CEO PLAYBOY JATUH CINTA

CEO PLAYBOY JATUH CINTA
BAB 159


__ADS_3

Bulan terlihat begitu indah, diatas langit di temani bintang-bintang yang bertaburan di sekelilingnya. Semilir angin kian berhembus menggoyangkan daun-daun yang masih kokoh bertumpu di dahan.


Malam semakin larut. Semakin sejuk, membuat Tania meringkuk kedinginan. Selimut yang di pakainya tersingkap lebar. Sehingga memampangkan tubuh gemulai Tania yang tampil polos dengan beberapa tanda merah yang berhasil menempel di sana.


Jam sudah menunjukkan pukul 01:37 WIB. Kesejukan kian terasa, sehingga membuat Tania terjaga dari lelapnya.


“Hoaaamm…” di tepuk-tepuknya permukaan mulut dengan sebelah telapak tangan. Tania sudah bangkit dari tidurnya, lalu bersandar di sandaran empuk tempat tidur sambil duduk dengan menjulurkan kakinya. Selimut kembali ia tarik, hingga menutupi dadanya.


Krryyuuk!


Perut Tania berbunyi. Menandakan, jika saat ini sang pemilik tengah dirundung rasa lapar yang menganggu.


“Haiiss… kenapa aku tiba-tiba lapar di jam segini.” lirih Tania sambil memicingkan mata.


Seketika, ia lantas tersadar jika tadi ia melewatkan makan malam karena Joe yang meminta jatahnya terlalu awal. Rasa lelah akibat pergulatan itupun akhirnya membuat Tania terlelap.


Dilihatnya kearah samping. Di tempat Joe biasa terlelap. Tapi taka da siapapun di sana.


“Kemana Joe?” Tania, lantas mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan. Tapi, tak menemukan Joe di sana.


Ia pun lantas memutuskan bangkit dari tempat tidurnya sambil menarik selimut yang menutupi tubuhnya. Lagi, Tania kembali mengedarkan pandangannya keseluruh ruangan. Tapi, sayangnya, yang di cari tak terlihat ada.


Selimut terseret, beriringan dengan langkah kaki Tania yang mulai beranjak. Pintu balkon tertutup rapat, menandakan jika tidak ada orang yang berada di luar sana. Tania, pun lantas memutuskan untuk mencari Joe  ke kamar mandi. Tapi, sayangnya, sang pujaan hati tak ada juga di sana.


“Kemana, Joe, pergi ya?” tanya Tania lagi kepada diri sendiri.


Byuurr!


Air mengalir dari sebuah kran yang barusaja di buka. Terlihat seorang wanita sedang berdiri di sana, sambil menundukkan wajahnya.

__ADS_1


Srrhhaass!


Beberapa kali, Tania menyapukan air dari telapak tangan melingkupi wajahnya. Setelah merasa cukup, Tania pun lantas kembali menatap diri di depan sebuah cermin yang berada tepat di hadapannya.


“Joe, dia pergi kemana ya?” lagi, pertanyaan yang sama tercetus dari mulut Tania.


Entah mengapa, saat ini hatinya terasa tak enak saat pertama kali melihat Joe yang tak ada di sampingnya. Selama pernikahan, ini kali pertama Joe pergi dari kamar tanpa pemberitahuan apapun padanya.


Mungkinkah saat ini Joe ada urusan mendadak?


Batin Tania.


Setelah membersihkan diri. Tania, kini kembali memasuki kamarnya. Dilihatnya kearah jam dinding yang terpajang besar di atas sana. Sudah menunjukkan pukul 01:45 WIB.


Sudah dini hari. Pekerjaan apa yang Joe lakukan selarut ini?


Tania bertanya dalam hatinya.


lemari besar yang ada di dalam kamar. Tania, lantas memakainya untuk melingkupi sedikit rasa kedinginan ditubuhnya.


Perut semakin lapar, membuat Tania kembali mengusapnya. Sedangkan, Joe, tak kunjung kembali. Membuat, Tania, akhirnya memutuskan untuk keluar dari kamar.


Ruangan sudah gelap. Hanya lampu koridor saja yang menyala. Sedangkan lampu yang berada di ruangan tertentu, sudah di matikan semua. Maklum saja, mengingat malam yang sudah larut, dan juga sudah tidak ada aktivitas yang harus di kerjakan.


Perlahan, Tania menuruni anak tangga. Melangkah kearah


belakang, menyusuri dapur dengan cahaya lampu remang-remang. Bola lampu yang di


nyalakan hanya satu, sehingga tak cukup menyinari seluruh ruangan.

__ADS_1


Klik!


Tania, menyalakan seluruh lampu yang ada di dapur. Membuat, ruangan itu terang benderang sekarang. Segera, ia pun mencari makanan yang bisa di makan. Di bukanya lemari makanan, masih ada lauk yang termakan tadi. Tapi,


Tania tak berselera. Sehingga kini, matanya mengerlingkan kearah lain, mencari sesuatu yang lain untuk di makan.


Di sudut sana, tak jauh dari sebuah pemanggang roti. Ada bungkusan roti lengkap dengan berbagai macam selainya. Tania pun lantas mendekatinya, lalu kini ia mengambil beberapa lembar roti tersebut.


Perut sudah terisi, tapi fikiran masih menganggu. Setelah selesai dari dapur, Tania kembali mencari Joe di berbagai ruangan. Tania, memasuki ruang baca, tapi tak menemukan Joe di sana. Ruang kerja, juga tak luput dari pencariannya. Tapi, Joe juga tak ada di sana.


Pikiran Tania seketika melayang. Kemana Joe pergi? Dengan siapa dia sekarang? Apa mungkin ada pekerjaan yang harus di kerjakan selarut ini? Pikiran Tania mulai traveling kemana-mana.


Malam semakin larut. Fikiran was-was semakin berkelut. Tak ingin memprediksi sendiri tentang apa yang terjadi. Tania, kini memilih menghubungi Joe dan langsung menanyakan sendiri tentang keberadaannya saat ini.


Tut… tut.. tutu...


Panggilan telefon tersambung. Tapi, tak ada satupun jawaban darisana. Tania, semakin bingung, sehingga kini ia pun memutuskan untuk menghubungi Bayu, menanyakan tentang keberadaan Joe padanya.


 Tut… tut… tut…


Panggilan tersambung. Agak lama, lalu kemudian terangkat juga.


“Hallo,” sapa Tania pelan, agak segan. Mengingat saat ini sudah tengah malam. Pastilah Bayu tengah nikmat dalam lelap. Namun, sekarang malah terganggu karena suara panggilan darinya.


“Hmm, ya, ada apa Tania?” tanya Bayu dengan nada suara khas bangun tidur.


“Apa kau tau Joe ada dimana?” tanya Tania langsung pada intinya.


“Joe?” Bayu mengerutkan dahinya.

__ADS_1


“Ya, apa kau tau dia sedang ada dimana sekarang?”


TBC.


__ADS_2