CEO PLAYBOY JATUH CINTA

CEO PLAYBOY JATUH CINTA
BAB 202


__ADS_3

“Lan, yuk masuk!” ajak Tania yang saat ini telah meraih


tangan Wulan.


“Masuk?” tanya Wulan.


“Ya,” Tania mengangguk.


“Ngapain kita masuk kesana?” tanya Wulan.


“Tentu saja untuk berbelanja!” seru Tania.


“Nia … apa kau tau tempat ini? Ini tempatnya para kalangan


elit untuk berbelanja,” kata Wulan.


Tania pun tersenyum, dengan gelengan pelan. “Aku tau itu,


dan sekarang kita akan masuk ke dalam untuk bersenang-senang,” sahut Tania


dengan santai.


“Tapi, Nia…” sedikit ragu.


“Tapi apa?”


“Aku takut, jika kita tidak akan….” Wulan tidak melanjutkan


lagi kalimatnya.


“Wulan, lihat aku.” Tania memposisikan tubuh Wulan berdiri


tegak di hadapan nya. “ Apa kau lupa jika aku ini siapa? Aku bukanlah Tania


yang dulu, yang jika ingin membeli apa-apa harus melihat bandrol harga terlebih


dahulu. Aku sekarang adalah Tania Alexandre, istri dari Joenathan Alenxandre.


Selagi aku mau, apapun bisa ku miliki,” jelasnya. “Selama pernikahanku, aku


belum pernah membelanjakan uang Joenathan. Kartu hitam yang diberikannya


untukku, selama ini tak pernah terpakai. Tadi pagi sebelum berangkat kerja, dia


memarahiku karena aku tak pernah memakai uangnya, dan sekarang aku ingin


meminta bantuanmu untuk menghabiskan uangnya. Aku ingin membelanjakanmu


beberapa, membantuku menghabiskan sedikit uang nya, karena jika tidak aku takut


nanti saat Joenathan pulang ia akan kembali memarahiku,” ujar Tania.


“Tapi Nia, aku….”


“Sssttt! Jangan menolak ya,” kata Tania. “Kau sahabatku,

__ADS_1


selama ini kau selalu membantuku, jadi sekarang aku ingin memberimu sebuah


hadiah dan kau tidak boleh menolaknya.” tukas Tania.


Sungguh Wulan sangat segan menerima hadiah mewah dari


sahabatnya. Namun, ia tak dapat menolak permintaan Tania, terlebih saat ini


Tania sedang mengandung, pasti penolakannya akan membuat Tania bersedih dan


Wulan tidak mau itu. Ia pun lantas memutuskan untuk menerima apa yang ingin


diberikan Tania kepadanya.


Beberapa menit telah berlalu, berganti dengan waktu jam yang


sudah terlewati. Beberapa kantong belanjaan saat ini sudah memenuhi tangan.


Tania bahkan tak mampu memegang, hingga akhirnya ia memutuskan untuk


menyerahkan semua barang belanjaan mereka kepada kedua pengawal yang sedari


tadi mengikutinya.


Sekarang, kedua tangan mereka sudah kosong, dan waktunya


untuk kembali bersenang-senang. Setelah beberlanja hampir setengah harian,


perut Tania merasa lapar. Maklum saja, saat ini Tania sedang mengandung, hingga


Tania pun akhirnya mengajak Wulan masuk ke dalam salah satu


restoran chicken yang ada di sana.


Pesanan sudah di catat, waktunya menunggu sambil


berleha-leha mengistirahatkan diri sejenak. Rasanya, berjalan kesan-kemari


membuat lutut Tania sedikit merasa pegal. Hal itu dikarenakan belakangan ini,


selama dirinya hamil, Tania jarang sekali melakukan pergerakan, karena Joe yang


selalu melarangnya.


Apa saja yang ingin Tania lakukan di rumah, semuanya diambil


alih oleh para asisten rumah tangganya. Sebenarnya Tania sempat protes kepada


mereka, namun setelah mendengar penjelasan dari para asisten rumah tangga itu,


akan tanggung jawab yang Joe berikan kepada mereka atas kesehatan ia dan juga


bayinya, barulah Tania mengerti dan tak lagi melakukan apapun yang membuatnya


lelah, karena tak ingin menjadi beban untuk semuanya. Tania tau betul, jika

__ADS_1


sampai ia jatuh sakit akibat kelelahan, pasa asisten rumah tangganya lah yang


akan menanggung semuanya, kemarahan dari Joenathan.


“Kau tau Wulan, hari ini aku merasa sangat senang sekali,”


ujar Tania dengan ekspresi bahagia di wajah nya.


“Oya? Syukurlah,” balas Wulan dengan senyumnya.


“Beberapa bulan ini, Joe selalu melarangku melakukan


aktivitas apapun di rumah, karena ia tak ingin aku jatuh sakit karena


kelelahan.”


“Hmm … itu bagus, tandanya Joenathan saat ini benar-benar


menyayangimu.”


“Kau benar, tapi apa kau tau? Terkadang aku sendiri merasa


jengah di rumah, makan tidur tanpa melakukan apapun, sungguh sangat


membosankan!” wajah Tania terlihat muram. “Tapi … hari ini aku sangat bahagia,


karena bisa menghabiskan waktu denganmu,” sekejap berubah menjadi ceria.


Wulan ikut tersenyum, melihat keceriaan yang tersungging di


wajah Tania. ternyata, menyenangkan seseorang itu tidaklah terlalu rumit, cukup


dengan meluangkan sedikit waktu, maka hal itu akan menjadi hal yang sangat


menyenangkan bagi mereka.


“Nia, aku juga sangat senang bisa menghabiskan waktu


bersamamu hari ini. Terlebih, kau membelanjakanku banyak barang, mahal-mahal


pula, membuatku bingung kelak harus membalasnya dengan apa,”


“Hehehe … tenang saja!” Tania menyambutnya dengan cepat.


“Jika kau merasa tidak enak denganku, maka tebuslah dengan datang ke ulang


tahunnya perusahaan Kak Sam nanti malam. Joe mengajakku, dan pastinya nanti


malam ia akan sibuk bersama teman-temannya, aku pasti akan sangat bosan di


sana.  Jika kau ikut denganku, maka aku


akan merasa sangat senang dan tidak akan bosan karena ada kau yang menemaniku


di sana,” ajak Tania.

__ADS_1


__ADS_2