CEO PLAYBOY JATUH CINTA

CEO PLAYBOY JATUH CINTA
kunjungan mama part2


__ADS_3

" ma.. tania boleh minta tolong gak.?" tanya tania penuh harap


" kamu mau minta tolong apa sayang? mama pasti bantu.." ucap mama seraya memegang pipi calon mantu nya dengan lembut


" tania mau minta tolong sama mama, tolong bilang sama joe, agar tania bisa tinggal di asrama, tania gak mau tinggal disini ma.." ucap tania memelas


" loh. . kenapa kamu gak mau tinggal disini? joe benar tania.. tinggallah disini bersama joe" ucap mama


" tapi ma.. tania malu.." keluh tania


" malu sama siapa sayang.. bukuankah lebih bagus kamu tinggal disini, jadi joe bisa menjaga kamu.." ujar mama mendukung anak nya


" kita kan belum nikah ma, masak udah tinggal seatap," ungkap tania


" kalau itu kamu gak usah khawatir.. mama udah ngatur semua nya.. seminggu lagi kalian akan menikah.." ucap mama penuh semangat


" apa..!!!" tania terkejut


" kamu kenapa? gak suka ya.. maafin mama ya, karena mama ngambil keputusan sendiri, tapi mama gak mau dengar penolakan, pokok nya kalian harus menikah karena mama sudah nyebarin undangan sama seluruh saudara serta kolega2 mama.." ujar mama penuh harap dengan sedikit memaksa.


tania yang mendengar permintaan mama tampak temenung tak habis pikir dengan nasib nya..


kenapa jadi begini.. baru aja tadi joe maksa aku buat nerima dia terus maksa aku tinggal disini bersama nya, sekarang mama nya pun juga maksa aku untuk mau menikah dengan anak nya.. ternyata ibu dan anak ini punya sifat yang sama...


gumam tania dalam hati, ia tak habis fikir dengan ibu dan anak itu..

__ADS_1


" kreek " pinti kamar kembali terbuka, terlihat sesosok pria melangkah masuk kedalam kamar dengan senyum mengembang di bibir nya, pria itu tak lain adalah empu nya rumah yaitu joe..


" mama.. kapan mama sampai?" tanya joe ketika melihat mama nya sudah ada di kamar itu


" belum lama kok, beberapa menit yang lalu.. tadi kata bibik kamu sedang keluar, jadi mama langsung masuk kesini deh jenguk mantu mama.." ujar mama tersenyum.


" ooh..." ucap joe di sertai anggukan kepala nya


" joe.. mama mau ngomong serius sama kamu.." tatap mama tajam ke arah putra nya


" tapi kamu janji jangan marah ya.." mama memastikan kalau2 joe marah


" ngomong aja ma.." joe santai..


" seminggu lagi.. kalian menikah ya.." ucap mama dengan memegang pipi joe


tania yang mendengar itu menggepalkan tangan nya di bawah selimut, ia tak menyangka bahwa joe akan sesantai itu mendengar apa yang di ucap kan mama nya.


" baguslah kalau kamu setuju, tapi walaupun kamu gak setuju, mama akan tetap maksa kamu, karena mama udah nyiapin semua nya, serta sudah nyebarin undangan ke seluruh keluarga serta kolega2 kita.." seru mama yang sangat senang ketika mendengar joe tidak keberatan dengan apa yang di inginkan nya


" yasudah ma.. atur aja semua nya, joe dan tania sudah siap untuk menikah.." ujar joe yang melangkah mendekati ranjang tania


" ya kan sayang.. katakan pada mama kalau kamu juga sudah siap menikah dengan ku.." ucap joe pada tania dengan tersenyum puas


cih... kalau aku bilang tidak pun kau dan mama mu tetap akan memaksaku kan, kalian berdua kan sama, ibu dan anak yang tak mau mendengar penolakan dari ku..

__ADS_1


gumam tania dalam hati,


" iya sayang.. aku siap menikah dengan mu.." ucap tania dengan senyum terpaksa, ia tak menyangka kalau kalimat itu akan keluar dari mulut nya hari itu..


" bagus.. mama.. sudah dengar kan, kalau tania akan menikah dengan ku.." ucap joe tersenyum puas..


" baiklah.. kalau begitu dua hari lagi kalian fitting baju pengantin ya, sama desainer mama, " mama tersenyum senang, ia sangat senang mendengar joe dan tania tak keberatan dengan semua rencana nya..


" oke.." ucap joe


tok.. tok.. tok..


seseorang mengetuk pintu dari luar


" permisi tuan.. ini bibik" ucap bik asni di balik pintu


" masuk aja bik.." ujar joe


bik asni pun melangkah masuk kedalam kamar dengan membawakan kue serta buah buahan segar yang telah ia kupas, dan tak lupa juga tiga gelas jus, ia membawa nya dengan kereta dorong khusus makanan


" nyonya ini kue dan buah buahan nya.. silahkan dimakan, dan juga minuman nya.." ucap bik asni dengan menyajikan semua makanan itu di meja dekat sofa yang berada dalam ruangan itu, ia menaruh nya dengan rapi.


" iya bik.. terima kasih ya.." ucap mama lembut kepada bik asni


'" sama sama nyonya.." bik asni mengangguk serta berlalu pergi dari sana dengan membawa kembali kereta dorong nya.. ia pun keluar tanpa lupa menutup pintu

__ADS_1


bersambung


__ADS_2