
Tasya temani Intan, Fika, dan Sarah. untuk beli kado ulang tahunnya Dion yang akan dirayakan besok sebelum makan siang.
" Temen temen, kalian beli kado apa untuk Dion, kenapa mendadak sekali beli kadony?" Tanya Tasya heran, karena saudaranya Dion bisa bisanya mendadak beli kado untuk Dion.
" Bingung beli apa yah ka, dirumah memang bisa sih tapi enakan ramean seperti ini belinya ka. terus kaka sendiri apa sudah beli kado untuk bang Dion? " Tanya Intan, yang malas beli kado sendirian, enakan ajak Fika juga beli kado untuk Dion.
" Ka Tasya sudah beli tadi kado untuk Dion, bersama temen temn kampus, sekalian jalan jalan bareng." Lannjt Tasya, yang tidak tahu jika diajak jalan oleh saudaranya Dion.
" Yah sudah kita Sekarang ke butik dulu saja, setelah dari situ baru ke aksesoris laki laki, mungkin mendapatkan ide mendadak untuk beli kado buat Dion." Ucap Fika, yang malas mikir lama, lebih enakan mendadak mendapatkan kado untuk Dion.
" Bener juga kata ka Fika, kita ke butik saja dulu untuk lihat lihat lihat dan nanti juga mendadak pasti mendapatkan ide kok." Ucap Sarah setuju, lebih baik lihat langsung aksesoris khusus laki laki dan baru beli barang yang cocok dipakai oleh Dion.
" Hayo deh" Lanjut Intan, Intan, Sarah, Fika, dan Tasya. langsung jalan ke toko khusus menjual baju baju laki laki dan juga toko aksesoris laki laki
Dilain sisi, Gea sedih sekali karena dicuekin dan tidak diajak untuk membuat kue ulang tahunnya Dion besok.
" Sedikit lagi yah Anggun, selesai juga kuenya dan tidak sabar besok dinikmati oleh anak anak dihari bahagia nya Dion." Ucap Yuli lega, karena dari tadi membuat kue akhirnya selesai juga
" Iyah nih alhamdulillah sekali, sebentar lagi selesai juga. saya juga tidak sabar besok mau menikmati bersama anak anak sebelum kita semua pulang" Ucap Anggun, Anggun hias sendiri kue tar untuk besok.
" Ada yang bisa saya bantu? kenapa saya tidak diajak untuk membuat kue buat ulang tahunnya Dion besok?" Tanya Gea sedih, karena dari tadi sampai dirumah nya Dion, didiemin oleh Anggun.
__ADS_1
" Ajak kamu? memangnya kamu siapa sih yang harus diajak? jangan sok akrab deh, sudah sana karena kita tidak butuh bantuan kamu sama sekali?" Tanya Anggun, Anggun senyum sinis melihat Gea yang berdiri didepan pintu dapur
" Lebih baik kamu bersama suami kamu saja, dari pada bersama kita yang akhirnya sakit hati loh." Ucap Yuli, Yuli sejujurnya tidak tega larang Gea bantuin buat kue tar, tapi Anggun tidak ingin ada Gea di dapur untuk membuat kue sama sskali.
" Kamu sudah diusir kan? bearti sudah sana bersama selingkuhan kamu yang tidak berguna saja, dari pada disini kita juga tidak butuh bantuan kamu sama sekali." Lanjut Anggun, Anggun melanjut kan menghias kue tar untuk besok.
" Yah sudah deh" Lannjut Gea pasrah, dari pada paksa Anggun yang takutnya jadi ribut.
Gea langsung pergi dari dapur, dari pada membuat suasana semakin tidak nyaman, walaupun sedih karena kehadirannya tidak dihargai sama sekali.
Anggun senyum sinis melihat Gea pergi meninggalkan dapur, dari pada melihat Gea didapur terus yang akhirnya bikin kesal melihatnya.
" Indra, bagaimana Dion selama di kantor, apa dia seenaknya selama kerja? " Tanya Tomi penasaran dengan kegiatan Dion selama di kantor
"Alhamdullah tidak dong papi, masa sih Dion seenaknya selama kerja dan berusaha untuk fokus kerja di kantor" Ucap Dion kesel, mendengar ucapannya Tomi seperti ragu dengan Dion yang bisa kerja.
" Dion sih Alhamdullah bisa kerja, hasil kerjanya juga bagus dan sering berhasil kok, masuk kerja sesuai dengan jamnya dan pulangnya selalu malam dengan alasan seketarisnya baru kerja jam satu siang dan pekerjaannya paling banyak yang akhirnya pulang magrib berdua bersama seketaris yang Sekarang lagi jalan jalan bersama Fika, Intan, dan Sarah." Ledek Indra sambil melihat Dion, yang kesel karena diledekin oleh Indra dan Tomi.
" Pantas saja semangat kerjanya ya, papi seneng ada perempuan yang bisa membuat kamu lebih semangat kerjanya lagi, dan pertahankan yah Dion, tapi jika kamu dan perempuan itu berantem papi berharap tidak membuat kamu tidak profesional dalam bekerja. Ingat ya perusahaan itu punya kamu jadi kamu harus bisa profesional apapun keadaan kamu harus bisa kerja dengan baik dan benar tidak bisa seenaknnya, karena gaji dan kebutuhan hidup karyawan ada ditangan kamu, jadi jangan seenaknya yang akhirnya membuat perusahaan gulung tikar yah " Tegas Tomi, berharap anaknya bisa kontrol emosi dan bisa fokus dalam bekerja.
" Iyah papi, insya allah Dion akan profesional apapun yang Dion rasakan dan alami tenang saja." Lanjut Dion yang berusaha, untuk membedakan urusan pribadi dan urusan pekerjaan supaya tidak membuat orang tuanya marah.
__ADS_1
Dilain sisi, Fika, Intan, Dan Sarah. merasa lega karena akhirnya mendapatkan juga kado ulang tahun untuk Dion, setelah selesai belanja Fika ajak Temen temennya untuk makan cemilan sebelum pulang
" Alhamdulillah yah, kita bisa dapat kado untuk Dion, sudah cape keliling Mall, bagaimana kalo kita makan kue bagaimana?" Tanya Fika yang sudah mendapatkan kado untuk Dion, berharap kalo Dion suka dengan pemberiannya.
" Boleh juga, Fika kita makan kue bareng bareng, soalnya cape juga dari tadi keliling cari kado untuk Dion." Ucap Tasya yang mulai merssa haus dan lapar karena tenaganya terkuras karena temani Fika, Intan, dan Sarah. cari kado untuk Dion.
" Hayo ka, Sarah ikut saja makan cemilan yang enaknya." Ucap Sarah yang tidak tahu, kue kue yang enak di kota Solo.
" Hayo kita kuliner malam sebelum pulang" Lanjut Tasya langsung jalan, supaya tidak terlalu lama didalam Mall.
" Hayo" Lanjut Fika, Fika ikutin Tasya untuk mencari kuliner yang enak
Dalain sisi, Yono melihat Gea ada didalam kamar, tidak gabung bersama Anggun dan Yuli, merasa tidak tega melihat istrinya sedih.
" Kenapa ada didalam kamar sayang? apa tidak boleh bantu masak oleh Anggun dan Yuli?" Tanya Yono, melihat Gea nangis
" Iyah ayah, untuk apa kita turutin ajakan anak anak kalo kita seperti ini sayang, Tidak dihargai sama sekali oleh Anggun, Yuli, dan mas Tomi. aku kesel seperti diasingkan seperti ini sayang." Ucap Gea kesel, karena semenjak Fika, Intan, dan Sarah. pergi membuat Gea merasa dijahui oleh Anggun dan Yuli yang tidak ingin Gea gabung bersama mereka.
" Sabar sayang, dari pada kesel karena mereka lebih baik kita olahraga berdua saja yuk lah sampai akhirnya kita tidur bagaimana?" Tanya Yono sekalian ambil kesempatan, untuk bisa olahraga berdua sebelum tidur.
" Ya sudah boleh sayang, dari pada kesel seperti ini tidak melakukan apapun juga" Lanjut Gea setuju, untuk olahraga indah berdua Yono.
__ADS_1