CEO MUDA 2

CEO MUDA 2
Saya bareng


__ADS_3

Dion melihat Tasya masih dimejanya, belum keluar kelas membuat Dion mendekati Tasya untuk berangkat bareng ke kantornya Dion.


" Bareng saya yuk ke kantornya, supaya hemat waktu bagaimana?" Tanya Dion melihat Tasya yang sibuk merapihkan buku bukunya, untuk dimasukin kedalam tasnya.


" Tidak usah Dion terimakasih, saya bareng Violet kok dia lagi di kamar mandi." Ucap Tasya tolak ajakan Dion, karena temen temennya lagi deketin Dion dan tidak mau dianggap merebut kesempatan untuk deketin Dion apa lagi Tasya satu ruangan bersama Dion selama kerja.


" Yah sudah kalo tidak mau pulang bareng" Lanjut Dion berusaha untuk tidak tunjukkan rasa keselnya, karena Dion tidak ingin merusak momentum pulang bareng nanti malam


Dion langsung jalan begitu saja meninggalkan Tasya, supaya tidak terpancing emosi karena ajakan berangkat bareng saja ditolak begitu saja.


" Ya ngambek, baru ditolak saja langsung menyerah payah nih" Batin Tasya puas membuat Dion, langsung pergi dari pada harus berlama lama ngobrol dengan Dion


Dilain sisi, Fika dan Bakhtiar belajar bersama didalam kelas, karena Fika berangkat lebih pagi.


" Kamu hari ini tidak bawa mobil kenapa? Apa lagi rusak?" Tanya Bakhtiar yang tadi melihat Fika dianterin ayah nya


" Tidak kok, nanti setelah pulang kuliah, saya dijemput oleh keluarga saya untuk liburan keluarga di Solo selama tiga hari." Ucap Fika bahagia karena bisa jalan jalan ke Solo ke rumahnya Dion.


" Oh jalan jalan bersama keluarga lagi yah, have fun Fika jalan jalan bersama keluarganya." Lanjut Bakhtiar sedih dan kesel, karena tidak mendapatkan kesempatan jalan jalan bersama Fika karena selalu jalan jalan bersama keluarganya terus.


" Iyah Bakhtiar, untungnya hari ini pulang cepat yah, jadi bisa pulang cepat juga saya." Lanjut Fika yang tidak sabar mau ketemu keluarganya lagi.

__ADS_1


Dilain sisi, Anggun masuk kedalam kantornya Tomi, disambut oleh karyawannya Tomi


" Selamat pagi Bu, mau mau ketemu dengan pak Tomi yah." Ucap Resepsionis melihat Anggun berdiri didepannya.


" Iyah nih, pak Tomi apa ada tamu?"Tanya Anggun yang tidak ingin seenaknya masuk kedalam ruangannya Tomi


" Tidak ada tamu sama sekali Bu, jadi pak Tomi sendirian didalam ruangannya." Lanjut Resepsionis yang yakin jika Tomi tidak ada tamu sama sekali.


" Ya sudah kalo begitu saya kedalam dulu." Lanjut Anggun langsung jalan menuju lift untuk jalan ke ruangannya Tomi.


Dilain sisi, Dion periksa isi kulkas yang tadi pagi, minta OB untuk isi penuh, membuat Dion langsung ambil minuman penyegar yang ada didalam kulkas.


" Tasya, jika merasa haus ambil saja yah minuman didalam kulkas, ada juga buah buahan dan kue didalam kulkas jika merasa lapar, jangan malu untuk dimakan dan minum yah" Ucap Dion berusaha ramah, walaupun selalu modusnya ditolak


Dion harus sabar hadapi Tasya yang bener cuek dengan Dion, Dion kembali ke meja kerjanya setelah ambil minuman.


Dilain sisi, Violet, Yuyun, dan Vivi. Merasa senang karena manajernya tidak masuk kerja karena sakit.


" Alhamdulillah ya, atasan kita tidak masuk, jadi kita bisa sedikit santai sekarang, Apa kalian ada cara untuk masuk kedalam ruangannya Dion? Supaya bisa modusin Dion? Apa rela cewek jutek itu terus yang selalu Deket dengan Dion?" Tanya Violet yang selalu merasa cemburu setiap kali ingat jika Tasya yang ada di ruangannya Dion.


" Tidak ada ide sama sekali nih, susah sih masuk kedalam ruangannya kalo tidak ada pekerjaan yang langsung berkepentingan dengan Dion." Ucap Yuyun yang kesel karena dikasih posisi, yang tidak bisa bebas ketemu dengan Dion.

__ADS_1


" Sepertinya selama di kantor, kita tidak bisa modus dengan Dion deh, bisa modusnya di kampus saja deh." Ucap Vivi yang sadar diri, karena posisi pekerjaannya tidak ada kepentingannya secara langsung dengan Dion, jadi tidak bisa sering ketemu dengan Dion walaupun didalam kantornya juga.


" Payah sekali yah jabatan kita, jadi cuman bisa iri saja yah, dengan Tasya yang satu ruangan dengan Dion." Lanjut Violet sedih dan iri, setiap kali bahas Tasya yang bisa ada di ruangannya Dion.


" Sepertinya sih iya, yah sudah lah lanjut kerja dari pada dilema terus." Lanjut Vivi yang berusaha melanjutkan pekerjaannya, dari pada bahas Dion dan Tasya terus-menerus


Dilain sisi, Intan yang sudah sampai dikantornya Tomi, ikut masuk kedalam mobil bersama Anggun karena akan segera jalan ke rumahnya Fika dulu.


" Intan, nih ganti baju sayang, supaya tidak gerah." Ucap Anggun yang langsung kasih baju ganti untuk Intan.


" Iyah Bunda" Ucap Intan langsung ambil baju yang dikasih oleh Anggun, dan Intan duduk di kursi paling belakang mobil untuk ganti baju, supaya tidak pakai baju sekolah ke rumahnya Dion.


Dilain sisi, Dion melihat Tasya keluar dari ruangannya, merasa heran karena masih jam kerja tapi sudah keluar dari ruangannya.


" Mau kemana Tasya?" Tanya Dion melihat Tasya yang sudah dideket pintu


" Saya mau ke kamar mandi sebentar, memang nya kenapa?" Tanya Tasya heran karena Dion mencegah Tasya ke kamar mandi.


" Ngapain harus jauh jauh ke kamar mandi, didalam ruangan ini juga kan ada, tenang saja Tasya saya tidak akan nakal ke kamu kamu, didalam ruangan saya juga ada cctv jadi aman kok, kalo dipakai untuk perempuan." Lanjut Dion yang berusaha yakini Tasya, kalo di ruangannya aman untuk ke kamar mandi untuk Tasya.


" Tidak usah Dion, saya ke kamar mandi karyawan saya, permisi dulu yah." Lanjut Tasya yang langsung keluar dari ruangannya Dion, untuk cepat cepat ke kamar mandi, seblum bajunya basah karena kelamaan bicara dengan Dion.

__ADS_1


" Perempuan itu bener bener, mandiri bahkan urusan ke kamar mandi saja tidak mau pakai fasilitas yang saya punya bener bener bikin kagum dia" Lanjut Dion senyum bangga melihat Tasya, yang tidak mau memanfaatkan kelebihan yang Dion punya sampai sekarang


Dion langsung melanjutkan pekerjaannya setelah puas melihat Tasya, yang sudah keluar dari ruangannya untuk ke kamar mandi


__ADS_2