
“ Ya tuhan, terimakasih akhirnya aku selamat dari pria berengsek itu.”
Wulan terlihat mengelus dadanya dengan tangan nya. Dihembuskan nya nafasnya dengan sangat lega saat melihat Bayu berjalan menjauhinya. Lalu kini dengan segera ia menaruh pel beserta ember yang berisikan air kotor di tangan nya itu kedalam kamar mandi, lebih tepat nya tepat didepan pintu kamar mandi.
“ Untung saja, ada yang datang. Jika tidak maka ciuman pertamaku akan berakhir pada pria berengsek sepertinya.” Lirihnya. “ Hmm, sekarang aku harus mencari cara agar bisa keluar dari tempat ini. Jika tidak, maka akan habis aku ditangan pria berengsek ini nantinya.”
Wulan mulai melangkah meninggalkan tempat itu, didalam otak ia memikirkan bagaimana caranya bisa segera keluar dari sana. Hingga akhirnya sebuah ide cemerlang pun mampir di pikiran nya.
Bayu kini telah tiba di depan pintu kamar nya. Kemudian dengan segera ia membukakan pintunya untuk melihat siapa yang datang mengganggu nya.
Ceklek!
Pintu terbuka, lalu tiba-tiba seseoranga menyelinap keluar dari sana dan ternyata itu adalah Wulan.
“ Saya kembali kekamar dulu Pak Bayu, sampai jumpa nanti!” Dengan gerakan yang cukup gesit Wulan berlari meninggalkan kamar nya.
Bayu yang awalnya kaget dengan kemunculan nya secara tiba-tiba itu kemudian tersenyum kearahnya.
Hmm, menarik.
“ Tuan, ini makanan yang anda pesan.” Kata salah satu pelayan hotel.
“ Oh, iya, terimakasih.” Bayu menerima pesanan nya. Lalu kini ia mengambil selembar uang yang ada di dompet nya dan diserahkannya kepada pelayan itu
Sementara itu.
Pagi ini Joe memutuskan untuk menyantap sarapan pagi di sebuah restoran yang ada didalam hotel.
Ia telah siap, dan saat ini ia tengah menunggu Tania yang masih berdandan. Sembari menunggu kesiapan istrinya, di keluarkan nya ponselnya lalu dituliskan nya sebuah pesan yang berbunyi.
__ADS_1
“ Pagi ini temani aku dan Tania untuk sarapan di restoran yang ada didalam hotel ini. Aku sudah selesai, tinggal menunggu Tania. Pesankan sebuah meja untuk kami, dan ku harap kau akan ada disana menunggu kedatangan kami.”
Begitulah kira-kira isi pesan yang dituliskan Joe saat ini. Lalu setelah itu segera dikirimkan nya kenomor kontak yang bertuliskan Bayu.
Ting!
Pesan telah terkirim dan masuk kedalam ponsel Bayu.
Bayu yang saat itu baru saja menaruh makanan yang dibawakan pelayan hotel tadi kemudian segera membuka ponsel nya dan melihat.
“ Hmm, sepertinya aku harus menyimpan kalian kedalam lemari pending sekarang.” Lirihnya sembari mengambil lagi makanan yang baru saja di letakkan nya.
Lalu kini ia membalikkan badan berniat berjalan menuju kearaha kamar mandi. Setibanya disana ia melangkah dengan agak sedikit tergesa-gesa sehingga tanpa sengaja kini di sepak nya sebuah ember yang berisikan pel dan juga air kotor disana.
Duk!
Bayu terjatuh kelantai dengan air bekas pel yang mengalir di celananya.
“ Sial!” Rutuknya. “ Siapa yang telah berani menaruh ember kotor ini disini?” Tanya kepada diri sendiri.
Lalu kemudian seketika ia tersadar, jika yang baru saja membersihkan kamar nya adalah Wulan sekretaris pribadinya.
“ Ho-ho, aku ingat sekarang. Pasti gadis itu yang menaruh benda kotor ini disini, hah, dia memang sengaja melakukan nya.” Lirihnya sembari bangkit dari sana.
Kini mau tak mau ia harus segera mengganti pakaian nya dan memesan sebuah meja untuk menyantap sarapan mereka pagi ini disana.
Sementara itu.
“ Joe, aku sudah siap.” Tania kini sudah berdiri dengan begitu anggun didepan Joe.
__ADS_1
Joe melirik dari ujung rambut hingga ke ujung kaki.
“ Tak salah aku memilihmu sebagai pendamping hidupku. Semakin lama aura kecantikanmu semakin terpancar saja.” Puji nya.
Tania tersenyum sembari mengalihkan pandangan nya.
“ Kau bisa saja, ini semua juga karenamu yang selalu mendukungku.” Ujar Tania.
Dibelainya pucuk kepala Tania, lalu dikecup nya dengan lembut.
“ Yasudah, sekarang mari kita keluar untuk sarapan.” Ajak Joe sembari meraih tangan Tania lalu menggenggam nya dengan sangat erat.
Di kamar Wulan.
Sebuah pesan singkat masuk. Wulan yang saat itu baru saja selesai membersihkan tubuhnya kini bergegas menghampiri ponselnya yang ia biarkan tergeletak begitu saja diatas ranjang. Dilihatnya itu dari Bayu, lalu dengan seger ia membukanya.
Mungkinkah ada tugas mendadak?
Begitu pikirnya.
Dilihatnya isi pesan itu lalu seketika itupula raut wajahnya berubah.
“ Apa! Gila!” Umpat nya. “ yang benar saja, jika alam lima menit aku tidak tiba didepan pintu restoran maka aku akan dipecat!” Kata nya kemudian.
Dilemparkan nya ponsel nya begitu saja diatas ranjang nya. Lalu secepat kilat ia berhambur pergi menuju kearah lemari dan mengambil pakaian nya secara asal. Disisir nya rambutnya, lalu dibiarkan nya terurai begitu saja. Dengan polesan sedikit lipbalm ia lalu bergegas segera keluar dari kamar nya.
Setelah menutup rapat pintu kamarnya, Wulan kini pergi berlari meninggalkan tempat itu.
BERSAMBUNG
__ADS_1