CEO PLAYBOY JATUH CINTA

CEO PLAYBOY JATUH CINTA
BAB 133


__ADS_3

Di urang aula pertemuan.


Sudah duduk beberapa staff disana. Bayu, duduk berdampingan dengan Wulan. Sementara Katty, duduk di kursi ujung yang ada sana. Wajah nya terlihat sangat kesal sekarang, membayangkan apa yang terjadi di ruangan Joe


sekarang.


Sial! Benar-benar sial! Bisa-bisa nya mereka melakukan hal itu di kantor.


Umpat Katty.


Wajahnya terlihat begitu kesal, membuat Bayu dan Wulan yang sedari tadi memperhatikan tingkah nya tersenyum di kursinya.


“Kau lihat Wulan, Nona penggoda itu sedang sangat kesal sekarang.” bisik Bayu kepada Wulan yang duduk tepat di samping nya. “Kerjamu memang benar-benar bagus.” Mengacungkan jempolnya di balik meja.


“Pasti, kalau untuk menindas para penggoda, aku memang ahlinya.” Wulan tersenyum bangga disana.


“Bagus.” Bisik Bayu seraya menepuk-nepuk paha Wulan dari balik meja.


“Tangan nya di kondisikan Bos.” Menekankan suaranya, mendelikkan mata seraya menepis kasar tangan Bayu sekarang.


“Hahaha!” Bayu tertawa, tak terasa suara nya terdengar begitu nyaring sekarang, membuat beberapa staff yang ada disana menatap kearah nya.


Sementara Wulan, memilih diam menundukkan pandangan nya.


“Ehm,” sengaja,  Bayu memperbaiki posisi duduknya dan memancarkan aura dingin nya sekarang. Sehingga


membuat para staff itu berhenti memandang nya, kecuali Katty. Gadis itu, kini terlihat menatap kesal kearah nya.


Cih! Aku yakin, pria itu dan wanita yang ada di sebelahnya pasti sedang menertawakanku sekarang.


Beberapa saat kemudian.


Terdengar suara langkah kaki memasuki ruangan. Langkah itu terdengar tegas, mantap, dan memengaruhi isi ruangan. Ya, itu langkah kakinya Joe, yang kini sedang berjalan menghampiri kursinya.


“Maaf, aku sedikit terlambat.” Ucap Joe seraya duduk di kursinya.


Sementara Tania kini terlihat berdiri di samping nya.


Joe menengadahkan kepalanya, menatap kearah Tania yang berdiri di samping nya.


“Sayang, duduk.” Ucapnya lembut.


Tania mengangguk, lalu kini pergi kearah salah satu kursi kosong yang ada di seberang sana. Ya, karena saat ini semua kursi telah terisi penuh, cuma satu yang tertinggal disana.


“Tunggu!” panggil Joe.


Tania berhenti, menoleh ke belakang.


“Kembali.” Titah Joe.

__ADS_1


Apa!


Tania mendelikkan matanya. Namun, dia sama sekali tak membantah perintah Joe dan segera kembali kesana.


“Kau, pindah kesana.” Perintah Joe kepada salah satu karyawan yang duduk di samping nya.


“Baik Tuan.” Pria itu menganggukkan kepalanya, lalu segera pindah dari sana.


“Kau, duduk disini. Karena aku tak ingin jauh darimu.” Ucap Joe kepada Tania, yang membuat para staff yang ada disana tersenyum-senyum sendiri sekarang. “Ehm.” Satu suara kembali membuat ruang itu kembali hening, tertib


seperti semula.


Tanpa menunggu lama, Tania pun kini menempelkan bokong nya di kursi yang ada disana.


Sementara itu, dari tempat nya Katty memperhatikan gerak-gerik mereka dengan tatapan murka.


Sepasang suami istri yang begitu romantis. Cih! Lihat saja sampai kapan keharmonisan kalian akan terjaga.


Gumam Katty seraya memalingkan muka.


Kini, setelah yang di tunggu-tunggu telah datang. Rapat pun di mulai.


Tiga puluh menit kemudian.


“Hufft! Untunglah tidak terlalu lama, jika tidak bisa kebas aku lama-lama duduk disana.” Lirih Tania yang kini melangkah keluar.


Sementara Joe terlihat sedang sedikit berbincang dengan beberapa staff nya.


Seseorang menghampir Tania dari belakang seraya mengucapkan kalimat pedas kepadanya.


“Kau,” Tania mengerutkan dahinya. “Apa hak mu mengatakan aku tidak pantas dengan suamiku.” Menajamkan sorot matanya.


“Ya, karena aku adalah mantan kekasihnya. Jadi aku bisa melihat wanita mana yang cocok dengannya.” Membanggakan dirinya sendiri.


“Mantan, cuma mantan kan? Yang pernah menjadi kekasih suamiku, ups! Dan juga wanita murahan yang pernah beberapa kali tidur dengan suamiku. Hahahah!” Tania tertawa.seolah mengejek Katty sekarang. “Wanita sepertimu tidak berhak mengatakan “cocok atau pantas” kepada seseorang. Karena kau sendiri, tidak memiliki itu.” Ucap Tania kini.


Katty mengeram kesal, mengepalkan tangan nya. Ingin sekali rasanya ia mendaratkan telapak tangannya di pipi Tania. Namun, saat Katty hendak melakukannya, Joe datang menghampiri mereka.


“Sayang, maaf sudah membuatmu menunggu lama.” Joe merangkul tubuh Tania dari belakang. Membuat Katty semakin kesal saja sekarang.


Cih! Berani-berani nya mereka bersikap mesra di depan ku.


Menatap sinis kearah Joe dan Tania.


Di tambah lagi, kini mata Katty memperhatikan leher Tania yang kancing baju atas nya sedikit terbuka.


Sialan! Lagi-lagi, dia sengaja memamerkan hal itu di depanku.


Gerutunya kesal.

__ADS_1


Tania menyadari itu, menyadari jika Katty sedang memperhatikan dirinya, atau lebih tepat lehernya.


Sadar akan kancing atas nya terbuka, dengan manja kini Tania meminta Joe memasangkan nya.


“Sayang, boleh minta tolong nggak?” tanya nya dengan manja.


Sebenarnya, Tania sangat malas melakukan hal ini. Namun, karena disana ada Katty, yang siap menggoda Joe kapan saja. Ia kini memilih bertingkah seperti, memberi sedikit pelajaran kepada Katty.


“Minta tolong apa? Katakan saja.” Sahut Joe lembut.


“Lihat ini, kancing pakaian ku terbuka.” Menunjuk kearah pakaian nya sekarang.


“Cuma sedikit kok, nggak apa-apa. Itupun tidak menunjukkan dadamu.” Jawab Joe polos.


“Tapi, disana ada hasil karyamu. Aku tak ingin berbagi hasil karyamu dengan orang lain disini. Suara Tania terdengar sangat manja. “Cukup aku saja yang melihat nya, apalagi merasakannya.” Dengan suara yang di buat


se-lembut mungkin.


Joe tersenyum menyeringai, menatap kearah Tania sekarang.


“Baiklah.” Joe mengancingkan pakaian Tania sekarang. “Jika kau suka, maka aku tidak akan keberatan untuk melukisnya lagi nanti malam.” Kata Joe kemudian.


Katty meradang, kemesraan yang di tunjukkan Joe dan Tania sungguh membuat amarahnya berada di ubun-ubun sekarang. Namun, ia harus menahan nya, tak boleh meluapkan nya disana, karena ada Joe sekarang.


Kini ia berusaha mengatur nafas nya, mengontrol emosinya, berusaha bersikap se-elegan mungkin di depan Joe, agar bisa menarik perhatiannya.


“Ehm, sepertinya aku harus segera pergi sekarang.” Katty melirik kearah jam yang melingkar indah di tangan nya.


“Buru-buru sekali. Apa kau tidak ingin tinggal lebih lama untuk makan siang dengan kami.” Tawar Tania, sekedar basa-basi dengan nya.


“Tidak, lain kali saja. Sekarang aku harus segera kembali, karena masih ada pekerjaan yang harus ku selesaikan.” Ucap Katty, terpaksa menyunggingkan senyum nya. “Joe, aku pamit ya.” menatap kearah Joe sekarang.


“Hmm, hati-hati.” Joe mengangguk, mempersilahkan Katty pergi dari sana.


Begitupun dengan Tania. Gadis itu terlihat tersenyum puas melihat kepergian Katty dari hadapan nya.


Tinggal lebih lama dan makan siang? Cih! Bisa gila aku jika terus melihat kemesraan mereka.


Hmm, sepertinya ada yang mau meledak nih. Hehehe, bagaimana kisah selanjutnya ya? Apakah Katty akan menyerah begitu saja? Atau, Katty akan merencakan sesuatu yang lain, yang bisa membuat Joe berada dalam genggaman nya? Penasarankan, jangan lupa stay terus menunggu kelanjutan Tania dan Joenathan ya.


Mampir juga ke karya Ra yang lainnya.


1.       Ternyata ini Cinta


2.       Pengantin yang tak Dirindukan


3.       Pengantin yang tak Dirindukan (2)


4.       Married Because Forced (Masih baru, jangan lupa ramaikan ya)

__ADS_1


Happy reading! Terimakasih


TBC.


__ADS_2