CEO MUDA 2

CEO MUDA 2
Kok bisa kempes


__ADS_3

Dion sengaja ngobrol ngobrol didalam kelas, membiarkan Tasya jalan duluan karena Dion punya rencana untuk ajak Tasya tanpa dicurigai sama sekali


" Kalian tidak ganti baju? memangnya tidak gerah apa pakai baju yang sama untuk magang sampai sore?" Tanya Dion melihat temen temennya, yang masih pakai seragam kuliah


" Ini mau ganti baju dulu, tunggu sebentar yah Dion, kita ganti baju dulu." Ucap Dina yang sengaja bawa baju batik yang kemarin dibeli bersama temen temennya


" Yah sudah sana, saya tungguin sampai selesai ganti baju" Lanjut Dion yang dengan sabar nungguin temen temennya ganti baju


" Astaga Dion, hari ini baik sekali sih ke kita bikin seneng saja deh" Ucap Vivi seneng karena hari ini, Dion sudah ajak jalan bareng dan sekarang mau temani temen temennya untuk ganti baju.


" Nama nya juga temen yah harus baik, buruan ganti bajunya supaya kita bisa jalan untuk makan bareng barang." Lanjut Dion seneng karena, rencana modusnya selalu berhasil.


" Yah deh" Ucap Violet langsung keluar kelas untuk ganti baju baik, yang kemarin dibeli.


Dion melihat handphone nya berbunyi, ternyata dari karyawannya yang lagi awasi Tasya yang lagi bingung motornya tiba tiba kehabisan bensin dan ban kempes.


" Ada apa?" Tanya Dion saat saluran telefon tersambung.


" Nona Tasya ada di parkiran kampus, lagi bingung kenapa motornya tidak bisa dijalani tuan muda." Ucap Karyawannya Dion diseberang telefon, yang sengaja disuruh Dion untuk awasi Tasya


" Bagus, awasi dia terus, soalnya saya masih tungguin temen temen centil lagi ganti baju soalnya dan kalo dia berusaha pesen taxi online usahakan di gagalin yah " Perintah Dion sambil melihat pintu, takutnya temen temennya mendengar ucapan Dion


" Siap tuan muda" Lanjut Karyawannya Dion, yang seneng mendapatkan tugas tambahan dari Dion


Karyawannya Dion terus saja melihat Tasya yang kesel sendirian, karena motor nya tiba tiba aneh.

__ADS_1


Dilain sisi, Fika kerjain tugas kampus, didalam kelas sambil makan karena Fika tidak ingin belajar di rumah karena mau istirahat setelah pulang kerja


" Tugasnya banyak sekali, harus semangat melihat soal soal sebanyak ini dan untungnya dosen tidak masuk lumayan sejam setelah istirahat pasti cepat selesai " Ucap Fika yang berusaha tidak ngeluh untuk kerjain tugas kuliah nya


" Sibuk sekali Fika, sampai makan sambil kerjain tugas dari dosen tadi?" Tanya Bakhtiar saat melihat Fika, tidak keluar kelas


" Iyah nih, dari pada bosan juga tidak melakukan apapun juga kan, lebih baik dipakai belajar saja." Lanjut Fika yang melihat Bakhtiar, terlihat perhatian ke Fika membuat Fika jadi seneng mendengar perhatian yang Bakhtiar berikan


Oh yah Fika, apa setiap libur kuliah dan kerja, tidak bisa jalan bareng? padahal saya pengen sekali ajak kamu jalan jalan loh.?" Tanya Bakhtiar yang Inging sekali ada waktu jalan jalan bersama Fika, tapi Fika selalu saja pergi dan tidak ada waktu santai sama sekali.


" Maaf yah, habisnya orang tua saya cuman bisa ajak jalan keluarga cuman hari libur saja. tidak mungkin larang mereka ke sini untuk jalan jalan bersama saya dan tidak tega juga keluarga saya tidak ada waktu bersama saya sama sekali kan. dan maaf jadi tidak bisa jalan bareng kamu." Lanjut Fika merasa bersalah harus bagaimana, karena Tomi bisa ketemu Fika cuman hari Jum'at malam sampai Minggu malam saja, jadi tidak tega kalo tidak diajak jalan jalan sama sekali.


" Resiko orang tua sudah bercerai, apa lagi sudah punya keluarga sendiri, otomatis salah satunya punya waktu bersama cuman hari libur kerja saja. huff menyebalkan sekali" Batin Bakhtiar jadi kesel, karena sulit untuk ajak jalan Fika.


" Yah saya mengerti, yah sudah yuk kerjain tugas bareng bareng." Lanjut Bakhtiar yang tidak tahu harus memberikan jawaban apa, karena tidak bisa komentar sama sekali, karena Bakhtiar mengerti posisi Tomi itu tidak lah mudah harus ketemu anak cuman hari libur saja.


" Hayo belajar bareng" Lanjut Fika berusaha senang, belajar bersama Bakhtiar berusaha menghargai perhatian yang diberikan temennya untuk Fika.


" Oke saya ambil dulu buku saya" Lanjut Bakhtiar langsung jalan ke mejanya, untuk ambil buku dan belajar bersama Fika.


Dilain sisi, Dion melihat Tasya masih didalam kampus, merasa senang, karena rencananya berhasil dan untungnya ada karyawannya yang terus melihat Tasya yang masih ada didalam parkiran.


" Loh belum berangkat? motornya kenapa tuh?" Tanya Dion melihat Tasya yang duduk sendirian disamping motornya


" Motor saya tiba tiba ban nya kempes dan bensin tiba tiba habis, perasaan saya tadi pagi kondisi motor saya baik baik saja." Ucap Tasya kesel, karena motor sudah aneh dan tidak ada yang peduli sama Tasya sama sekali.

__ADS_1


" Yah sudah bareng kita saja berangkat kerjanya, soal motornya ditinggal disini saja biar nanti karyawan saya yang bantuin bawa ke bengkel." Lanjut Dion mulai modus ke Tasya.


" Keanehan motor ini, apa ulahnya Dion yah, karena tadi pas berangkat kesini saja bagus bagus saja motor saya." Batin Tasya yang mulai curiga dengan Dion, yang selalu punya cara modus dengan Tasya


" Buruan yuk, sebelum kita terlambat magangnya loh." Ucap Violet yang melihat jam ditangannya


" Huh, baik lah saya bareng kalian." Lanjut Fika kesel, karena kena juga dengan modusnya Dion.


" Yes berhasil, raja modus mau dilawan mana bisa sih." Batin Dion bangga dan puas, karena berhasil paksa Tasya untuk bareng.


" Tasya duduk didepan yah, tidak mungkin kan semuanya duduk dibelakang." Lanjut Dion langsung jalan ke mobilnya


" Seenaknya sekali dia" Baatin Tasya kesel, karena Dion selalu berhasil paksa Tasya dan selalu saja Tasya yang kalah.


" Iyah Iyah" Lanjut Tasya kesel


Dina, Vivi, dan Violet. pasrah saja duduk di kursi belakang karena Dion maunya duduk disampingnya Tasya selama bawa mobil.


Dilain sisi, Yono telefon Tomi untuk minta ijin, untuk bantuin siapin Acra ulang tahunnya Fika demi Gea supaya tidak sedih karena tidak bantuin apapun untuk acara ulang tahun anaknya.


" Tomi, kue ulang tahun dan cemilan untuk temen temennya Fika , pas ulang tahunnya Fika biarin Gea saja yah yang buat karena Gea mau membuat kuenya sendiri " Ucap Yono saat saluran telefon terhubung


" Tidak akan saya biarkan, kalian siapin apapun untuk acara penting anak saya, kue ulang tahun yang buat Anggun dan Yuli, jadi saya tidak butuh bantuan orang orang tidak berguna seperti kalian." Ucap Tomi diseberang telefon, Tomi seneng sekali karena Anggun mau membuat kue ulang tahunnya Fika.


" Jahat sekali jadi manusia, hargai Gea dong sebagai ibu kandungnya Fika masa Gea tidak memberikan apapun untuk acara anaknya sama sekali." Lanjut Yono semakin emosi, karena Tomi selalu saja ada alasan melarang Gea untuk memberikan apapun untuk Fika

__ADS_1


" Kalian saja tidak hargai saya sama sekali, jangan harap saya menghargai kalian, kalian sudah saya ijinkan tinggal dirumah mewah saya saja sudah bagus dan harusnya berterimakasih dengan saya dan masih boleh ketemu Fika selama saya kerja di Jakarta. asal kamu tahu saya anggap kalian pengasuh Fika bukan orang tua Fika mengerti. jadi jangan banyak minta deh ke saya." Lanjut Tomi dengan sombongnya, Tomi sampai kapan pun tidak akan pernah menghargai Yono dan Gea sebagai orang tuanya Fika juga.


Yono merasa direndahkan sekali, dianggap pengasuh anak tirinya, Tomi semakin lama semakin keterlaluan setiap bicara dengan Yono dan Gea.


__ADS_2