Intan dan Fika sudah ada didalam kamarnya.
" Selamat datang tuan dan nyonya besar, kamar sudah saya bersih kan, didalam kamar sudah Ada cemilan dan baju kalian sudah ada didalam kamar masing masing " Ucap ART nya Dion, yang sudah menjalankan tugasnya dengan baik dan benar.
" Terimakasih yah bik, nanti kita istirahat dikamar." Ucap Anggun yang melihat rumah anaknya, yang masih sama seperti terakhir Anggun tinggalin
" Fika dan Intan, lagi diteraktir oleh Tasya makan malam bersama. oh yah seberapa deketnya kamu dengan Tasya? tapi sepertinya Tasya tidak merespon baik niat kamu untuk anterin dia pulang?" Tanya Tomi yang kepo dengan urusan pribadi Dion
" Tidak deket sama sekali papi, cuman Tasya temen kampus Dion yang tidak tertarik dengan kelebihan yang Dion miliki, oleh karena itu Dion terima keinginan temen temen untuk magang dari kemarin dan Dion sendiri yang minta Tasya untuk menjadi seketaris Dion selama magang " Ucap Dion trrus terang, Memang itu lah niat awal Dion setuju temen temennya untuk magang dari kemarin
" Bisa bahaya kalo Intan tahu alasan sebenernya kamu, minta Tasya jadi seketaris kamu selama magang, bisa bisa jadi bahan ledekan adik kamu selama ada disini." Lanjut Anggun, yang tidak bisa membayangkan keributan anak anaknya, saat tahu aalsan Dion tunjuk Tasya sebagai seketaris nya selama magang
__ADS_1