CEO MUDA 2

CEO MUDA 2
Kok cemberut


__ADS_3

Yono bener bener tidak terima dengan ucapannya Tomi, bener bener merendahkan sekali dan tidak menyangka kalo Tomi masih simpan benci ke Yono dan Gea, yang tega anggap orang tua kandung Fika seorang pengasuh anak sendiri.


" Yono Yono, sudah lah jangan kesel begitu, terima saja nasip kalian jika kalian tidak lebih dari seorang pengasuh anak, mana ada waktu bersama Fika untuk kalian hah, Fika sudah sibuk kuliah dan kerja sampai sore, sampai rumah Fika merasa lelah, dan mau istirahat mana ada waktu jalan jalan bersama kalian, sedangkan hari libur bersama saya selama tiga hari seharian lagi, terus memangnya ada waktu jalan bersama anak? Hahaha pengasuh saja kok galak dan banyak mau lagi, sudah tinggal terima beres saja, semuanya saya dan istri saya yang urus, tugas pengasuh cuman urus anak saya saja yang bener yah dan jangan sampai lecet. Hahaha kasihannya cuman seorang pengasuh banyak mau, tidak sadar diri kamu Yono" Ledek Tomi puas, Tomi langsung matikan telefonnnya, setelah Yono minta Gea supaya boleh buat kue ulang tahunnya Fika.


Yono setelah telefon Tomi, merasa menyesal karena tahu akan seperti ini berakhir sakit hati dengan hinaan Tomi, Yono masuk kedalam rumah melihat Gea yang lagi beberes rumah.


" Ayah, pasti tidak boleh yah kita buat kue untuk ulang tahunnya Fika?" Tanya Gea melihat Yono, masuk kedalam rumah terlihat marah sekali.


" Iyah sayang tidak boleh, karena Anggun sudah buat bersama Yuli istrinya Bowo." Ucap Yono yang tidak ceritain apa saja yang dibahas bersama Tomi tadi, takut Gea semakin sedih jika mendengar hinaan dari Tomi.


" Keterlaluan sekali Tomi dan Anggun itu, tidak bisa membiarkan kita buat sesuatu untuk acara ulang tahun anak sendiri.


" Sabar yah sayang, maafin aku" Lanjut Yono sedih, karena gagal bujuk Tomi untuk memberikan kesempatan Gea untuk menyediakan makanan untuk acara ulang tahunnya Fika, Yono tidak tega melihat Gea sedih tapi Yono juga tidak tahu harus berbuat apa untuk melawan Tomi.


Dilain sisi, Dion melihat Tasya masuk kedalam ruangannya, wajahnya ditekuk karena merasa Dion kerjain Tasya Dnegan kempesin ban motor dan bensin motor yang sengaja dikuras sampai habis.

__ADS_1


" Mau kerja kok cemberut sih? Ada masalah pribadi dan jangan dibawa saat jam kerja dong, nanti ganggu konsentrasi kamu saat kerja?" Tanya Dion berusaha perhatian dan peduli dengan Tasya


" Iyah, masalah pribadinya dengan kamu, kamu sengaja kan kempesin motor saya dan bensin tiba tiba habis padahal kemarin saya isi full loh." Protes Tasya kesel, karena selalu saja kena keisengannya Dion.


" Waduh fitnah ini, Masa saya iseng dengan perempuan sih, mana pantas lah Tasya, sudah jangan banyak ngobrol buruan kerja, dari pada kelaaamn ngobrol dan kerjaan semakin lama selesai loh." Ledek Dion melihat Tasya, yang kesel karena kena jebakan Dion.


" Ogah, saya mau mulai kerja saja kalo begitu." Lanjut Tasya yang tidak mau, semakin lama di kantor berduaan dengan Dion saja.


Tasya langsung duduk dimeja kerjanya, mulai fokus kerja dan tidak mau melihat Dion selama kerja walaupun masih kesel


" Kerja yang bener yah" Lanjut Dion senyum ramah melihat Tasya, yang mulai kerja dan mengabaikan Dion, membuat Dion jalan ke mejanya untuk mulai kerja.


" Fika, ini undangan pesta ulang tahun kamu, tolong dibagikan sendiri yah, kalo karyawan kantor sudah saya bagikan tadi pagi." Ucap Bowo memberikan undangan pesta ulang tahunnya Fika.


" Terimakasih om, sudah banyak bantu, oh yah pas tiup lilin nanti, saya bersama siapa? Bunda dan ayah? Mami dan papi? Bunda dan papi?" Tanya Fika penasaran, karena Tomi dan Gea sudah bercerai, membuat Fika berharap Tomi dan Gea yang ada didepan kue ulang tahun.

__ADS_1


" Yah tidak mungkin papi dan bunda dong, pastinya papi dan mami yang akan temani kamu potong kuenya. Om harap kamu jangan bikin masalah yah Fika saat pesta ulang tahun kamu, hargai pasangan orang tua kamu yah dan jangan bikin malu orang tua kamu oke, inget perhatian dan kasih sayang yang diberikan Yono dan Anggun selama mereka menjadi pasangan Gea dan Tomi, selalu tulus mereka lakukan ke kamu, jangan bikin mereka sedih karena keinginan seorang anak yang ingin melihat orang tuanya bersama, itu tidak akan pernah terjadi." Tegas Bowo, yang tahu bagaimana hancurnya Tomi, saat tahu Gea selingkuh, bahkan lagi mengandung pun masih selingkuh dengan Yono, Setelah Fika lahir justru Tomi tidak dikasih tahu selama tujuh belas tahun, tidak mudah bagi Tomi untuk menerima Gea kembali sebagai istrinya.


" Iya om, Fika mengerti dan tidak akan membuat orang tua Fika malu dan sedih karena ucapan Fika selama pesta berlangsung om" Lanjut Fika pasrah, menerima kenyataan jika orang tuanya tidak akan pernah bisa bersatu lagi untuk selama lamanya


" Bagus kalo mengerti, yah sudah om kembali ke ruangan om kalo begitu." Lanjut Bowo sebenarnya mengerti perasaan Fika, yang ingin kedua orang tuanya kembali, tapi itu tidak mungkin bisa terjadi karena penghianatan Gea di masa lalu bener bener keterlaluan.


Dilain sisi, Tasya sebenarnya malas sekali, temani Dion untuk kunjungan kerja, melihat pembangunan proyek yang sudah dikerjakan oleh Dion.


" Tasya dan Dion, waktu kerja kalian sudah selesai dan kalian kerja cuman dua jam saja. Sekarang kalian melihat proyek yang lagi berjalan yah, ada di dua kota dan bahan obrolan bersama orang orang disana, akan saya kirim lewat chat pribadi yah." Ucap Indra masuk kedalam ruangannya Dion, melihat Dion dan Tasya lagi sibuk masing masing.


" Loh memangnya boleh yah kerja cuman dua jam pak Indra? Kenapa tidak sampai selesai?" Tanya Tasya yang baru pertama kali diajak kunjungan kerja.


" Kunjungan kerja dilakukan oleh pemilik perusahaan, untuk melihat proyek yang lagi dikerjakan. Biasanya ditemani oleh sekretarisnya, buruan kalian rapihkan meja kerja kalian dan kalian pelajari apa saja yang harus dibahas disana, ingat jangan sampai lupa yah" Lanjut Indra melihat Dion yang seneng, karena bisa jalan jalan bersama Tasya berduaan.


" Iyah om, tenang saja pasti dibaca kok isi chatnya" Ucap Dion seneng, karena kunjungan kerjanya boleh diwakilinya oleh Dion dan Tasya sampai selesai.

__ADS_1


" Baik pak Indra, saya akan ikut kunjungan kerja dan akan baca apa saja yang akan dibahas disana pak." Lanjut Tasya pasrah, kalo kunjungan kerja memang wajib ditemani oleh seketarisnya, tidak bisa Dion sendiri yang jalan.


Indra langsung keluar dari ruangannya Dion, membiarkan Dion dan Tasya siap siap untuk pergi melihat proyek yang lagi berjalan, Indra sejujurnya tidak setuju jika Tasya ikut karena pekerjaan Tasya banyak, Karena Dion lagi pendeketakan dengan Tasya akhirnya Indra setuju, jika Dion ditemani oleh Tasya untuk melakukan kunjungan kerja berduaan saja.


__ADS_2