CEO MUDA 2

CEO MUDA 2
Bisa setia


__ADS_3

Fika lega sekali karena Tomi, Anggun, Intan, Sarah, Dan Yuli. Sampai dengan selamat dirumahnya membuat Fika langsung peluk Anggun karena senang bisa ketemu keluarganya lagi.


" Alhamdulillah Mami, Kalian sampai dengan selamat disini." Ucap Fika senang, Fika langsung pegang kopernya Anggun.


" Alhamdulillah sayang, maaf yah kedatangan kita ganggu waktu istirahat Fika yah." Ucap Anggun, yang sebenarnya tidak ingin berangkat malam, tapi jika berangkat pagi pasti kena macet parah.


" Santai saja Mami, ya sudah semuanya yuk masuk dan Fika sudah buatkan minuman untuk kalian pasti haus kan." Lanjut Fika, Fika dorong kopernya Anggun untuk dibawakan oleh Fika untuk masuk kedalam rumah.


..............................................................................................................................................................................


Dion senang sekali, karena Tasya diijinkan untuk nginep, dirumahnya Fika selama tiga hari dan bisa puas ajak Tasya jalan jalan lebih puas.


" Om dan Tante, kasih kepercayaan kamu ajak Tasya nginep seperti ini, jika bersama keluarga yah dan tidak akan diijinkan kalo pergi cuman berdua atau acara yang tidak jelas. Awas jangan merusak anak orang yah!." Tegas Ayah Nya Tasya, menatap Dion dengan serius.


" Om tenang saja, karena Dion bukan anak nakal, bisa menghargai yang bukan hak Dion kok. Yah sudah kita duluan yah." Ucap Dion, berusaha memaklumi ucapan orang tuanya Tasya, walaupun kesel dilarang merusak Tasya terus, tapi Dion juga tidak akan ambil haknya sebelum halal.


" Ayah dan Bunda, ya sudah kalo begitu, Tasya dan Dion berangkat yah." Ucap Tasya langsung mencium tangan orang tuanya bergantian.


" Hati hati dijalan anak-anak." Ucap Bunda Nya Tasya, percaya anaknya bisa menjaga diri baik-baik.

__ADS_1


Dion dan Tasya langsung masuk kedalam mobil, Dion tidak sabar ingin secepatnya ketemu keluarganya, walaupun sering berantem dengan Intan tapi rindu juga dengan adiknya.


Dilain sisi, Intan dan Fika, yang sudah terbiasa bangun pagi, langsung mandi dan siap siap gabung bersama orang tuanya.


" Ka, Abang buaya apa masih suka tebar pesona atau tidak ya, setelah jadian dengan Ka Tasya?." Tanya Intan penasaran, sekaligus takut jika Dion mempermainkan Tasya.


" Kenapa memangnya? Sejauh ini sih, Tasya tidak pernah protes soal Dion yah, tapi nanti pas ada Tasya kita jangan kepo dengan hubungannya dengan Dion. Takutnya Tasya tidak nyaman karena kita terlalu kepo." Ucap Fika berharap, Jika Dion bisa setia dengan satu perempuan.


" Cuman kepo saja Ka, Iyah deh tidak akan tanya langsung ke Ka Tasya, tidak tega juga membuat Ka Tasya tidak nyaman dan kesel dengan kita." Lanjut Intan, Intan tidak akan banyak tanya selama Tasya tidak bahas tentang Dion langsung.


Dilain sisi, Gea paling tidak suka, Tomi dan keluarganya, ajak Fika pergi-pergi dan pakai acara nginep segala. Membuat Gea lebih jarang ketemu dengan anaknya sendiri.


Gea melanjutkan masak nasi gorengnya dengan marah-marah, karena kesel Tomi ajak Fika anak satu-satunya untuk tinggal dirumahnya.


Dilain sisi, Anggun masak ayam rica rica untuk sarapan, bersama Tomi, Fika, dan Intan.


" Mami, Abang katanya sudah dijalan kesini, tapi Abang sarapan dulu bersama Ka Tasya." Ucap Intan, Intan sengaja kirim chat ke Tasya, supaya tahu Tasya dan Dion sudah sampai dimana.


" Oh Tasya jadi ikut, syukur lah liburan kali ini nambah keluarga baru yah, akhirnya Dion sudah tidak jomblo lagi." Ucap Anggun bersyukur, karena orang tuanya Tasya memberikan kepercayaan Tasya ikut jalan jalan bersama keluarganya.

__ADS_1


Anggun melanjutkan masaknya, Anggun masih terus ngobrol bersama Intan selama masak di dapur.


Dilain sisi, Dion melihat Tasya, masih ngantuk membuat Dion minta Tasya tidur dari pada memaksakan diri, untuk temani Dion bawa mobil sampai Bandung.


" Sayang, mata kamu sudah merah dan kelihatan sudah ngantuk, tidur saja sayang jangan ditahan tahan seperti itu." Ucap Dion, sesekali melihat Tasya.


" Mana aku tega, aku tidur nyenyak sedangkan kamu bawa mobil, tidak masalah sayang dari pada kamu ikut ngantuk karena tidak ada yang temani kamu." Ucap Tasya yang tidak tega, membiarkan Dion bawa mobil sendirian.


" Tidak masalah sayang, aku tidak kenapa-kenapa kok, jika kamu tidur sayang." Lanjut Dion, menyesal ajak Tasya pergi jauh membuat Tasya jadi kurang tidur.


" Lebih baik sekarang, kita nyanyi nyanyi saja yuk, dari pada bahas tidur saja yah. sebentar aku setel radio dulu untuk kita." Lanjut Tasya, memilih untuk nyanyi bersama Dion, dari pada dipaksa tidur dan membiarkan Dion bawa mobil sendirian.


Dilain sisi, Sarah senang sekali, melihat kedua orang tuanya lengkap, Sarah sudah rapih dengan pakaian formalnya dan ke rumahnya Fika.


" Sarah, kamu ke kantor mau bareng Ayah atau Intan?" Tanya Bowo, Bowo pakai sepatu untuk siap-siap berangkat kerja.


" Ke rumahnya Ka Fika, mau bareng Ka Fika dan Intan juga biar lebih enak ke kantor bersama mereka bisa ngobrol langsung bahas pekerjaan." Ucap Sarah, yang ingin merasakan pergi ke kantor bersama Fika dan Intan untuk jalan bareng bareng masuk kedalam ruangannya Fika.


" Yah sudah kalo begitu, Ayah duluan yah dan sampai ketemu di kantor." Lanjut Bowo, yang langsung jalan duluan keluar dari rumahnya.

__ADS_1


__ADS_2