CEO PLAYBOY JATUH CINTA

CEO PLAYBOY JATUH CINTA
belum menikah


__ADS_3

" joe. mama pulang dulu ya.. kamu jagain tania, jangan sampai dia kenapa2.. bentar lagi kalian mau nikah loh..." mama pamit untuk pulang


" pasti kok ma.. joe bakalan jagain tania dengan segenap jiwa dan raga joe.. " ucap joe percaya diri


" yaudah.. da ... " mama pergi dengan melambaikan tangan kepada joe yang mengantar mama sampai di depan rumah, setelah mobil mama pergi joe pun kembali ke kamar tania, gadis cantik itu tidak ada di ranjang nya.. joe menulusuri kamar tesebut namun tak juga mendapatkan gadis nya..


" byur.. byur.. " teedengar suara air dari dalam kamar mandi, ia ingin membuka pintu kamar mandi itu namun di urungkan nya niat nya tersebut, lalu ia memutar kembali tubuh nya, melangkahkan kaki nya menuju ke arah ranjang serta merebahkan kan tubuh di atas nya.


tak berapa lama berselang..


tap.. tap.. tap.. ( kreeak )


suara pintu serta langkah kaki seseorang memenuhi isi kamar, joe bangkit dan duduk di atas ranjang serta menyenderkan tubuh nya..


" aaa.... " teriak tania


" ssssttt.. " joe reflek bangun menempelkan jari nya di bibir tania,


" joe. ..!!" teriak tania dengan reflek mendorong hingga jatuh ke ranjang.


joe yang ikutan terkejut menatap tania dengan tajam.


" sayang.. kamu seksi sekali.. ap kamu sengaja menggoda ku.." ucap joe yang menatap nya dengan tatapan nakal


" joe.. sedang apa kamu disini?" kesal tania


" inikan kamar ku, jadi terserah aku donk.." seringai joe dengan senyum jahat


" baiklah .. kamu raja nya .. " ucap tania kesal, ia membalikkan badan nya namun tangan nya sudah di tarik oleh joe hingga ia terjatuh di atas ranjang dalam pelukan joe.

__ADS_1


" jonathan... lepasin..." berontak tania, namun semua itu sia sia, tenaga nya tak mampu menngalahkan pelukan joe yang semakin erat, ia membalikkan tubuh nya dan sekarang posisi mereka berbalik, joe sudah berada diatas tania dengan menindih nya.


joe sama sekali tak tinggal diam, ia langsung mengambil kesempatan itu dan menciumi leher tania..


" joe..!! berhenti..!!" teriak tania


ia masih berusaha melepaskan diri dari cengkraman joe.


" joe.. kamu... mmm...." kini bibir mereka saling beradu, joe menutup mulut tania dengan melumat habis bibir nya, ia memainkan lidah nya menyapu seluruh rongga mulut tania hingga tak ada yang terlewatkan sedikit pun, nafsu nya sudah memuncak dari tadi saat ia melihat tania keluar dari kamar mandi dengan hanya menggunakan handuk yang melilit sebagian tubuh nya, tania sangat seksi saat ini..


cukup lama mereka berciuman sehingga membuat nafas tania mulai tersengal, joe menyadari itu.. tangan nya mulai menarik handuk yang melilit di tubuh mulus tania, ia membuang nya ke lantai, tangan nya dengan cepat sudah meremas kedua bukit kembar itu dan kini giliran bibir nya yang menyentuh bukit tania, yang membuat tania mendesah. .


" aah... mmm... "


desahan tania semakin memacu gairah joe, ia semakin liar melancarkan aksi nya..


" joe.. please... lepasin..." ucap tania tak berdaya, air mata mulai mengalir membasahi bantal di bawah kepala nya, joe yang melihat air mata tania yang sudah mengalir itu seketika menghentikan aksi nya..


" lepasin aku..." tania memelas..


joe yang tak tega melihat tania menangis serta memelas padanya pun melepaskan tubuh tania dan memilih duduk di atas ranjang.


tania menarik selimut dan menutupi tubuh nya, serta mundur sedikit menjauh.


" kamu kenapa? kok di tutupi.." joe tampak tak senang saat melihat tania yang sudah menutupi badan nya dengan selimut..


" aku tidak mau kamu melihat ku seperti itu.." ucap tania yang masih menangis


" kenapa harus malu? bukankah aku sudah pernah melihat seluruh tubuh mu sejak awal kita bertemu.. apa kau sudah lupa?" joe memperingatkan kejadian awal mereka bertemu..

__ADS_1


" itu kamu yang memaksa, sedang kan aku gak menyadari itu.." ucap tania


" baiklah.. terus kenapa kau menangis.. bukankah kau juga menikmati setiap sentuhan ku.." ujar joe yang mulai mendekati tania kembali


" itu kamu yang memaksaku joe.." tania memalingkan wajah nya, namun joe semakin mendekat dan kini tangan nya menyentuh dagu wanita yang di cintai nya itu


" tania.. aku mencintaimu.. bukankah itu hal yang wajar di lakukan oleh kedua orang yang saling mencintai..?" tanya joe


" atau jangan2 kau tidak mencintaiku?" mata joe mulai menatap tajam.


tania terdiam..


" jawab tania.." joe mulai kesal


" aku juga mencintaimu.." ucap tania lirih


" terus kenapa kau tidak mau.." tatap joe lekat2 ke arah tania


" karena kita belum menikah.." ujar tania seraya menunduk, joe semakin mendekati tania, kini ia duduk pas di depan tania dengan jarak 5cm. mereka kini duduk dengan berhadap hadapan dengan sangat dekat.


" bukan kah kita akan segera menikah, terus apa bedanya sekarang da nanti.." ucap joe


" tapi kita belum menikah sekarang, aku hanya ingin memberikan semua di malam pernikahan.. sebagai hadiah ku untuk suami ku.." ucap tania sedikit berteriak dengan menatap tajam ke arah joe.


joe terdiam, ia membalas tatapan mata tania tak kalah tajam nya, malah tatapan nya lebih tajam yang membuat nyali tania menciut dan memilih menundukkan kepala nya


habislah aku.. kenapa aku begitu berani berteriak kepadanya tadi..


gumam tania dalam hati.

__ADS_1


joe semakin mendekat, kini ia mengangkat tangan nya, tania menutup wajah nya ia takut kalau joe akan memukul nya karena sudah berani berteriak padanya.. ia menutupi wajah nya dengan kedua telapak tangan nya untuk berjaga jaga..


bersambung


__ADS_2