CEO PLAYBOY JATUH CINTA

CEO PLAYBOY JATUH CINTA
BAB 104


__ADS_3

Siang itu.


Tania yang baru saja selesai membersihkan seluruh tubuhnya, kini kembali masuk kedalam kamar. Perlahan kakinya menapaki lantai kamar dan berjalan pelan-pelan. Karena saat ini Joe terlihat kembali terlelap diatasMranjang dan ia tak ingin mengganggunya.


Tania berjalan menuju kearah lemari dan mengambil pakaian nya. Di pakai nya pakaian nya, lalu setelah itu ia berjalan menuju kearah meja rias. Sedikit make-up ia poles di wajah nya, tak lupa juga lipbalm yang ia pakai di bibir nya agar tak terlihat terlalu pucat.


Tok! Tok! Tok!


Di tengah aktivitas nya yang sedang merias diri, tiba-tiba saja terdengar suara ketukan pintu dari luar. Tania kemudian berjalan kearah pintu daan membukanya.


Ceklek!


Disana telah berdiri seorang wanita dengan posisi membelakanginya, lalu sesaat kemudian wanita itu membalikkan tubuhnya dan tersenyum kepadanya.


“ Hi Tania, apa kabar?” Tanya wanita tersebut.


Terlihat wanita itu memicingkan kedua matanya di sertai senyum nya yang khas.


Sepertinya mereka saling kenal.


“ Jasmine!”


 ternyata sosok itu adalah Jasmine mantan kekasih dari Joe dan juga Louis. Sehingga membuat Tania mengernyitkan dahinya. Itu ekspresi spontan darinya atas kehadiran sosok yang tak di sukai nya.


“ Ngapain kamu kesini?” tanya Tania, menyilakan kedua tangan nya di dada nya. Seolah menentang kehadiran Jasmine disana.


Hal itu ternyata membuat Jasmine semakin mengulas senyum nya.


“ Kamu belum jawab pertanyaan ku loh, apa kabar mu?” Kembali bertanya dengan senyum yang masih awet disana.


“ Nggak usah banyak basa-basi. Ngapain kamu kesini dan juga tau dari mana kamu tau jika kami menginap disini?” Masih tak menjawab pertanyaan yang di lontarkan oleh Jasmine, malah kini Tania melontarkan kembali beberapa pertanyaan kepada Jasmine.


“ Ehm, sepertinya kemarin Joe tidak cerita ke kamu ya tentang pertemuan kita.” Jasmine mulai berusaha memanaskan hati Tania sekarang.


“ Bertemu?” Tanda tanya besar mengalir di benak nya. Tania juga tak menyangka, jika Joe ternyata bisa bertemu secara diam-diam dengan mantan kekasih nya itu.


“ Hmm, iya, dan juga kemarin kita sempat ngopi bareng loh di salah satu Caffe yang ada disini.” Jasmine semakin berusaha memancing emosi Tania. Dan sepertinya usaha nya hampir sukses sekarang.

__ADS_1


Sial! Berani-berani nya Joe bermain api di belakangku.


Kesal Tania.


Sementara itu,


Joe yang tadinya kembali terlelap kemudian terjaga, di lihatnya kearah sekitar tidak ada Tania disana. Lalu samar-samar ia mendengar, suara Tania yang sedang berbicara dengan seseorang dari arah pintu kamar.


Tania sedang berbicara dengan siapa disana?


Penasaran, Joe kemudian meraih sebuah handuk yang tergeletak disana. Handuk bekas Tania mengeringkan rambut nya. Handuk yang tidak terlalu besar itu kemudian dililitkan nya di pinggang nya, sementara dada nya di


biarkan terpampang begitu saja.


Perlahan, Joe kini mendekat kearah sana. Meraih pinggang Tania dan bertanya kepadanya.


“ Sayang, kau sedang berbicara dengan siapa?”


Melihat kedatangan Joe yang disertai pertanyaan nya, membuat Tania dengan spontan menjawab.


Matanya melotot kearah Joe, lalu kemudian beralih kearah Jasmine.


“ Silahkan kalian berdua reunian dan membuat janji bersama!” seru Tania seraya berlalu pergi dari sana.


“ Sayang, mau kemana?”


Joe meraih tangan Tania dan menahan nya. Tak ingin membiarkan wanitanya itu pergi dari sana, tak ingin Tania salah paham.


“ Aku mau masuk kedalam, agar kalian lebih bersama.” Di tampik nya tangan Joe kasar, lalu kini dengan segera ia pergi dari sana. Sepertinya api cemburu berhasil menaikkan level keberanian Tania hingga tiga kali lipat saat ini, sehingga ia tak takut sama sekali dengan amukan Joe nantinya.


Joe mengepalkan tangan nya, reaksi Tania yang terbilang cukup kasar membuat nya naik darah. Namun kini amarah itu bukan untuk Tania, melainkan kepada Jasmine si provokator penyulut amarah.


Ditatap nya kearah Jasmine dengan tatapan dingin.


“ Ada apa kau datang kemari? Ingin mencari masalah dengan ku?” Tanya Joe dingin.


Jasmine tersenyum, saat ini yang di perhatikan nya adalah tubuh Joe yang terekspos bebas di depan nya, bukan nya pertanyaan nya. Namun, yang membuat Jasmine kesal sekarang adalah disana ia melihat begitu banyak bekas gigitan yang ia yakini itu perbuatan Tania.

__ADS_1


 Lalu kemudian, dengan tak tahu malu nya ia berkata.


“ Joe, apa yang kau lakukan semalam? Kenapa tubuhmu penuh dengan bekas gigitan seperti ini?” Tanya Jasmine seraya berusaha mendekati Joe.


Namun, Joe menahan langkah nya.


“ Jaga jarak dengan ku. Aku tak ingin kau terlalu dekat.” Ucap Joe.


Glek!


Jasmine menelan ludah nya. Saat ini Joe menyatakan kalimat nya dengan nada yang sangat tegas, serta raut wajah yang terlihat begitu dingin membuat Jassmine mundur beberapa langkah.


“ Joe, apa kabarmu? Bagaimana kamu bisa….”


Belum lagi Jasmine  menyelesaikan kalimat nya, Joe kini malah menyanggah nya.


“ Apa yang kau inginkan? Cepat katakan!” Nada Joe cukup tinggi saat mengucapkan kalimat nya. Membuat Jasmine ragu-ragu mengucapkan kalimat nya.


“ A-aku i-ingin….”


“ Joe! Apa kau sudah selesai!” seru Tana dari dalam.


Lagi-lagi jasmine tak bisa menyelesaikan kalimat nya karena jeritan Tania dari dalam.


“ Waktumu telah habis, sekarang pergilah dari sini karena aku sedang sibuk melayani istriku.”


Bam!


Suara pintu yang di tutup dengan kasar oleh Joe terdengar begitu keras.


Sial! Ternyata ****** itu begitu ganas diatas ranjang, pantas saja Joe begitu menyukai-nya.


Jasmine mengepalkan tangan nya, bibir nya bergetar menahan amarah nya. Rasa iri kini kian berkecamuk di dirinya, merasa lebih tinggi memandingkan diri dengan Tania. Bagaimana wanita itu bisa di bandingkan dengan nya.


BERSAMBUNG


Jangan lupa dukung karya Ra dengan cara tekan Vote dan Like nya kaka, karena semua itu gratis^^

__ADS_1


__ADS_2