
penjaga kasir mulai mengerutkan dahi nya menatap kesal ke arah angel yang berdiri di hadapan nya. sedangkan angel kini wajah nya mulai memerah menahan malu karena semua kartu debit yang ia punya tidak bisa terpakai.
sial..!!! kenapa bisa begini sih, harga diriku rasa nya seketika turun di hadapan mereka jika seperti ini.
gumam angel kesal.
" nona, jadi ini gimana tagihan nya? jadi tidak beli tas nya." ucap penjaga kasir dengan ketus.
" nggak usah ketus gitu kali mba, saya pasti bayar kok," ucap angel seraya mengerutkan dahi.
" haha, nafsu besar tapi dana kurang ya beginilah jadi nya.."
gumam tania seraya tersenyum tipis menyaksikan pemandangan di hadapan nya.
mama yang ada disana kini berjalan mendekati meja kasir. ia tak tega saat melihat raut wajah angeline yang mulai berubah kebingungan saat melihat semua kartu debit nya tak bisa terpakai.
" mba, berapa ini harga nya?" tanya mama joe kepada penjaga kasir.
" dua puluh lima juta nyonya." ucap penjaga kasir
" biar saya yang bayar ya," ucap mama seraya kembali mengeluarkan kartu debit tanpa batas milik nya dan menyerahkan nya kepada kasir untuk membayarkan nominal dari harga tas angeline.
" tante, terima kasih ya, angel janji akan mengganti semua uang tante." ucap angel seraya memasang wajah penuh iba.
__ADS_1
" tenang saja angel, tante ikhlas kok bayarin tas kamu, kamu nggak usah khawatir ya dan juga nggak usah pusing mikirin bagaimana cara mengganti nya. anggap saja ini sebagai hadiah untuk kamu karena sudah mau memilihkan tas yang cocok untuk tante." ucap mama lembut seraya mengusap punggung angeline.
" yes, akhir nya nggak perlu ganti. cuma ngasih rekomendasi tas yang cocok aja untuk tante eh ternyata bisa dapat hadiah tas se mewah ini haha, tapi aku masih kesal juga sama papa yang udah memblokir semua kartu ku tanpa pemberitahuan sebelum nya. untung saja hari jumpa sama mama joe, kalau tidak aku pasti akan malu besar s**ekarang.
gumam angel.
" terima kasih banyak tante, tante memang yang terbaik." ucap nya seraya memeluk mama joe dengan lembut.
tania menatap tajam kearah angel yang kini memeluk mama dengan lembut, ia tampak tak senang melihat angel yang seolah memanfaatkan kebaikan mertua nya.
***
jam menunjukkan pukul tiga sore. setelah puas berbelanja dan juga makan di sebuah restoran yang ada di mall tersebut kini angel, tania dan juga mama memilih untuk pulang meninggalkan mall tersebut.
" angel, tante dan tania akan pulang bersama. kamu sendiri juga langsung pulang kan?" ucap mama kepada angel.
" ya, tante juga makasih banget ya karena kamu udah nemani tante dan juga tania hari ini." ucap mama lembut
merekapun akhir nya berpisah. tania dan mama kembali ke hotel sedangkan angel kembali ke rumah nya. ia membawa mobil nya sendiri dengan kecepatan tinggi sehingga tak butuh waktu lama bagi nya untuk segera sampai ke rumah nya.
mobil yang ia bawa kini ia parkir kan begitu saja di depan teras rumah nya. sementara dia bergegas segera masuk kedalam rumah megah milik orang tua nya.
angel berlari kecil melewati setiap ruangan yang ada di rumah nya, saat ia sampai di ruang keluarga ia melihat tak ada orang yang di cari nya hingga kemudian ia pun bergegas naik ke atas menuju ruang baca.
__ADS_1
angel masih berlari kecil disana hingga akhir nya tibalah ia di sebuah ruang baca yang cukup apik milik ayah nya.
" pa..!!" ucap nya saat ia melihat orang yang sedang di cari nya ternyata ada disana.
pak sutrisno kemudian menoleh ke arah anak nya dengan sedikit memicing kan mata nya seolah tau apa yang akan di sampaikan sang putri terhadap nya.
angel berjalan mendekat, ia melemparkan semua barang belanjaan yang di belikan mama joe kepada nya di atas sebuah sofa yang ada di dalam ruang baca tersebut dan kemudian ia membuka tas nya serta mengambil dompet nya dan mengambil semua kartu debit milik nya.
" pa..!! pasti papa kan yang sudah memblokir semua kartu milik angel." ucap nya seraya melemparkan semua kartu tersebut di hadapan papa kandung nya yang membuat papa nya menggeleng - geleng kan kepala nya melihat sikap putri nya.
" pa..!! jawab.!!" ucap nya dengan nada tinggi.
" angel..!! apa begini sikap mu terhadap orang tua? kamu papa kuliah kan keluar negri untuk menjadi seorang putri yang baik bukan malah menjadi putri durhaka yang tak tau aturan seperti ini." ucap papa dengan nada tinggi akibat kesal melihat tingkah anak nya.
" pa..!! aku seperti ini juga karena papa yang memblokir seluruh kartu kredit ku tanpa pemberitahuan sebelum nya, papa tau aku hampir malu tadi karena tak mampu membayar barang belanjaan ku." jawab angeline dengan nada kesal.
" angel, kamu selain belanja apa kamu tau hal lain nak? papa sekolahkan kamu dulu hingga keluar negri itu karena papa berharap jika kamu sudah lulus nanti maka kamu bisa membantu usaha papa disini," ucap papa
" angel ngga mau, malas sekali jika harus bekerja di perusahaan karena itu hanya akan membatasi aktivitas angel sehari - hari sehingga waktu angel untuk angel kumpul serta hang out sama teman - teman akan berkurang." tutur angel
" kamu hanya memikirkan teman - teman kamu dan kamu tau nya hanya menghabiskan uang papa, maka dari itu papa blokir semua kartu kredit kamu dan kalau kamu masih bersikukuh tidak mau bekerja di perusahaan papa maka semua fasilitas yang ada sekarang akan papa cabut semua nya." ancam papa
" pa, nggak bisa gitu donk.!!" ucap angel yang tak terima dengan perlakuan papa nya yang di nilai nya terlalu kejam terhadap nya.
__ADS_1
" papa nggak mau berdebat sama kamu lagi, keputusan papa sudah bulat jika kamu tidak mau membantu papa di perusahaan maka semua yang kamu miliki sekarang akan papa ambil." ucap pak sutrisno seraya pergi meninggalkan anak nya di dalam ruang baca milik nya.
angeline mengepalkan tangan nya seraya menatap kesal ke arah sang papa. ia tak pernah menyangka jika papa nya akan begitu tegas terhadap diri nya. bukan tanpa alasan pak sutrisno bersikap kejam seperti itu, ia hanya mau angel anak semata wayang nya tau bagaimana capek serta sulit nya dalam mencari uang sehingga sikap nya yang suka menghambur - hamburkan uang itu bisa hilang dan angel juga bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi.