
" kamu pintar juga masak, gak sia sia kalau kamu pernah jadi koki di kaffe itu.." ujar joe lembut.
" terima kasih..!!" ucap nya,
" hmmm..." jawab joe
" sering sering lah memasak seperti ini untukku," ucap nya lagi.
" kalau kamu suka, aku pasti akan sering memasak untukmu.'" ujar tania.
" hmm..yasudah, panggik bibik untuk membereskan semua ini, dan setelah itu kau ikut dengan ku ke kamar" perintah nya tegas.
*untuk apa dia memintaku ke kamar nya lagi, apa dia mau berbuat mesum terhadapku?
batin tania*.
ia pun bergegas memanggil bik asni untuk membereskan peralatan makan mereka yang sudah terpakai. setelah itu tania bergegas menuju kamar jonathan untuk menemui nya.
***
" ada apa?" tanya tania saat masuk ke dalam kamar joe.
" bukankah seharus nya aku yang bertanya padamu?" ucap joe menatap tajam.
" bertanya apa?" tania bingung, ia sudah melupakan kejadian di kaffe tadi karena mengganggap nya sudah selesai. namun sayang itu joe masih mempermasalahkan hal itu.
" kau sudah lupa? atau kau sedang berpura pura lupa? " menatap dengan tatapan tajam.
" biar aku ingatkan, kau ada hubungan apa dengan laki laki yang ada di kaffe tadi?" tanya joe.
deg...
dia masih ingat itu, dan dia masih mempermasalah kan itu sekarang
habislah aku... aaaaaa......
__ADS_1
" sayang... kan sudah ku bilang, aku dan kk roy nggak ada hubungan apa apa," ucap tania lembut.
" tidak ada apa apa? tapi sepertinya kalian begitu akrab.." ucap joe sinis
" iya.. itu karena aku udah menganggap nya sebagai kakakku sendiri, kamu taukan aku di kota ini hidup sendirian semenjak kedua orang tuaku meninggal, kk roy adalah orang yang sangat baik, dia selalu menolong ku, dan aku sudah menganggap nya sebagai kakak ku.." jawab tania panjang lebar berharap jonathan bisa mengerti dengan semua nya.
" tapi aku tidak melihat dia mengganggap mu seperti adik nya, dari tatapan nnya saat melihat mu, seperti nya dia suka padamu." joe
'... aaaa. .. dia juga bisa merasakan nya,
bagaimana ini..
" sayang... apapun perasaan nya terhadap ku, aku akan tetap menganggap nya kakak, dan hubungan kami tidak bisa lebih dari itu, karena sekarang aku mencintai mu.." tania mencoba meyakinkan joe.
" apa kau yakin?" seolah tak percaya. joe.
" apa kamu tidak percaya? sebentar lagi kan kita akan segera menikah," berusaha tetap meyakinkan.
tatapan nya.. seolah olah dia akan membunuh ku, aaaa..... joe percayalah..
" baiklah.. aku akan percaya, tapi aku sangat tidak senang jika kau sering berhubungan dengan pria itu, awas kau jika aku mendapati kalian sedang berdua.." ancam jonathan.
awas kau.. jika aku melihat kalian berdua, meskipun kau menganggap nya sebagai kakak aku tetap membenci jika ada pria lain yang dekat dengan mu..
tania.. kau hanya milikku..
***
hari pernikahan semakin dekat, mama datang berkunjung ke rumah jonathan untuk menemui tania dan mengajak nya tinggal dirumah nya.
tap tap tap
langkah kaki mama saat memasuki rumah anak nya, ia berjalan menyusuri ruangan megah rumah itu.
" bik.. tania ada?" tanya mama saat menemukan bik asni yang sedang membersih kan ruang tengah.
__ADS_1
" non tania.. ada nyonya di kamar nya, karena tuan menyuruh nya untuk tidak kemana mana" ucap bik asni menjawab pertanyaan nyonya nya.
" oh.. yasudah, kalau gitu saya naik ke atas dulu ya bik, " ucap mama seraya melangkah pergi.
bik asni pun melanjutkan pekerjaan nya yang sempat tertunda saat mama joe menanyai nya.
tap tap tap
mama joe sudah sampai di lantai atas ia terus berjalan hingga ia tiba di depan pintu kamar tania.
" kreek..."
pintu terbuka, tania menoleh ke arah pintu
apakah dia sudah pulang
batin nya
senyum nya mengembang saat ia mengetahui bahwa orang yang masuk tersebut ternyata mama, ia langsung bangkit menghampiri sang calon ibu mertua dan memeluk nya dengan hangat.
mereka pun duduk di atas ranjang milik tania.
" kamu lagi ngapain sayang.." tanya mama.
" lagi baca buku ma.." ucap tania.
" mama.. kok gak bilang sih datang kesini.." ujar nya lagi.
" loh.. memang nya kalau mau ketemu sama mantu mama mesti bilang dulu ya" ujar sang mama menatap hangat tania.
" bukan gitu ma... kan kalau mama kasih kabar dulu, tania bisa masakin buat mama.." tutur tania sopan.
" kalau gitu kamu masakin mama dirumah mama aja ya.." ujar mama seraya merangkul bahu tania.
bersambung
__ADS_1