CEO MUDA 2

CEO MUDA 2
Berarti modus


__ADS_3

Tasya ajak Fika dan Intan untuk keliling kota solo, Tasya seneng punya temen baru dan asik seperti Fika dan Intan. Temen yang tidak menunjukan kelebihannya didepan orang lain.


" Fika, kamu hebat juga yah masih muda sudah menjadi wakil ceo seperti Dion, bagi waktunya apa tidak sulit Fika?" Tanya Tasya penasaran, karena kedua anaknya Tomi sudah dijadikan pemimpin perusaan padahal masih semester satu


" Alhamdulillah tidak sulit Tasya, karena kan punya asisten, saya sama seperti Dion, yang kerjanya dari siang sampai sore jam lima pulang kerja.yang sibuk dan bulak balik justru asisten saya yang harus ke kampus minta tanda tangan, atau bahas proyek karena ada meeting bersama client." Ucap Fika yang berusaha tidak merasa lelah dengan kegiatan yang ada.


" Berarti Dion modus, pulang jam enam sore astaga, dia diincar banyak perempuan dan Dion incar saya, apa karena saya cuek dengan Dion membuat dia modus deketin saya yah" Batin Tasya yang baru mengerti kenapa Tasya selama magang pulang jam enam sore.


" Oh begitu yah, pantas saja Dion bisa bagi waktunya dan kamu juga hebat Fika mau cape langsung kerja dari sekarang, dan mau mandiri dengan berkorban waktu dan tenaga dari sekarang." Lanjut Tasya yang salut dengan Dion dan Tasya yang mau rela mengurangi waktu makan demi kerja dari sekarang.


" Yoi, seneng juga sih dengan tantangan yang ada, supaya jadi pengalaman juga." Lanjut Fika, yang merasa tertantang sibuk dari muda dari pada sibuk setelah lulus kuliah.


" Kita cari makan yuk, bagaimana kalo kalian cobain sate buntel terbuat dari daging kambing cincang?" Tanya Tasya yang pernah merasakan daging kambing cincang dan rasanya pas dilidahnya Tasya.


" Boleh saja, kamu kasih tahu saja jalannya untuk kita kesabaran sekarang." Lanjut Fika yang tidak keberatan diajak makan sate buntel oleh Tasya.

__ADS_1


" Hayo jalan temen temen." Lanjut Intan yang anggap Fika seorang sahabat baik untuk Intan, dan kakaa tiri yang baik untuk Intan seneng punya Kaka sebaik Fika


Dilain sisi, Dion yang bosan tidak kemana mana, memutuskan untuk berenang dihalaman belakang rumah, dari pada bosan dirumah sendirian.


" Menyebalkan sekali Fika dan Intan larang saya untuk ikut jalan jalan bersama Tasya, padahal kan bisa modusin Fika dan Tasya sekaligus eh justru tidak boleh oleh mereka." Protes Dion yang langsung masuk kedalam kolam renang, untuk menghilangkan rasa kesal sekaligus bosan, apa lagi kedua orang tuanya juga jalan jalan berdua saja.


Dilain sisi, Gea bahagia sekali, karena warungnya ramai, Gea meresa lega karena tinggal dirumahnya selama Fika jalan jalan bersama Tomi dan keluarga.


" Alhamdulillah sekali ramai sekali, dari tadi banyak yang beli, mas Yono pasti seneng sekali warungnya sudah banyak yang tahu dan banyak yang beli juga." Ucap Gea bahagia karena tetangganya, sudah banyak tahu apa saja yang dijual oleh Gea dirumahnya.


Dilain sisi, Tomi ajak Anggun jalan jalan berdua, supaya tidak bosan dirumah saja, apa lagi anak anaknya punya kegiatan sendiri sendiri.


" Sayang, jadi ingat yah awal aku cari gedung yang dijual, untuk aku jadikan perusaahan baru aku, dan mami dengan sabar mau temani aku untuk mencari gedung Yaang dijual yah sayang." Ucap Tomi yang seneng karena Anggun tidak protes selama apapun mencari gedung yang dijual, untuk Tomi punya perusahaan baru dan perusahaan untuk Dion saat kuliah seperti sekarang.


" Bener sayang, aku selalu seneng temani papi kerja, dan aku tidak mau protes takut mengganggu konsentrasi papi kerja dan tidak nyaman ditemani kerja tapi aku nya berisiik." Ucap Anggun, selalu ingin menjadi istri yang pengertian soal pekerjaannya Tomi, tidak ingin komentar yang membuat Tomi marah nantinya

__ADS_1


" Terimakasih yah sayang, selalu memikirkan perasaan aku walaupun mami pasti bosan dan capek, tapi kesabaran mami membuat anak kita sekarang kerja di perusahaan yang kita. Cari bareng bareng yah sayang." Lanjut Tomi yang seneng, ajak Anggun kerja tapi tidak pernah protes sama sekali setiap diajak dan berlama lama diajak jalan


" Sama sama sayang, aku akan selalu temani papi dalam segala hal sayang, aku tidak akan protes karena aku tahu kerja itu tidak mudah untuk dijalankan sayang." Lanjut Anggun


" Kamu beda sayang, Gea dulu mana mau temani aku kerja sayang, selalu ada alasan menolak ikut aku kerja. Aku lebih bahagia bersama kamu sayang." Batin Tomi merasa bersyukur selingkuh dengan Anggun, yang ternyata jadi istri yang mau diajak susah dan seneng bersama tidak menunggu Tomi di rumah saja sampai selesai kerja.


Dilain sisi, Tasya merasa tidak enak dibelikan banyak makanan oleh Fika dan Intan karena beli cemilan khas Solo.


" Apa ini tidak kebanyakan Fika, saya tidak enak dibelanjakan makanan sebanyak ini." Ucap Tasya yang tidak enak, dibelanjakan banyak cemilan oleh Fika dan Intan.


" Santai saja Tasya, kamu saja mau cape cape temani kita jalan jalan dari sore sampai malam, masa kita beliin cemilan segini saja tidak enak sih." Ucap Fika yang tidak merasa keberatan beliin banyak cemilan untuk Tasya


" Betul ka, santai saja ka, terimakasih untuk hari ini ka sudah mau kita repotkan untuk jalan jalan bareng, kalo kita kesini lagi, jangan kapok buat ikut jalan jalan bareng yah." Ucap Intan yang seneng ajak jalan Tasya, karena Tasya tidakk rese selama diajak jalan bareng.


" Sama sama, yah sudah yuk kita jalan pulang karena sudah malam. Iyah pasti, kalian kasih tahu saja kalo kesini pasti saya temani jalan kok." Lanjut Tasya yang ingin jalan jalan bareng Fika dan Intan lagi, Tasya tidak peduli jika suatu saat ketahuan teman temennya jalan bareng saudaranya Dion tanpa ajak temen temennya untuk jalan bareng.

__ADS_1


__ADS_2