
Bakhtiar ingin sekali ajak Fika pulang bareng, sekalian jalan jalan bareng karena Bakhtiar kagum melihat senyum manisnya Fika.
" Fika, pulang bareng yuk, apa mau jalan jalan bersama saya sekalian kita kerjain tugas kampus bareng?" Tanya Bakhtiar sambil melihat Fika, merapihkan buku bukunya kedalam tasnya
" Maaf tidak bisa, saya ada acara Bakhtiar." Ucap Fika yang tidak ingin seenaknya, walaupun Fika wakil CEO tapi tidak ingin bolos masuk kerja karena diajak jalan bersama Bakhtiar.
" Sepertinya setiap hari ada acara terus Fika, apa itu beneran ada acara atau cuman alasan kamu untuk menghindari saya yang ajak kamu jalan setiap hari? apa segitunya kamu tidak ingin jalan bersama saya?" Tanya Bakhtiar yang kesel karena selalu ditolak, setiap kali ajak Fika jalan setelah pulang kuliah
" Duh bukan seperti itu Bakhtiar, baik lah saya akan jujur ke kamu, selama ini saya setiap pulang kuliah langsung kerja di kantor ayah saya sebagai wakil CEO, diperusahaan interior PT Abcde. jadi kalo ajak jalan hari Senin sampai Jum'at tentu tidak bisa Bakhtiar tapi kalo hari Sabtu dan Minggu baru bisa jalan. maaf selama ini saya tidak cerita ke kamu " Lanjut Fika terus terang, Fika tidak ingin kasih tahu temen temennya soal pekerjaannya Fika karena belum siap banyak yang tahu jabatan Fika selama ini sebagai pemimpin perusahaan besar.
" Wah hebat sekali kamu sudah menjadi seorang wakil CEO, masih semester pertama loh, ayah kamu hebat juga langsung kasih kepercayaan besar seperti itu, pantas saja tidak pernah mau diajak jalan oleh saya selama ini." Puji Bakhtiar tidak menyangka, jika Fika seorang pemimpin perusahaan besar
" Alhamdulillah sih, soalnya sebelum lulus SMU, saya sudah ditraning dulu untuk bisa kerjain pekerjaan kantor ayah saya dan setelah lulus SMU langsung kerja sekaligus kuliah juga." Lanjut Fika yang malu sudah jadi pemimpin perusahaan tidak ingin dibilang pamer dan sombong, membuat Fika merahasiakan jabatannya dari siapapun.
" Yah baik lah, apa boleh saya anterin kamu ke kantor kamu? sekalian kita makan siang didepan kantor kamu? saya janji setelah makan saya langsung pulang?"Tanya Bakhtiar yang masih mau jalan bersama Fika, walaupun cuman sebentar tetep membuat Bakhtiar bahagia bisa bersama Fika.
" Boleh deh Bakhtiar, hayo kita jalan." Lanjut Fika pasrah, karena tidak enak menolak keinginannya Bakhtiar yang terus saja paksa Fika untuk jalan barang
Dilain sisi, Een melihat Dion mau pulang, langsung cepat cepat jalan ke mejanya Dion, sebelum Dion pulang.
__ADS_1
" Dion apa boleh bicara sebentar saja?" Tanya Een yang sudah tidak tahu harus minta tolong ke siapa, untuk membantu biaya pengobatan Kaka nya.
" Boleh saja, mau bicara apa?" Tanya Dion melihat Een, yang sepertinya butuh bantuan.
" Apa boleh saya kerja di kantor kamu? saya bosan sekali tidak ada pemasukan sama sekali Dion, uang jajan yang diberikan orang tua saya selalu sedikit, membuat saya tidak pernah jajan yang lebih seperti anak anak seusia kita, saya bisa gambar bangunan yang bagus, apa kamu mau lihat Dion dan jika layak bisa bantu saya untuk mendapatkan pekerjaan di kantor kamu, dan saya akan melakukan apapun asalkan saya mendapatkan pekerjaan." Lanjut Een terus terang, kedua orang tuanya tidak pernah memberikan uang saku yang lebih untuk Een.
" Maaf tidak bisa langsung kerja, karena kan syarat kerja harus lulus kuliah dulu, jika kamu mau mendapatkan posisi yang bagus. baik lah saya akan bantu kamu, kamu bikin saja desain bangunan dan jika saya bilang layak akan saya berikan kamu bonus, sesuai ketentuan kantor saya, bagaimana kamu setuju?" Tanya Dion, Dion tidak ingin seenaknya, berusaha untuk profesional dan ikutin peraturan yang ada, tidak seenaknya bantu temen.
" Yes, tidak masalah Dion, saya akan kirim desain saya lewat email yah, apa boleh saya minta email kamu? saya akan kirim detail desain yang saat buat dan semoga layak untuk mendapatkan bonus dari kamu" Lanjut Een bahagia, karena Dion akan bantuin Een mendapatkan bonus dan menambah uang jajannya Een.
" Boleh saja" Lanjut Dion yang langsung kasih tahu email pribadinya, Dion tidak ingin kasih tahu Email kantor, karena email kantor khusus untuk clien nya Dion.
Een bahagia sekali karena akhirnya, bisa bujuk Dion untuk bantuin Een untuk mendapatkan uang jajan tambahan.
" Hebat juga, walaupun dia seorang bos bisa bantuin temen sendiri, tetep saja berusaha profesional dan tidak seenaknya dengan jabatan sendiri." Batin Tasya yang kagum melihat Dion, yang terkenal sempurna Dimata temen temennya dan mau bantuin temen yang butuh bantuan.
" Tasya, kamu tidak mau seperti Een, yang modus untuk mendapatkan perhatian dari Dion? lumayan loh bisa ngobrol dan dibantu lagi oleh cowok sempurna seperti Dion?" Tanya Lisa yang iri melihat Een, punya ide untuk modusin Dion.
" Idih, malas sekali, ngapain juga saya kecentilan didepan dia, memangnya dia siapa yang harus saya deketin dengan alasan butuh kerjaan segala." Ucap Tasya paling anti, cari perhatian berlebihan didepan cowok.
__ADS_1
" Cuman kamu saja loh Tasya, yang tidak tertarik dengan saya, memangnya saya kurang sempurna apa? semua temen temen cewek mau Deket dengan saya?" Tanya Dion yang heran, melihat Tasya yang tidak ingin Deket dengan Dion sama sekali
" Cowok sempurna, bukan berarti wajib dideketin kan, saya paling malas sama cowok yang tebar pesona seperti kamu, dan saya bukan cewek centil yang cari perhatian kamu untuk bisa populer." Tegas Tasya, yang tidak ingin kecentilan didepan Dion karena malu dan belum tentu juga dilirik oleh Dion.
" Sepertinya Tasya harus dikerjain deh, baik lah nanti cari kesempatan untuk Tasya bisa magang di kantor, cuman dia temen yang tidak tertarik dengan ketampanan saya dan dengan karir saya yang luar biasa."Batin Dion kesel, karena ada temen yang menolak untuk bertemen dengan Dion, dan tidak mau cari perhatian Dion sama sekali
" Dasar cewek cuek dan sombong kamu itu" Protes Dion kesel, karena Tasya berani menolak bertemen dengan Dion sama sekali.
Tasya langsung jalan keluar kelas, dari pada kelamaan ngobrol bersama Dion, takut dibilang cari perhatian juga didepan Dion.
Dion yang melihat Tasya pergi begitu saja, membuat Dion jadi semakin semangat kerjain Tasya, supaya bisa dideketin karena pekerjaan.
Dilain sisi, Anggun ajak Intan, Yuli, dan Sarah. jalan jalan ke salon, setelah Intan pulang sekolah.
" Bunda, ke Bandung kapan? kita sekalian liburan dan sekalian ketemu dengan ayah?" Tanya Sarah yang sudah rindu dengan Bowo, yang sibuk kerja karena harus handel banyak pekerjaan, karena Fika kerjanya cuman setengah hari.
" Jum'at depan sayang, kita ke sana yah, oh yah Anggun apa kamu tidak jenguk Fika sekalian?" Tanya Yuli melihat Anggun, yang bawa belanjaannya.
" Boleh juga, baiklah nanti saya akan ajak mas Tomi juga, pasti bahagia juga bisa ketemu Fika dan kita jalan jalan bareng" Ucap Anggun setuju untuk jenguk Fika di Bandung, sekalian liburan sekeluarga
__ADS_1
" Asik ke Bandung, bisa jalan jalan bersama ka Fika, ayah dan bunda juga" Ucap Intan, Intan panggil Gea dan Yono dengan sebutan ayah dan bunda atas permintaan Tomi, untuk menghargai Gea sebagaai ibu kandungnya Fika yang harus dipanggil bunda untuk menghargai orang tua kandungnya Fika, sama seperti Fika panggil Anggun dengan sebutan mami.
Anggun seneng melihat Intan, yang selalu senang diajak ke Bandung untuk jalan jalan sekaligus ketemu dengan Fika, Gea, dan Yono juga untuk jalan jalan bersama.