
" iya sih kk.. sebenar nya tania juga belum begitu percaya dengan semua ini, karena kami belum begitu lama menjalin hubungan" tutur tania.
" kalau kamu belum percaya terus apa yang membuat mu bersedia menikah dengan nya tania.." ucap roy menatap lekat lekat ke arah tania dengan sorot mata sedih.
" aku juga tidak tau kk.. mungkin itu semua karena aku mencintai nya.." ujar tania jujur dengan perasaan nya.
" tania.. apakah kau tidak mempunyai sedikit pun perasaan terhadap ku? tidak kah kau sadar selama ini aku begitu mencintai mu.. perhatian ku kasih sayang ku semua ku curahkan padamu.. kau satu satu nya wanita yang kuinginkan tania...
batin roy.
" kk.. kenapa kakak melamun? nanti itu gosong lo.." ucap tania seraya menunjukkan ke dalam wajan
" ooh... tidak... kakak gak melamun kok, tadi cuma kepikiran aja sama menu selanjut nya apa ya?" roy gugup.
" lihat di atas aja kk, kan disitu ada list nya, apa yang harus kakak buat sekarang.." tania mengingat kan.
" oh ya.. kk lupa .. hehehe" roy tertawa kecil, sungguh konyol menurut nya berbohong namun salah mencari alasan.
" tania.. apa kakak boleh tau, siapa pria beruntung yang berhasil mencuri hati kamu?" tanya roy penasaran dengan sosok pria yang bisa membuat hati nya luluh.
" oh.. i.. i..tu... kk.. dia joe.. jonathan alexandre.." jawab tania terbata bata karena malu mengatakan nya.
__ADS_1
" jonathan alexandre? ceo perusahaan alexandre kan?" ucap roy sedikit tak percaya.
" iya kk.. " ucap tania
" kamu yakin dia mencintaimu?" roy sedikit ragu, " aku dengar dia mempunyai begitu banyak wanita di sisinya, apa kamu yakin tania?" roy pernah mendengar bahwa ceo alexandre itu seorang playboy, iya semakin mulai ragu tentang ketulusan cinta jonathan kepada tania.
" aku tau itu kk.. tapi belakangan ini dia menolak semua wanita hanya demi menikahi ku.. aku yakin dia juga mencintai ku.." ucap nya sedikit yakin.
" tania...!!" seseorang memanggil dari arah pintu, tania menoleh serta langsung tersenyum saat melihat sosok perempuan yang jalan di depan nya.
" wulan.." ucap tania.
" di luar ada yang mencarimu.." ucap wulan begitu sampai di depan tania.
" aku tidak tau, dia begitu tampan dan kelihatan nya dia juga orang kaya, dan bukan orang sembarangan terlihat dari pakaian nya dan juga gaya bicara nya." tutur wulan panjang lebat menciri ciri kan orang yang di maksud.
"apa itu joe" gumam tania namun itu di dengar sahabat nya wulan.
" apa kamu bilang? dia joe? jonathan alexandre itu? ceo dari perusahaan tempat mu bekerja alexandre group?" tanya wulan antusias.
" iya.. dia joe.. jonathan alexandre, ceo alexandre group.." ucap tania menjawab ke antusiasan sahabat nya itu.
__ADS_1
" wow... tania.. dia sangat tampan.. aku terpesona di buat nya... kamu tau, saat dia memasuki kaffe tadi, semua wanita menaruh perhatian pada nya.." wulan mulai kegirangan.
" ya aku tau itu.. dia memang banyak di gemari oleh setiap wanita.." jawab tania malas.
" cepetan kamu kesana, jangan biarkan dia menunggu mu terlalu lama.." wulan menarik tangan tania mengajak nya keluar untuk menemui jonathan.
kk roy yang sudah selesai dengan makanan nya mengikuti tania, dengan menitipkan dapur kepada asisten chef yang ada disana.
wulan menarik tangan tania dan berjalan tergesa gesa saat mengetahui orang yang mencari sahabat nya itu adalah jonathan alexandre, iya tau tania begitu mencintai pria tampan itu, karena memang pernah menceritakan itu sebelum nya.
" pelan donk .. sakit tau.." ringis tania dan wulan pun melepaskan tangan nya.
" maaf.. aku terlalu bersemangat hehehe" wulan sedikit tertawa konyol, mereka berjalan hingga akhirnya sampai di meja joe.
" tuan.. ini sahabat saya tania.. dan perkenalkan saya wulan sahabat nya tania." ucap wulan memperkenalkan diri dengan begitu antusias nya.
" terima kasih wulan, karena kau aku bisa bertemu dengan kekasih ku tania.." ucap nya dengan segenap kelembutan.
apa apaan sih? pake datang segala, terus memproklamasikan diri nya sebagai kekasih ku, huhuhu.. tatapan wanita wanita itu seperti ingin membunuhku saat ia mengatakan aku kekasih nya..
batin tania dengan menatap ke sekeliling ruangan.
__ADS_1
bersambung